Home Serba Serbi Penelitian Kenapa Mata Melebar Saat Takut?

Kenapa Mata Melebar Saat Takut?

603
0

Ketika berada di rumah sendirian dan mendengar suara yang misterius, kedua mata akan membuka lebar secara refleks. Tapi saat melihat sesuatu yang menjijikan, mata akan menyipit. Para peneliti yang dipimpin Profesor Adam Anderson dari Cornell University College of Human Ecology kemudian tertarik untuk mengupas alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

Dalam penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Psychological Science, mereka mengatakan bahwa ekspresi wajah yang berlawanan didasarkan pada respons emosional yang menggunakan cara mata mengumpulkan dan memfokuskan cahaya untuk mendeteksi ancaman tak dikenal.

Saat mata terbuka lebar menanggapi rasa takut, ujar peneliti, ini akan meningkatkan sensitivitas dan memperluas bidang visi untuk mengindentifikasi bahaya di sekitarnya. Saat mata menyempit karena rasa jijik, ini akan menghalangi cahaya dan mempertajam fokus untuk menentukan sumber ketidaksenangan.

Namun ilmuwan menyatakan, temuan mereka menunjukkan bahwa ekspresi wajah manusia muncul dari reaksi adaptif terhadap rangsangan di lingkungan, bukan sebagai sinyal komunikasi sosial. Menurut Anderson, fungsi berlawanan ini –mata melebar dan menyempit– barangkali merupakan asal-usul primitif kapasitas ekspresif wajah.

“Tindakan ini tidak terbatas pada rasa jijik dan takut, seperti yang kita tahu gerakan-gerakan ini memainkan peran besar bagaimana seluruh ekspresi berbeda, termasuk terkejut, marah, bahkan bahagia,” ujar Anderson seperti dilansir laman Medical News Today.

Peran emosi

Emosi menyaring realitas dan membentuk apa yang dilihat manusia sebelum cahaya benar-benar masuk bagian dalam mata. Anderson menjelaskan meski manusia memikirkan persepsi sebagai proses yang terjadi setelah otak menerima gambar, sebenarnya emosi mempengaruhi penglihatan pada saat-saat awal visual encoding.

Saat ini, Anderson dan timnya tengah mempelajari bagaimana gerakan mata yang kontras bisa menjelaskan bahwa ekspresi wajah pada manusia telah berevolusi untuk mendukung komunikasi nonverbal lintas budaya yang berbeda.

“Kita tahu bahwa mata dapat menjadi dasar yang kuat untuk membaca apa yang orang pikirkan dan rasakan,” katanya.  (umi/viva)

Previous article7 Tips Agar Cepat Move On Saat Si Mantan Sudah Punya Kekasih Baru
Next articleFilm Noah Dilarang Tayang di Indonesia
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.