Wah, Kepintaran Matematika Anak Sudah Ditentukan Sejak dalam Kandungan

Kemampuan berhitung dan matematika memang bukan standar tingkat kecerdasan anak. Hanya saja, penelitian terbaru mengatakan bahwa kemampuan anak untuk berhitung dan matematika sudah ditentukan sejak dalam kandungan.

Penelitian yang dilakukan oleh VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda mengatakan bahwa ibu hamil yang kekurangan hormon thyroxine memiliki risiko dua kali lebih besar melahirkan anak yang tak pandai matematika. Pasalnya, hormon thyroxine merupakan faktor krusial dalam pembentukan otak janin.

“Apakah kemampuan matematika ini tetap sama hingga dewasa masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kami akan terus melanjutkan penelitian ini hingga dewasa,” tutur peneliti Dr Martijn Finken, pakar Pediatrik Endokrinologi dari VU University Medical Center di Amsterdam, Belanda, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (20/9/2014).

Penelitian Dr Finken dilakukan kepada 1.200 anak semenjak mereka berusia 12 minggu hingga ketika mereka mulai masuk sekolah. Dr Finken mengukur kadar thyroxine yang ada di dalam tubuh ibu hamil dan dibandingkan dengan hasil tes matematika dan bahasa anak ketika berumur 5 tahun.

Hasilnya menunjukkan bahwa 90 persen anak dari ibu hamil yang memiliki kadar thyroxine rendah masuk ke dalam kategori anak-anak yang mendapat nlai rendah di tes matematika. Selain itu mereka juga memiliki keterlambatan dalam memahami pelajaran berhitung dan aritmatika lainnya.

Yang menarik, hormon ini tidak berpengaruh pada kemampuan anak dalam tes kata-kata dan bahasa. Dr Finken mengatakan bahwa kemungkinan hal ini dipengaruhi oleh dua faktor. Yang pertama, kemampuan matematika berkaitan langsung dengan kondisi hormon thyroxine pada ibu hamil.

Kedua, kemampuan bahasa tidak ditentukan oleh hormon, dalam artian tidak termasuk dalam bagian yang dibentuk ketika janin membentuk otak. Dr Finken mengatakan bahwa kemampuan bahasa anak lebih erat kaitannya dengan lingkungan sekitar dan keluarga.

Sementara itu Profesor John Lazarus, pakar hormon dari British Thyroid Foundation mengatakan bahwa banyak anak kekurangan thyroxine karena janin tidak bisa memproduksi sendiri hormon tersebut. Janin sangat bergantung pada apa yang dimakan ibu untuk dapat menyerap nutrisi yang mereka butuhkan.

“Ini menandakan masih banyak ibu hamil yang kekurangan zat penting, termasuk iodium yang berguna untuk membentuk thyroxine. Ibu hamil sebaiknya memperbanyak konsumsi susu dan ikan,” urainya.