Home Serba Serbi Fenomena Istri Hamil, Mengapa Suami Ikut Mual-mual?

Istri Hamil, Mengapa Suami Ikut Mual-mual?

783
0

Di awal kehamilan adalah hal yang wajar jika calon ibu mengalami mual, muntah, atau ngidam. Tetapi tak sedikit calon ayah yang juga ikut mengalaminya.

Ternyata, para calon ayah yang mengalami “morning sickness” itu juga bukan hal yang aneh. Bahkan ada istilah ilmiah untuk femonena para calon ayah yang ikut merasakan mual-mual tersebut, yakni sindrom Couvade.

Sindrom couvade adalah kondisi di mana calon ayah ikut mengalami gejala-gejala kehamilan seperti berat badan naik, mual, insomnia, dan juga mood swing.

Fenomena ini diperkirakan dialami oleh banyak calon ayah. Dalam sebuah penelitian tahun 2005 diungkapkan, 90 persen pria yang istrinya sedang hamil mengalami paling tidak satu gejala-gejala di awal kehamilan.

Sindrom cauvade yang berat bahkan bisa membuat seorang pria mengalami nyeri perut seperti halnya wanita yang akan melahirkan.

Sebagian ahli percaya bahwa gejala ngidam dan mual-mual yang dirasakan calon ayah tersebut merupakan bagian dari masalah psikologi. Dalam penjelasan di sebuah jurnal ilmiah disebutkan gejala-gejala tersebut bisa jadi merupakan konsekuensi dari rasa iri pria pada kemampuan prokreatif para peremuan.

Penjelasan lain menyebutkan sindrom cauvade muncul karena para calon ayah dilanda kecemasan akan perubahan hidup yang akan dialaminya. Rasa cemas ini mendorong mereka mencari kenyamanan, antara lain dengan makan lebih banyak sehingga berat badan ikut bertambah.

“Saat berat badan bertambah, jaringan lemak semakin banyak yang akan mengubah testosteron menjadi estrogen. Peningkatan level estrogen ini bisa memicu mood swing dan juga rasa mual,” kata Michele Hakakkha, dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Sementara itu gejala sulit tidur disebabkan karena kurang tidur. Misalnya karena si istri di awal kehamilan sulit tidur, maka waktu tidur suami juga berkurang karena menemani sang istri.

Lantas, bagaimana mengatasi gejala-gejala morning sickness ini? Cobalah melakukan olahraga berdua, rileksasi dengan pijat, atau melakukan kegiatan lain yang membuat rileks.

“Para istri juga harusnya memahami bahwa meski calon ayah tidak membawa bayi di perutnya, namun mereka bersimpati dan merasa terlibat sangat mendalam dengan kondisi istri,” katanya. (kompas)

Previous articleSalah Kaprah Pilih Suplemen
Next articleKisah dan Mitos di Balik Logo Apple
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.