Pesawat Komersial yang Ditembak Jatuh Sejak 1955

Dalam sejarah penerbangan komersial, Malaysia Airlines nomor penerbangan MH17 bukan pesawat komersial pertama yang ditembak jatuh. Sebelumnya, beberapa pesawat mengalami nasib sama.

Pejabat Ukraina menyalahkan pemberontak separatis pelakunya, menduga mereka salahduga pesawat itu adalah milik Ukraina. Kubu pemberontah menyanggahnya. Jika benar pesawat — dilaporkan membawa 295 orang dan terbang pada 33.000 kaki -ditembak jatuh, maka insiden ini akan menandai insiden paling mematikan yang pernah terjadi dalam beberapa dekade ini.

Berikut ini daftar pesawat yang pernah ditembak jatuh sejak 1955:

2001: Siberian Airlines nomor penerbangan 1812

Pesawat itu terbang di sekitar 35 ribu kaki di atas Laut Hitam, dalam perjalanan ke Rusia dari Israel, ketika dihantam rudal Ukraina. Penyidik ​​kemudian menyimpulkan bahwa pasukan pertahanan udara Ukraina telah menembakkan dua rudal selama latihan militer besar-besaran: satu mencapai target, yang lain melenceng 150 mil menghantam Siberia Airlines. Seluruh penumpang berjumlah 78 orang tewas.

1988: Iran Air nomor penerbangan 655

Di tengah perang Iran-Irak dan dengan ketegangan tinggi antara AS dan Iran, Angkatan Laut Amerika Serikat mengira pesawat penumpang Iran, sebuah pesawat jenis Airbus 300, adalah jet tempur musuh. Setelah mengeluarkan beberapa peringatan, rudal penghancur Vincennes ditembakkan, menghantam pesawat pada ketinggian 7.500 kaki di atas Lurus Hormuz, menewaskan semua penumpangnya berjumlah 290 orang.

1983: Korean Air Lines nomor penerbangan 007

Sebuah interceptor Soviet menembak jatuh Boeing 747 dalam perjalanan dari New York ke Seoul dengan 269 orang di atasnya, termasuk Perwakilan AS Lawrence McDonald. Pejabat Soviet percaya bahwa pesawat, yang telah menyeberang ke wilayah udara Soviet, sedang dalam misi pengintaian. Semua orang di atas pesawat tewas.

1978: Korean Air Lines nomor penerbangan 902

Peralatan navigasi pada penerbangan dari Paris menuju Seoul mengalami malfungsi, yang menyebabkan pilot memutuskan terbang ke wilayah udara Soviet di atas Lingkaran Kutub Utara. Pasukan Soviet yang menduga pesawat ini tengah melakukan misi pengintaian itu menembaki Boeing 707, memaksanya untuk melakukan pendaratan darurat di dekat perbatasan Finlandia. Dua orang tewas dalam insiden ini. Uni Soviet kemudian menuntut ganti rugi pada pemerintah Korea Selatan senilai US$ 100 ribu sebagai biaya operasi penyelamatan, tapi tagihan itu tak pernah dibayar.

1973: Libyan Airlines nomor penerbangan 114

Pesawat jenis Boeing 727 dari Kairo ini tampaknya bingung oleh cuaca buruk dan menyeberang ke wilayah udara Sinai yang dinyatakan sebagai zona perang. Di tengah laporan rencana teroris untuk menggunakan pesawat sipil untuk menyerang Israel, negara itu mencegatnya. Jet tempur mengeluarkan sinyal peringatan sebelum kemudian menembak jatuh pesawat, menewaskan hampir seluruh penumpangnya berjumlah sekitar 115 orang.

1955: El Al nomor penerbangan 402

Saat terbang di antara Wina dan Istanbul dalam perjalanan ke Israel, pesawat tersesat ke wilayah udara Bulgaria, negara Blok Timur. Perintah tembak jatuh dikeluarkan dan insiden Lockheed Constellation ini menewaskan 58 penumpang dan awak Bulgaria kemudian mengeluarkan permintaan maaf resmi, mengatakan pilot telah “terlalu terburu-buru.”