Home Serba Serbi Sejarah Walau pernah dibom Jepang, Bendung Katulampa masih kokoh

Walau pernah dibom Jepang, Bendung Katulampa masih kokoh

792
0

Sebagai benteng pertama DKI Jakarta selagi musim penghujan, bendung Katulampa di wilayah Kota Bogor, Jawa Barat memiliki nilai sejarah yang kuat. Bahkan, nama bendung penahan banjir ini memiliki filosofis tinggi.

Kepala Pengawas Bendung Katulampa, Andi Sudirman mengatakan, Katulampa itu awalnya dari nama batu Ciliwung yang berwarna hitam. Namun, bagi orang-orang sunda terdahulu, nama tersebut merupakan sebuah peribahasa.

“Katulampa itu peribahasa kata orang-orang dulu. Orang sunda Wiwitan menyebutnya, katu kelampahnya artinya segala sesuatu tergantung perbuatan kita,” ungkapnya, Selasa (21/1).

Secara luas, jelas Andi, bila kita berbuat baik ke depannya pun akan menerima hasil yang sama. Namun, bila sebaliknya, hasilnya pun akan buruk.

“Kalau baik insya allah akan baik, kalau jelek hatinya jelek juga. Gimana tanaman kita saja. Kalau ditanamnya baik hasilnya juga baik,” jelasnya sambil terus memonitor ketinggian air di bendung Katulampa.

Sama dengan air. Jika manusia menjaga lingkungan, air akan menjadi sahabat. Namun jika lingkungan rusak, air akan menjadi musuh. Terbukti dengan banjir yang selalu menyerang Jakarta dan sekitarnya.

Andi menceritakan, terbentuknya bendung ini sudah dibangun sejak tahun 1889 oleh penguasa wilayah timur bernama Tuan Perkis. Akhirnya, proyek tersebut bisa dirampungkannya setelah 22 tahun, tepatnya tahun 1911.

Bendung dengan panjang mencapai 82 meter ini, kata Andi, pada zaman sebelum kemerdekaan sempat pernah dibom oleh Jepang. Namun, penghancuran itu rupanya gagal dan Katulampa tetap berdiri kokoh.

“1942 Katulampa dibumi hangusnkan oleh jepang, tetapi tidak meledak, tidak hancur. Malah bom-bomnya tertanam di sungai Ciliwung. Itulah anugerah dari Tuhan kepada Katulampa pada saat itu,” terangnya. (merdeka)

Previous articleMisteri Warna Hijau yang Disukai Nyi Roro Kidul Untuk Tumbal
Next article7 Cara merawat Rambut Lepek dan Berminyak
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.