Home Berita Terkini 20 Penumpang MH370 Ternyata Teknisi Militer AS

20 Penumpang MH370 Ternyata Teknisi Militer AS

592
0

Freescale, perusahaan Amerika yang bergerak di bidang produksi dan merancang alat-alat berat termasuk mikrocip untuk industri pertahanan, mengungkapkan 20 karyawannya merupakan penumpang pesawat Malaysia Airlines MH370 yang dinyatakan hilang sejak Sabtu dinihari, 8 Maret 2014.

Ke-20 karyawannya itu merupakan staf senior Freescale dengan rincian 12 orang berkebangsaan Malaysia dan delapan lainnya warga Cina. “Mereka semua memiliki banyak pengalaman dan berlatar belakang teknis. Mereka merupakan orang yang sangat penting,” kata juru bicara Freescale, Mitch Haws, seperti dikutip Express.co.uk, Rabu, 19 Maret 2014.

Mereka terbang dengan MH370 dari Kuala Lumpur ke Cina untuk bertemu rekan bisnisnya guna  meningkatkan pelayanan terhadap produk yang dibeli konsumernya.

Di lamannya, Freescale mengumumkan memproduksi frekuensi radio yang memenuhi kebutuhan untuk diaplikasikan pada dunia penerbangan, radar, komunikasi dan peluncur rudal, peralatan elektronik, serta pengidentifikasi sekutu atau lawan.

Pada Juni tahun lalu, Freescale mengumumkan tim khusus yang mendedikasikan diri mereka untuk memproduksi produk frekuensi radio bagi industri pertahanan itu. Tim khusus itu adalah 20 stafnya yang terbang dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, Cina, dengan menggunakan pesawat MH370.

Nah, lima hari sebelum mereka terbang, tepatnya pada Senin,3 Maret 2014, perusahaan itu merilis sebelas gadget baru untuk komunikasi berfrekuensi tinggi, VHF, low-band UHF radar, dan radio komunikasi.

Nahas, pesawat MH370 berikut 239 penumpang, termasuk 20 staf Freescale yang memproduksi gadget teranyar itu, menghilang dari radar, Sabtu dinihari, 8 Maret 2014. Hingga saat ini, lokasi pesawat belum ditemukan. Pemerintah Malaysia bersama 26 negara ikut melakukan pencarian atas pesawat itu.

Presiden dan CEO Freescale, Gregg Lowe, menyatakan perasaan dukanya yang mendalam. Perusahaan, ujar dia, tetap memonitor situasi dan akan menyediakan semua informasi yang berkaitan dengan pencarian 20 stafnya yang dikategorikan sebagai karyawan “sangat penting”.

“Saat ini kami semata-mata fokus pada karyawan kami dan keluarga kami,” kata Gregg Lowe di laman Freescale, 8 Maret 2014. “Doa dan pikiran kami hanya kepada mereka yang menjadi korban dari peristiwa tragis ini.”

Pemilik saham Freescale di antaranya Carlyle Grup, investor saham swasta yang pemiliknya adalah sejumlah penasehat mantan Presiden Amerika Serikat, Goerge Bush Sr, dan mantan Perdana Menteri Inggris John Major.

Saudi Binladin Grup, perusahaan konstruksi milik keluarga Osama bin Laden, merupakan salah satu klien Carlyle.

Tak heran kemudian muncul dugaan penghilangan MH370 adalah sebuah kejahatan konspirasi. Sebelumnya, hilangnya pesawat ini diduga sebagai bentuk aksi terorisme.

Para ahli telah bertanya-tanya dengan pesawat jet berpenumpang ratusan orang penerbangan pesawat itu tidak terdeteksi. Belakangan pesawat itu baru terdeteksi oleh radar militer. (tempo)

Previous articleIni Cara Perusahaan Satelit Inggris Inmarsat Lacak Pesawat MH370
Next articleMasuk Indonesia, Lenovo Vibe Z Dihargai Rp 6 Juta
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.