Home Serba Serbi Penelitian Stetoskop Lebih Kotor Dibanding Tangan Dokter

Stetoskop Lebih Kotor Dibanding Tangan Dokter

466
0

Kebersihan wajib diperhatikan kapan dan di mana saja. Termasuk di fasilitas kesehatan yang kerap dianggap tempat steril.

Dalam risetnya, peneliti menemukan sumber kontaminasi baru dalam fasilitas kesehatan, yaitu stetoskop dokter. Bagi seorang dokter, stetoskop adalah layaknya lengan ketiga yang sama penting dengan bagian tubuh lainnya.
Peneliti dari University of Geneva Hospitals menemukan, alat ini tidak diperlakukan seperti seharusnya. Tim riset menyatakan, mengacuhkan kebersihan stetoskop akan memicu penularan penyakit, sama seperti tidak menjaga kebersihan tangan.
“Stetoskop digunakan berulang kali dan kontak langsung dengan kulit pasien, maka alat tersebut bisa menjadi sarang ribuan bakteri. Termasuk Methicillin Resistant Staphylococcus Aureus (MRSA) dari pemeriksaan sebelumnya. Stetoskop bisa menjadi faktor penting peenularan penyakit,” kata peneliti yang juga direktur Infection Control Program, Didier Pittet.
Pittet dan tim mengumpulkan data 71 pasien yang menjalani pemeriksaan oleh satu dari tiga dokter, yang menggunakan sarung tangan dan stetoskop steril. Tim kemudian mengumpulkan contoh bakteri dari jari, tangan, dan stetoskop.
Secara keseluruhan, hanya ujung-ujung jari dokter yang lebih kotor daripada stetoskop. Area lain seperti punggung, telapak, dan pinggir telapak tangan atau hypothenar eminence, menunjukkan kontaminasi yang lebih rendah dibanding stetoskop. Bagian pemeriksa stetoskop (stetoskop tube) menunjukkan kontaminasi yang lebih tinggi dibanding punggung tangan dokter.
Menurut Pittet inti masalah terdapat pada upaya edukasi yang efektif. “Ada panduan kapan dan bagaimana membersihkan tangan. Namun tidak ada panduan kapan dan bagaimana membersihkan stetoskop,” ujarnya pada ABC News.
Namun beberapa ahli penyakit infeksi menyarankan pasien tak terlalu mencemaskan temuan studi ini, terutama yang membahas soal bakteri MRSA.
“Sampai saat ini, belum jelas apakah stetoskop dapat menjadi sumber infeksi MRSA. Tentunya stetoskop tidak sama dengan sumber infeksi lain, di dalam maupun luar dunia medis,” kata John Bartlett dari Johns Hopkins. Pada saat bersamaan, peningkatan paparan bakteri dapat menimbulkan risiko lebih besar pada pasien.
Yang pasti, soal kebersihan tak hanya tanggung jawab dokter, melainkan juga pasien. Dokter memang harus menjaga tangan dan stetoskop tetap bersih, tetapi pasien pun perlu pro aktif dan bertanya untuk memastikan apakah tenaga kesehatan telah menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan.
“Hal ini beralasan untuk ditanyakan. Jika pasien bertanya maka dokter akan menjawab, ya kami telah melakukannya,” kata dokter spesialis infeksi, William Schaffner, dari Vanderbilt University pada ABC.   (kompas)
Previous articleSejarah Soekarno Pernah Dikawal Yakuza dan Agen CIA
Next articlePelawak Jojon Meninggal Dunia
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.