Home Berita Terkini Video Detik-detik Penyergapan “Pembajak” Pesawat Virgin Air di Bali

Video Detik-detik Penyergapan “Pembajak” Pesawat Virgin Air di Bali

765
0

Pilot pesawat Virgin Blue Air bernomor penerbangan VOZ 41 jurusan Brisbane-Denpasar, Jumat siang 25 April 2014, menyampaikan sinyal bahaya ke menara kontrol di Bali. Satu jam sebelum mendarat di Bali, ada keributan di balik pintu kokpit. Penumpang menggedor-gedor pintu kokpit.

Mendapati adanya sinyal bahaya, petugas keamanan bandara langsung berkoordinasi dengan Tentara Nasional Indonesia. Mereka bersiap menyergap penumpang yang diduga akan melakukan pembajakan.

Pada saat melakukan upaya penyergapan, lintasan di bandara tidak dioperasikan dalam beberapa jam. Pesawat mendarat. Personel keamanan langsung masuk ke dalam pesawat.

Beberapa anggota TNI juga mengarahkan senjata laras panjang ke arah pintu pesawat. Berjaga-jaga. Penyergapan berhasil. Tidak berlangsung lama.

Penumpang yang diduga pembajak itu diringkus. Dia diketahui bernama Matt Christoper. Pria 28 tahun asal Australia.

Kapolda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalo menjelaskan kronologi penyergapan terhadap Matt. Saat disergap, Matt sedang duduk di bagian belakang pesawat asal Australia tersebut. Kru pesawat sempat melakukan negosiasi dengan Matt. Saat itulah Matt disergap.

“Matt duduk sendiri paling belakang. Ia diapit oleh beberapa kru yang sedang berusaha melakukan pendekatan kepadanya,” ujar Benny.

Ia menuturkan, Matt dapat dilumpuhkan dengan cepat. Tanpa kekerasan. Petugas, kata Benny, memiliki skenario penyergapan yang luar biasa.

Matt tidak melawan saat disergap. Sejumlah kru pesawat juga ikut membantu menangkap Matt yang sebelumnya disebutkan sebagai pembajak.

Bukan pembajakan
Sementara itu, pihak Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Hubungan Udara Herri Bakti menegaskan peristiwa itu bukan pembajakan.

Kata Herri, peristiwa itu adalah sebuah ‘passenger anomaly’, di mana ada seorang penumpang yang berperilaku aneh di atas pesawat dan membahayakan penerbangan.

“Ini kami istilahnya passenger anomaly, ada penumpang yang membahayakan penerbangan di atas pesawat. Ini bukan pembajakan,” kata Herri di kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Merdeka Barat.

Menurut Herri, sinyal pembajakan yang dikirimkan oleh pilot disebabkan karena kru di dalam pesawat panik. Begitu ada keributan di balik pintu kokpit, pilot langsung bereaksi dengan menyalakan sinyal.

“Karena mengira itu pembajakan, pilot mungkin panik dan langsung mengirimkan sinyal laporan ke menara kontrol di Bali,” kata Herri. (viva)

Previous article10 Permintaan Aneh Tim Peserta Piala Dunia 2014
Next articleLift Tercepat di Dunia, 43 Detik Sampai di Angkasa
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.