Beberapa Tes Alergi yang Direkomendasikan

Padahal bila dilihat dari definisi sederhananya, alergi sebenarnya adalah respon berlebihan dari sistem kekebalan tubuh terhadap alergen (faktor pemicu alergi) atau zat asing yang dianggap berbahaya. Alergen juga terbagi ke dalam beberapa hal, seperti alergen debu atau tungau debu, alergen makanan dan minumal (susu contoh spesifiknya), gigitan serangga, bahkan obat-obatan. Dampak yang dirasakan setelah terkontaminasi alergen ini pun beragam, ada yang kulitnya gatal dan memerah, pembengkakan, sampai diare dan gangguan pencernaan. Apakah Anda memiliki alergi? Atau Anda membutuhkan tes alergi?

Tes alergi adalah langkah penting untuk memastikan seseorang mengidap alergi atau tidak. Tes ini menjadi keputusan penting mengingat dampak yang dihasilkan alergi bisa sangat parah. Contohnya pada keadaan yang disebut anafilaksis dimana penderita sudah harus dalam pengawasan dokter dengan penanganan serius. Namun Anda tidak perlu khawatir karena Anda bisa menghindari keadaan parah tersebut, caranya adalah dengan melakukan tes alergi. Setidaknya ada 6 tes yang bisa dicoba. Perlu dicatat sebelumnya, semakin banyak alergen yang dites, maka akan semakin besar pula biaya yang dibutuhkan. Baik, mari kita mulai dari yang pertama dan yang paling banyak digunakan. Namanya adalah tes tusuk kulit.

Tes ini disebut juga dengan Skin Prick Test. Tes ini dapat memeriksa hingga lebih dari 33 alergen, terutama alergen seperti debu, tungau, serbuk bunga, dan alergen makanan seperti susu, udang, dan kepiting. Sebelum melakukan tes ini, pasien harus dalam keadaan sehat dan tidak dalam konsumsi obat antihistamin atau obat anti alergi dalam 3-7 hari. Prosedurnya adalah dengan menggunakan jarum khusus yang tidak melukai kulit, kemudian dibubuhkanlah alergen dengan bahan dasar alami seperti tepung sari. Bila dalam kurang lebih 15 menit terjadi reaksi seperti gatal dan kulit memerah, maka dapat dipastikan pasien tersebut menderita sauatu alergi. Tes alergi ini dilakukan oleh dokter khusus.

Selain dengan tes tusuk kulit, Anda juga bisa mencoba tes alergi yang disebut tes tempel atau Patch Test. Tes jenis ini sangat cocok untuk mengetahui alergi yang disebabkan oleh kontak terhadap bahan kimia, contohnya penyakit dermatitis atau eksim. Tes ini dilakukan pada kulit punggung dan mewajibkan pasiennya untuk tidak berkeringat bahkan mandi dalam 2 hari sebelum menjalani tes. Punggung juga harus bebas dari krim, obat oles, maupun salep. Hal itu disebabkan oleh proses penampelan berbagai bahan kimia khusus pada punggung selama kurang lebih 48 jam. Selama itu pula pasien disarankan tidak terlalu banyak beraktivitas. Bila kemudian gatal dan timbul bercak kemerahan, maka hasilnya positif mengidap alergi.

Tes alergi selanjutnya yang bisa Anda coba adalah tes RAST atau Radio Allergo Sorbent Test. Tes jenis ini sangat cocok untuk memeriksa alergi dengan pemicu makanan dan alergen hirup. Proses dari RAST ini hanya kurang lebih 4 jam, yakni dengan mengambil serum darah sebanyak 2cc. Namun ada syarat khusus, yakni sang pasien harus terbebas dari obat-obatan karena akan mempengaruhi hasil. Tiga tes alergi di atas merupakan 3 yang paling sering digunakan di dunia medis. Meski demikian, Anda masih memiliki pilihan lain seperti tes kulit intrakutan, tes provokasi dan eliminasi makanan, serta tes provokasi obat. Tes yang mana yang akan Anda pilih? Selamat mencoba.

About the Author

Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.