Ada Kuntilanak di Monas

Jika anda mengunjungi Monumen Nasional (monas), sudah tak asing lagi jika melihat hal-hal unik salah satunya adalah sosok orang yang berdandan menyerupai hantu “kuntilanak”.

Dengan dandanannya yang sangat meyeramkan seorang yang menyerupai kuntilanak ini berdiri di sekitar halaman monas sejak pukul 09.00 WIB pagi hingga pukul 21.00 malam.

Berbusana serba putih mengenakan lipstik warna merah, bedak warna putih di wajah, dilengkapi wig warna hitam merupakan aksinya yang berpura-pura menjadi hantu.

Malam itu dibawa langit Jakarta Tribunnwes.com lansung mendekat dan mencoba mengajak bicara sang kuntilanak itu terlihat malu-malu.

Terlepas satu dua kata, ia pun menyebutkan namanya Siti Suketi (26). Perempuan asal Kuningan, Jawa Barat itu mengaku baru dua minggu menggeleguti aksi unik ini. Sebelum tampil dia datang mengganti kostum ala kuntilanak di pojokan tepatnya di bawa pohon sekitar monas.

Si pemeran kuntilanak itu kerap diajak berfoto oleh puluhan pengunjung yang mampir secara bergantian. Tak jarang anak banyak anak kecil menangis saat di ajak berfoto oleh orang tuanya. Namun ada beberapa anak memberanikan diri ingin mengabadikan momen unik ini. Dengan ekpresi menyeramkan Siti seolah menunjukkan adegan mencekik sang anak.

Beberapa saat kemudian ada juga sepasang muda-mudi bergiliran ikut berfoto. Siti meladeni dengan suasana akrab dan saling bercanda. Meski menyerupai setan Siti yang masih single juga manusia biasa yang punya perasaan. Saat di tanya apakah pernah ada pasangan yang cemburu bila seorang pria berfoto denganya, Siti berseloroh tidak mempedulikan hal itu.

“Enggak tau dah, bodoh amat sih, masa cemburu sama setan,” ucap Siti di Jakarta, Jumat (1/8/2014).

Sebelum menjalani aksi unik Siti bekerja menjual gorengan di pelataran halaman Monas. Lantaran kerap terlibat kejar-kejaran Satpol PP, dia beralih profesi nekat menjadi kuntilanak.

Di depan tempat Siti berdiri ada sebuah kotak kecil yang bertulis “boleh foto dengan kuntilanak”. Pengunjung yang usai berfoto memberikan beberapa rupiah di kotak tersebut.

“Tadinya saya jualan gorengan di (monas) sini, tapi berjualan di sini kejar-kejaran sama Satpol PP terus, makanya saya bingung, makanya saya nekat kerja beginian,” ujar Siti.