Home Kesehatan Sunat paling aman dilakukan saat bayi?

Sunat paling aman dilakukan saat bayi?

653
0

Melakukan sunat adalah salah satu kewajiban umat muslim di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Meski begitu, banyak juga orang yang melakukan sunat dengan alasan kesehatan. Selama ini topik mengenai sunat selalu memicu kontroversi di Amerika Serikat, namun penelitian mengungkap bahwa sunat aman untuk dilakukan.

Peneliti juga menemukan bahwa saat yang paling aman untuk melakukan sunat bagi anak laki-laki adalah ketika mereka masih bayi. Peneliti di Amerika menemukan bahwa risiko terjadinya komplikasi pada anak laki-laki yang disunat hanya 0,4 persen ketika mereka masih bayi, yaitu hingga usia satu tahun, seperti dilansir oleh Daily Mail (12/05).

Sebaliknya, risiko terkena komplikasi akibat disunat bisa meningkat hingga 20 kali lebih tinggi jika anak disunat pada usia satu sampai sembilan tahun. Hasil ini didapatkan peneliti dari University of Washington di Seattle setelah melakukan penelitian pada bayi berusia sebelum satu tahun hingga di atas 10 tahun. Hasil penelitian ini tidak mengikutkan praktik sunat yang dilakukan secara ritual atau tidak disertai dengan perawatan medis yang cukup.

Secara keseluruhan, data yang dikumpulkan peneliti lebih dari 1,4 juta anak laki-laki yang disunat. Peneliti menemukan bahwa semakin lama ditunda, semakin tinggi juga risiko komplikasi yang akan dihadapi anak akibat disunat. Jika anak disunat pada usia satu sampai sembilan tahun, risiko terjadinya komplikasi meningkat hingga 20 persen. Namun jika sunat dilakukan pada usia 10 tahun ke atas, risiko terjadinya komplikasi adalah 10 kali lipat dibandingkan dengan saat bayi.

“Semakin lama ditunda, semakin tinggi tingkat risikonya. Namun kami berasumsi bahwa usia satu sampai sembilan tahun merupakan masa yang sulit untuk perawatan setelah anak disunat, karena itu tingkat komplikasinya lebih tinggi dibanding yang lain,” ungkap Dr Charbel El Bcheraoui, ketua penelitian, pada Reuters Health.

Selama ini sunat diketahui sebagai ritual dan kewajiban bagi umat muslim dan yahudi. Namun selain itu, sunat juga diketahui memiliki berbagai manfaat kesehatan seperti menurunkan risiko infeksi saluran kemih dan penyakit menular seksual. Konon, sunat masih dianggap sebagai hal yang tabu, namun American Academy of Pediatrics pada tahun 2012 telah merekomendasikan sunat bagi mereka yang menginginkannya.

SOURCEmerdeka
Previous articleKPI: 10 Sinetron ini tak layak tonton
Next articlePerang terhadap pornografi digalakkan, sisi IT malah dinomorduakan
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.