Home Kesehatan Waspadai Kandungan Minyak Dalam Nasi Goreng

Waspadai Kandungan Minyak Dalam Nasi Goreng

764
0

Nasi goreng adalah menu andalan banyak orang. Makanan ini biasa dinikmati saat sarapan atau makan malam karena rasanya yang sedap dan gurih. Sayangnya, kandungan minyak di dalam nasi goreng termasuk tinggi sehingga konsumsi secara berlebihan dapat menyebabkan kelebihan asupan kalori.

Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengatakan, sering kali orang tidak menyadari tambahan minyak dalam makanan yang dikonsumsi. Padahal, makanan berminyak termasuk nasi goreng bisa mengandung kalori dua kali lipat daripada makanan yang sama dengan cara memasak yang berbeda.
“Misalnya kerupuk, bahan dasarnya hanya mengandung 10 kalori, namun ketika kerupuk digoreng, minyak akan melekat dan menambah kalori sebanyak 9 kalori. Sehingga totalnya adalah 19 kalori, hampir dua kali lipatnya,” ujar Inge dalam sebuah talkshow “Kampanye Sehat Nestle Indonesia: Zona Sehat Nestle” di Jakarta, Kamis (10/4/2014).
Menurut Inge, kandungan minyak pada nasi goreng termasuk tinggi karena dimasak menggunakan minyak goreng atau mentega. Jika dipanaskan, kedua bahan tersebut akan berubah menjadi lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit, misalnya penyakit jantung dan stroke. Belum lagi risiko kegemukan.
Inge menekankan, konsumsi minyak pada setiap kali makan tidak boleh lebih dari ukuran satu ibu jari. Jika sudah lebih dari itu maka dapat dikatakan makanan yang dimakan sudah mengandung lemak yang berlebihan.
Lemak, lanjutnya, sebaiknya dikonsumsi dalam bentuk mentah, misalnya tambahan minyak zaitun pada sambal atau salad. Konsumsi minyak dalam bentuk gorengan akan menambah asupan kalori yang seharusnya dapat diganti dengan pangan lain yang lebih bergizi, misalnya diganti dengan sayuran dan lauk yang mengandung protein.
“Tetapi, tetap saja jika digoreng bersama dengan nasi goreng, kandungan minyaknya tetap tinggi,” ujar dokter dari Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia-Rumah Sakit dr Cipto Mangunkusumo (FKUI/RSCM) ini.
Karena itu, Inge menyarankan untuk membatasi konsumsi nasi goreng dan makanan yang digoreng lain. Sebaliknya, cara memasak makanan dapat diganti dengan yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, disangrai, atau ditumis dengan sedikit minyak. (kompas)
Previous articlePesawat Asing yang Nyelonong Masuk Medan Dipaksa Turun TNI AU
Next articleGoogle Glass Mulai Dijual Bebas, Harganya?
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.