Home Serba Serbi Penelitian Manfaat Tersembunyi di Balik Kebiasaan Buruk Pria

Manfaat Tersembunyi di Balik Kebiasaan Buruk Pria

423
0

Melihat pria bermalas-malasan, sulit bangun pagi, dan mudah marah memang menjengkelkan. Tapi ternyata, kebiasaan-kebiasaan itu tidak selamanya buruk bagi kehidupan mereka.

Asal tidak berlebihan, kebiasaan buruk yang dianggap menjengkelkan oleh wanita, justru bermanfaat. Dilansir Men’s Health, berikut kebiasaan buruk pria yang ternyata menyehatkan.

Bermalas-malasan sepulang kerja

Sebuah penelitian di Belanda mengungkap, aktivitas yang dilakukan seseorang usai bekerja berdampak terhadap dedikasinya pada pekerjaan esok hari.

Mereka yang tidak pernah bisa rileks bahkan saat jam kerja usai, cenderung tidak akan rileks dan fokus saat harus kembali datang ke kantor.

Sedangkan mereka yang menghabiskan waktu malamnya dengan menonton, duduk di kursi malas, atau menghabiskan malam bersama teman, justru dapat meningkatkan produktivitasnya keesokan hari.

Bolos kerja

Firma akuntan, Ernst & Young melakukan studi terhadap pekerjanya sendiri. Ditemukan, setiap 10 jam tambahan libur untuk karyawan, di akhir tahun performa mereka meningkat secara signifikan.

Karyawan yang sering berlibur lebih betah bekerja. Jadi manfaatkan jatah libur Anda demi kesehatan mental.

Olahraga setengah hati

Bagi pemula, bisa muncul di gym saja sudah lebih baik daripada tidak datang sama sekali. Karena itu, Jessica Wilson, pemilik Wilson Fitness Studios Chicago menyarankan berolahraga semampu dan seluang waktu Anda.

Kerahkan energi sepenuhnya dalam kurun waktu tersebut. Dengan begitu, manfaat yang dirasakan tubuh, terutama sistem internal dan penampilan fisik, akan optimal.

Melampiaskan amarah

Penelitian dari National Institute of Health and Swedish menemukan, pria yang sering memendam amarah kerap mengalami pengerasan pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Orang yang tidak pandai mengelola amarah akan mengalami peningkatan hormon stres. Pada akhirnya, meningkatkan tekanan darah dan merusak dinding arteri.

Iseng browsing di tengah jam kerja

Penelitian dari University of Illionis Urbana-Champaign di tahun 2011 mengungkap, orang yang bekerja selama 50 menit penuh akan mengalami penurunan performa. Berbeda dengan jika mereka mengambil dua kali jeda singkat.

Penelitian dari Hiroshima University menambahkan, menatap sejumlah gambar hewan dapat membantu seseorang agar bekerja lebih cepat dan melakukan lebih sedikit kesalahan. Browsing video kucing lagi saat mulai bosan? Ide yang menarik.

Belanja impulsif

Kebiasaan belanja impulsif pria kerap membuatnya dianggap tidak mampu mengelola keuangan. Namun, belanja impulsif ternyata dapat mengantisipasi hal-hal yang mungkin saja terjadi di masa depan.

Jadi, biarkan saja dia membeli jaket musim dingin yang entah kapan akan digunakan. Mungkin suatu saat ia memang benar-benar membutuhkannya. (umi/viva)

Previous articleBanjir Surut, Lukisan “Buatan JIN” Muncul di Dinding Rumah Warga
Next articleStudi: Makin Tua, Pria Makin Tidak Bahagia!
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.