Home Serba Serbi Fakta Mandi Setelah Begadang Bisa Berujung Kematian, Mitos atau Fakta?

Mandi Setelah Begadang Bisa Berujung Kematian, Mitos atau Fakta?

582
0

Banyak orang yang kerap begadang dengan berbagai alasan. Misalnya karena deadline suatu pekerjaan, kecanduan main game, atau mahasiswa yang bersiap menghadapi ujian. Akan tetapi perlu diketahui, kebiasaan begadang sangatlah tidak dianjurkan karena berpotensi buruk bagi kesehatan.

Biasanya selepas begadang seseorang memutuskan untuk mandi dengan tujuan menyegarkan tubuh. Namun, tersebar kabar mandi setelah begadang bisa berujung pada kematian, benarkah?

“Mitos itu memang ada, seperti juga kalau makan sayur bayam yang dipanasi ulang atau makan semangka dengan gula dapat berakibat fatal.Secara fisiologis, suhu dingin akan menyebabkan penguncupan pembuluh darah, sebaliknya suhu hangat akan melebarkan pembuluh darah,” terang dr Kasim Rasjidi.

Lebih lanjut dr Kasim menjelaskan ketika kondisi tubuh mengalami kedinginan maka kulit menjadi mengkerut dan pucat, sehingga tubuh akan merasa menggigil dan berupaya menggerakan tubuh yang nantinya akan timbul rasa hangat pada tubuh. Sementara, bila kulit terpapar sinar matahari maka pori-pori akan membesar kemerahan yang bisa memicu produksi keringat untuk membantu mendinginkan tubuh.

Tentu saja kebiasaan tidak tidur berjam-jam atau begadang tak bisa terus-menerus dibiarkan, sebab acap kali dihubung-hubungkan dengan meningkatnya risiko kondisi medis, seperti stroke dan serangan jantung. “Kalau pembuluh darah sudah dalam kondisi penyempitan, baik di otak ataupun di jantung, maka secara nalar mungkin saja terjadi momen di mana paparan mendadak terhadap dingin akan menguncupkan sampai menyumbatnya, tapi tak dapat disalahkaprahkan dan disamaratakan begitu saja” ujar dr Kasim.

Hal ini sejalan dengan penuturan dokter yang berpraktik di RS Mitra Kemayoran, yakni dr Andreas Prasadja, RPSGT bahwa hormon pada pagi hari itu sedang naik dan oksigen rendah. Jadi tak menutup kemungkinan serangan jantung terjadi secara tiba-tiba di pagi hari atau saat seseorang mulai beraktivitas.

“Pagi hari itu kan hormon sedang naik, oksigen sedang rendah. Nah penelitian di Mayo Clinic mengatakan serangan jantung itu memang umumnya terjadi di waktu 9 malam-6 pagi. Jadi mungkin saja orang yang menyebutkan ada kematian karena mandi setelah begadang itu dikarenakan orang tersebut mempunyai serangan jantung,” tutur dr Andreas.

Jadi sangatlah jelas, tubuh yang diporsir untuk bekerja lebih ekstra membawa dampak negatif bagi kesehatan. Karena umumnya, waktu normal istirahat seseorang itu adalah 7-8 jam.

“Bagaimana pun juga, tidur lah yang memegang peranan besar disini. Makanya memang disebutkan kalau kurang tidur itu bisa menyebabkan kematian, juga penyakit-penyakit, seperti hipertensi, jantung, diabetes, disfungsi ereksi, dan sebagainya masih banyak lagi,” pungkas dr Andreas.(detik)

Previous articleAda Anak Perempuan, Keluarga Lebih Bahagia?
Next articleJaringan Indosat Tumbang setelah Bajak 415.652 IP Prefix
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.