Inilah 5 Tradisi di Medan yang Paling Unik dan Menarik

Dengan populasi sekitar 2 jutaan penduduk, Kota Medan dihuni beragam suku. Dari mulai Jawa, Batak, Tionghoa, Mandailing, Minangkabau, Melayu, Karo, hingga Sunda. Karena itu, di Medan terdapat berbagai macam tradisi unik. Tradisi unik apa saja yang masih bertahan sampai sekarang? Yuk, simak ulasan berikut ini!

  1. Mangokkal Holi

Satu-satunya tradisi unik yang hanya ada di Medan adalah mangokkal holi. Ritual ini dilakukan dengan cara mengangkat tulang belulang anggota keluarga yang telah meninggal dari makam lama. Kemudian, mereka memindahkannya ke tempat baru berupa tugu.

Pelaku tradisi mangokkal holi, yaitu masyarakat Batak. Mereka melaksanakan ritual tersebut secara rutin dengan tujuan, meninggikan derajat leluhur. Beberapa hal yang dilakukan selama prosesi, antara lain memeragakan tari tor-tor, pemberian restu dari hula-hula (keluarga), dan pengangkatan kerangka.

Setelah kerangka berhasil dikeluarkan, adik perempuan kandung dari mendiang harus membersihkannya. Bahan yang digunakan untuk proses tersebut adalah jeruk purut. Sesudah ritual ini, dilanjutkan dengan pemakaman kembali di tempat baru.

  1. Tradisi Fang Teh

12

Source : alurkecil

Ritual unik pun muncul dari kalangan masyarakat Tionghoa yang tinggal di Medan. Setiap Imlek, mereka kerap kali menyelenggarakan tradisi fang teh. Kebiasaan tersebut wajib dilakukan setelah sembahyang sebagai lambang permohonan maaf atas semua kesalahan.

Tradisi ini dimulai dengan pemberian teh dari yang muda kepada tetua. Mereka harus berlutut seraya memberikan penghormatan. Saat itu, tidak seorang pun diperbolehkan menangis, marah, atau membuat keributan. Semua wajib bersuka cita merayakan tradisi fang teh.

  1. Njujung Beras

123

Source : hariannusa

Njujung beras merupakan salah satu bentuk selamatan versi suku Karo di Medan. Tradisi ini ditujukan untuk orang yang baru pulang ke kampung halaman atau terhindar dari berbagai macam bahaya. Bisa juga sebagai perayaan atas keberhasilan seseorang.

Beberapa bahan yang harus disediakan dalam tradisi tersebut, yaitu beras page si tunggang, lada, garam, kain adat Karo, telur ayam, daun sirih, serta tumba rempu kuling-kuling. Prosesi diawali dengan menaburkan beras di dalam perakan ke kepala pelaku njujung beras. Tahapan itu diulangi sebanyak 11 kali sambil mengucapkan mantra khusus.

  1. Tradisi Pernikahan Mandailing

1234

Source : kompas

Anda pernah menyimak tayangan pernikahan Kahiyang-Bobby di televisi? Salah satu prosesi yang dilakukan adalah tradisi Mandailing. Sebelum ritual adat tersebut dimulai, biasanya dilaksanakan horja; perencanaan kegiatan.

Upacara khas Mandailing tersebut dilanjutkan dengan prosesi makkobar. Ketika tahapan ini, peserta tradisi saling berbalas pantun. Mereka harus menyampaikan dalam tutur kata tertentu.

Adapun alat-alat yang digunakan dalam tradisi, yaitu napuran, tanda kebesaran, pakaian pengantin, dan beberapa instrument musik. Untuk bisa memulai upacara, seluruh perlengkapan tersebut harus dipenuhi.

  1. Martutu Aek

12345

Source : sumber

Kalau di Jawa ada adat brokohan dan sepasaran, masyarakat Batak melakukan ritual serupa yang disebut martutu aek. Tradisi ini dilakukan ketika bayi berumur tujuh hari. Adapun rangkaian upacara diawali dengan membacakan doa.

Selanjutnya, pemimpin doa menyematkan ulos ragi idup di atas pasir sambil menuangkan minyak kelapa ke cawan. Di dalam wadah tersebut ada jeruk purut. Prosesi diteruskan dengan memandikan bayi di bawah mata air. Setelah itu, tubuhnya dibaluri kunyit dan jeruk purut.

Itulah ulasan seputar tradisi unik yang ada di Medan. Selain lima tradisi tersebut, kota ini juga memiliki beragam festival kebudayaan. Anda bisa menyaksikannya dengan berkunjung ke sana. Supaya perjalanan aman dan nyaman, cari  tiket pesawat Batik Air murah melalui website Airy.

Next Article >