Home Otomotif Honda Hentikan Produksi Tiger, Onderdil di Jamin 7 Tahun

Honda Hentikan Produksi Tiger, Onderdil di Jamin 7 Tahun

638
0

Setelah Yamaha Indonesia mengumumkan penghentian produksi Scorpio tahun ini, giliran Honda mengambil langkah serupa. Setelah memastikan menghentikan produksi CS-1, kini PT Astra Honda Motor (AHM) akan melakukan hal sama kepada Tiger.

Dugaan ini merujuk pada data produksi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), menunjukkan kalau produksi AHM sudah tidak merakit Tiger, dua bulan pertama tahun ini. “Kan CS-1 sudah (dihentikan produksinya), sekarang giliran Tiger. Informasi lengkapnya akan kami sampaikan akhir minggu ini,” jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM, Selasa (11/3/2014).

Sepeda motor sport 200 cc andalan Honda ini sudah dipasarkan sejak 1993 dan terus berevolusi sampai 2013. Memasuki era injeksi, mesin SOHC 200 cc berpendingin udara sepertinya sudah dirasa jadul dan tidak masuk skala ekonomi jika diinjeksikan.

Sumber internal AHM menjelaskan, sampai saat ini nama Tiger masih dibahas apakah tetap digunakan atau diganti dengan model baru di segmen sama, sport touring. Kabarnya, telah disiapkan mesin pengganti buat Tiger berkode CB230. Sesuai kodenya, maka akan menawarkan kubikasi lebih besar dari model sebelumnya.

Honda memang punya mesin 230cc yang dipakai pada trail CRF 230. Tapi, mesin itu masih konvensional berpendingin udara dan memanfaatkan asupan bahan bakar melalui karburator. Jadi, informasi masih digali, dan tunggu informasi berikutnya!

Honda Jamin Ketersediaan Onderdil Tiger sampai 7 Tahun

Bagi Anda pemilik Honda Tiger yang baru membeli sepeda motornya tahun lalu atau awal tahun ini, jangan kaget mendengar berita PT Astra Honda Motor (AHM) mengentikan pemasarannya. Pasalnya, penguasa pasar sepeda motor nasional ini menjamin ketersediaan onderdil di pasar.

“Kami jamin suku cadang tiger akan tetap dipasok dalam 7 tahun ke depan,” jelas Margono Tanuwijaya, Direktur Pemasaran AHM di Pontianak, Sabtu (15/3/2014).

Sampai 11 Maret 2014, level stok Tiger lawas yang masih tersedia di seluruh jaringan pemasaran Honda sudah tiris, tercatat 975 unit. Dengan jumlah stok yang kecil, AHM mengaku tidak khawatir stok justru akan membebani pada akhirnya.

“Justru dengan sisa stok yang ada konsumen banyak yang memburu. Tidak sampai sebulan, stok ini akan habis,” beber Margono.

Produksi
Dengan, dihentikannya produksi Tiger, AHM mengatakan tidak terlalu banyak pengaruhnya kepada kinerja pabrik AHM di Pulogadung. Pasalnya, kapasitas Tiger yang relatif sedikit, berkisar 1.000 unit per bulan.

“Kapasitas produksi kami untuk tipe sport berkisar 500.000 unit per bulan. Tapi, jumlah ini masih bisa dinaikkan, tanpa harus menambah kapasitas produksi sampai 20 persen,” beber Margono. (kompas)

Previous articleIni Bukti Malaysia Airlines MH370 Sengaja Hindari Radar
Next articleOtak Mengingat Berdasarkan Waktu Kejadian
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.