Home Berita Terkini Kronologi Lengkap ‘Pembajakan’ Virgin Air

Kronologi Lengkap ‘Pembajakan’ Virgin Air

654
0

Kementerian Perhubungan RI meluruskan dugaan adanya pembajakan pesawat Virgin Air tujuan Brisbane-Denpasar, Jumat 25 April 2014. Direktur Jenderal Hubungan Udara Kemenhub Herry Bhakti mengatakan, insiden yang terjadi di pesawat dengan nomor penerbangan VOZ 41 itu adalah passenger anomaly.

Passenger anomaly merupakan kondisi dimana seorang penumpang berperilaku aneh di atas pesawat, kemudian melakukan tindakan yang membahayakan penerbangan.

“Ini kita istilahnya passenger anomaly, ada penumpang yang membahayakan penerbangan di atas pesawat. Ini bukan pembajakan,” kata Herry Bhakti di kantor Kemenhub, Jakarta.

Herri menuturkan, Pilot Virgin Air itu sempat mengirim sinyal pembajakan ke menara kontrol di Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali sekitar pukul 13.48 WIB. Kala itu, Pilot panik karena terjadi keributan di balik pintu kokpit.

“Ada orang gedor-gedor pintu kokpit. Kemudian pilot karena mengiranya itu pembajakan, mungkin panik, langsung mengirimkan sinyal laporan ke menara kontrol di Bali,” papar Herri.

Setelah menerima sinyal pembajakan Virgin Air, menara kontrol langsung berkoordinasi dengan TNI Angkatan Udara dan Kepolisian setempat untuk mengantisipasi jika benar terjadi pembajakan. Saat mengirimkan sinyal, pesawat tengah berputar-putar sampai ke wilayah Kupang. Setelah mendarat di Bandara Ngurah Rai, pesawat diamankan di apron sisi selatan.

Kapolda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalo menepis Matt Christoper, seorang penumpang Virgin Air, telah membajak pesawat yang terbang dari Brisbane itu. Matta bahkan sempat dikabarkan sedang mabuk.

“Belum ada kesimpulan kalau yang bersangkutan mabuk. Kami hanya menerima laporan dari ATC bahwa terjadi pembajakan, makanya kami kerahkan petugas untuk menangkapnya,” ujar Albertus di bandara, Jumat 25 April 2014.

Kapolda lantas menjelaskan kronologi penyergapan terhadap Matt. Saat disergap, Matt sedang duduk di bagian belakang pesawat asal Australia tersebut. Kru pesawat sempat melakukan negosiasi dengan Matt. Saat itulah pemuda 28 tahun itu disergap dan berhasil dibekuk.

“Matt duduk sendiri paling belakang. Ia diapit oleh beberapa kru yang sedang berusaha melakukan pendekatan kepadanya,” ujar Benny.

Ia menuturkan, Matt dapat dilumpuhkan dengan cepat. Tanpa kekerasan. Petugas, kata Benny, memiliki skenario penyergapan yang luar biasa. Matt tidak melawan saat disergap. Sejumlah kru pesawat juga ikut membantu menangkap Matt yang sebelumnya disebutkan sebagai pembajak.

Saat ini, Matt yang merupakan warga negara Australia dalam interogasi khusus pihak keamanan. Menurut Kapolda, Matt menjawab semua pertanyaan dengan baik.

“Matt menjawab semua pertanyaan petugas. Namun petugas tetap akan mendalami motif terduga pelaku melakukan aksi pembajakan,” katanya.

“Dicek TNI AU, ternyata diduga orang mabuk,” ujarnya. Pesawat sendiri sebelumnya dijadwalkan untuk mendarat di Bandara Ngurah Rai pada pukul 14.48 WITA.

TNI AU langsung mengamankan dan menginterogasi pelaku. Setelah diinterogasi, Herri mengatakan, pelaku onar di pesawat merupakan warga negara Australia. “Sementara ini kita baru tahu, pelaku bernama Matt Christopher, 28 tahun, warga Australia,” terang Herri.

Menurut Herri, otoritas berwenang akan berkoordinasi dengan Pemerintah Australia untuk melakukan proses hukum terhadap perilaku.

Sementara itu, mengenai penyebab mabuknya pelaku, Herri mengaku belum dapat memberikan kesimpulan, sebab otoritas berwenang masih melakukan investigasi. “Minuman yang berada di atas pesawat tidak mungkin menyebabkan orang sampai semabuk itu. Sedangkan kalau orang itu bawa sendiri juga pasti minumannya tertahan di bandara,” kata Herri.

Herri menegaskan tidak ada korban dalam insiden ini, namun untuk kerugian dari insiden ini, Kemenhub lanjut Herri belum mendapat laporan. “Seluruh 145 penumpang di penerbangan ini tidak ada yang terluka, bandara juga sudah normal kembali,” tegasnya

Kendati demikian, kejadian ini sempat menutup aktifitas Bandara Ngurah Rai selama satu jam. Sebanyak 9 penerbangan menuju Denpasar dialihkan sementara. Diantaranya enam penerbangan ke Bandara Juanda Surabaya, dua penerbangan ke Lombok dan satu helikopter mendarat di Tanjung Benoa, Bali. (viva)

Previous articlePembajak Pesawat Virgin Air di Bali Ditangkap
Next articleLakukan Ini Agar Sembuh dari Luka Selingkuh
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.