Home Woman 5 Tips cinta dari tahun 1950-an

5 Tips cinta dari tahun 1950-an

527
0

Sekitar tahun 1950-an, posisi wanita dalam suatu hubungan bisa dikatakan masih terbatas. Kebebasan berekspresi wanita masih di bawah bayang-bayang kaum Adam. Kebanyakan dari mereka memang tak jauh-jauh dari peran sebagai seorang ibu rumah tangga. Tetapi, itu bukan berarti tak ada pelajaran yang bisa dipetik dari mereka, terutama terkait cinta. Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir dari She Knows.

1. Pikirkan perilaku Anda
Mungkin, nasihat ini terdengar kuno. Menjadi diri sendiri itu memang diperlukan, tetapi, cobalah menjaga kebiasaan buruk Anda. Ketika seorang pria melihat Anda bersikap begitu baik, itu bisa menjadi inspirasi baginya untuk berbuat serupa.

2. Jadilah menarik bagi pasangan
Ketika suami pulang kerja, Anda memang tidak harus mengenakan rok terbaik dan menyiapkan makan malam dengan menu ayam panggang. Kenakan saja celana jins, atasan lucu, dan sedikit lipgloss untuk menyambutnya. Dia mungkin tidak akan menampakkan keterkejutannya, tetapi dia akan melihat Anda begitu berbeda.

3. Makan bersama di meja makan
Sebelum saluran televisi kabel mencapai ribuan seperti saat ini, makan malam bersama adalah acara utama, bukan sekadar renungan. Berbincang dengan pasangan dan matikan sementara televisi Anda. Anda mungkin akan terkejut dengan banyaknya hal yang bisa dibicarakan. Kalau perlu, sambil mendengarkan lagu oldies lewat radio atau I-Phone Anda.

4. Selalu dukung pasangan
Di tahun 1950-an, ada suatu batas yang jelas. Pria pergi bekerja, sementara wanita tinggal di rumah. Tetapi, dukungan untuk pasangan tak pernah berhenti. Nah, jika si dia sudah terlihat gugup sebelum melakukan presentasi kerja, catatan di tas kerjanya atau email atau ucapan, “Good luck!” akan sangat membantu.

5. Kenakan kembali gaun itu
Apakah renda dan sutra yang lembut sudah tidak terlihat cantik? Atau, gaun tidur wanita abad pertengahan itu tidak lagi menarik? Pria suka kelembutan. Dan, kami berani bertaruh Anda akan merasa lebih seksi juga.

Masa lalu memang memberikan banyak pelajaran, tak terkecuali soal asmara. (merdeka)

Previous articleSejarawan: Jika Calonarang ‘dibangkitkan’ bencana bagi Indonesia
Next articleOngkos Naik Haji Tahun Ini Turun
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.