Home Teknologi JASMEV2014 Rekrut 20 Ribu Relawan Jokowi

JASMEV2014 Rekrut 20 Ribu Relawan Jokowi

900
0

Pada masa Pilkada Gubernur Jakarta, sekelompok anak muda yang menamakan diri Jokowi Ahok Social Media Volunteers (JASMEV) giat mengampanyekan pasangan Jokowi-Ahok di jejaring sosial. Jasmev bubar tak lama setelah Jokowi-Ahok memenangi pilgub DKI.

“Selama kampanye kebijakan kami tidak untuk menyerang lawan-lawan politik Jokowi. Kami itu mengklarifikasi tudingan-tudingan tentang Jokowi,” katanya.

Tugas relawan JASMEV menurut Kartika adalah menyebarkan informasi tentang prestasi-prestasi Jokowi ke dunia maya. Selain itu relawan JASMEV juga bertugas untuk mengklarifikasi serangan-serangan ke Jokowi dengan jawaban yang santun.

Namun pascakemenangan Jokowi, ada sekelompok orang yang menyerang pihak-pihak yang berseberangan dengan Jokowi di dunia maya. Kelompok itu sering disebut sebagai Cyber Troops-nya Jokowi. Bahkan menurut Kartika ada sebagian orang yang melakukan penyerangan ke lawan politik Jokowi, dengan mengaku sebagai relawan JASMEV.

“Kami bukan Cyber Troops Jokowi, kita sudah cari tahu siapa orang-orang itu, dan ternyata mereka menggunakan akun-akun palsu. Siapa sebenarnya mereka ? Kita tidak tahu, dan tidak mau menuduh,” ujarnya.

Oleh karena itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan nama JASMEV, setelah Jokowi resmi menjadi capres yang diusung PDIP, serta untuk mengawal kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jokowi ikut pemilihan presiden Juni mendatang, JASMEV kembali diaktifkan. Kini, Jasmev bereinkarnasi menjadi Jokowi Advanced Social Media Volunteers 2014 (JASMEV2014) dan bisa ditemui di akun Twitter @jasmev2014.

Koordinator Jasmev 2014 Kartika Djoemadi mengatakan, pihaknya akan merekrut kurang lebih 20 ribu relawan di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung,  Surabaya, Semarang, dan Solo. Mereka akan membantu menciptakan citra positif di dunia maya.

Menurut Kartika, pengerahan puluhan ribu relawan itu tak membutuhkan ruangan yang besar. Setiap relawan bisa berpartisipasi tanpa batasan ruang dan waktu.

“Kami bisa memantau sosial media dari mana saja. Hanya bermodal gadget atau handphone, setiap saat, kami bisa masuk ke sosial media dan tahu isu yang sedang hangat,” katanya, Jumat (28/3).

Kartika menjelaskan, relawan Jasmev 2014 bukanlah buzzer. Karena itu, mereka tak menggunakan nama samaran dan mengarahkan isu-isu negatif kepada arah yang positif. Mereka juga terus memonitor isu yang bisa merugikan Jokowi. Bila ada isu yang menyudutkan Jokowi, reaksi Jasmev adalah memberikan tanggapan-tanggapan positif, katanya.

Pada Pemilihan Gubernur 2012 lalu, JASMEV adalah singkatan Jokowi Ahok Social Media Volunteers, dengan anggota sekitar 10.021 orang. Kali ini nama Ahok disingkirkan dan kader Partai Gerindra pun tidak lagi ikut dalam JASMEV baru ini, sehingga singkatan JASMEV adalah Jokowi Advance Social Media Volunteers. Hal yang dilakukan karena Partai Gerindra yang mengusung Ahok, sudah punya calon presiden sendiri, yakni Prabowo Subianto. (berbagai sumber)

 

Previous articlePakai Pandan dan Sirih, Kecoak atau Semut Lari
Next articleBenda Elektronik Impian
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.