Home Serba Serbi Penelitian Berapa Usia Jantung Anda?

Berapa Usia Jantung Anda?

567
0

Jika Anda merasa tua, cobalah periksa jantung Anda. Pasalnya, faktor seperti tinggi badan, berat badan, tekanan darah, dan kolesterol dapat mengatakan seberapa tua atau muda usia jantung dibandingkan dengan usia Anda yang sebenarnya. Baru-baru ini, peneliti asal Spanyol mengungkapkan, mengetahui angka ini dapat membuat Anda lebih cepat menyadari status kesehatan.

Dalam studi ini, orang yang mengetahui usia jantungnya cenderung melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat dibandingkan dengan mereka yang hanya menggunakan penilaian Framingham yang mengalkulasi risiko 10 tahun sebagai persentase, atau yang hanya diberi nasehat kesehatan. Diketahui, dengan mengetahui usia jantung, orang juga dapat mengukur risiko penyakit jantung yang ada pada diri mereka.

Misalnya, setelah menerima informasi, satu tahun berikutnya kelompok yang mengetahui usia jantungnya memiliki jantung 1,5 lebih muda daripada sebelumnya. Dibandingkan dengan kelompok Framingham, jantung mereka hanya lebih muda 0,3 tahun. Kebalikannya, kelompok yang diberi nasehat kesehatan justru jantungnya bertambah tua 1,2 tahun.

Eric Topol, kepala petugas ademik di Scripps Health, mengatakan, usia jantung lebih mudah untuk dimengerti. Menurutnya, dengan mengetahui kondisi jantung yang lebih buruk daripada yang seharusnya akan membuat orang lebih mudah berubah untuk hidup lebih sehat.

Hidup lebih sehat, lanjut dia, misalnya dengan melakukan olahraga rutin, pola makan sehat, berhenti merokok, dan mencapai berat badan yang ideal. “Namun mengetahui angka tersebut bukan berarti membebaskan dari permasalahan jantung,” cetus Topol.

Meskipun begitu, Topol menegaskan akurasi tes ini belum diuji untuk kelompok masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, tes ini belum dapat dikatakan valid untuk semua kelompok masyarakat.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), untuk mengurangi “usia” dari jantung maka perlu dilakukan tindakan seperti perubahan gaya hidup. Hal ini terbukti dapat mencegah 200.000 kematian dari penyakit jantung dan stroke di tahun 2010. (kompas)

Previous articlePentingnya Cek Tensi di Lengan Kanan dan Kiri
Next articleTerjawab, Kenapa Ponsel Penumpang MAS MH370 Masih Berdering?
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.