Home Teknologi Autodesk – Best Visual Effects Pada Film Hollywood

Autodesk – Best Visual Effects Pada Film Hollywood

553
0

Inception, Harry Potter, atau Black Swan merupakan segelintir dari puluhan film Hollywood yang sukses di pasaran. Semua ini berkat kelihaian efek visual dari Autodesk.

Proses transformasi pemandangan kota yang luar biasa pada film ‘Inception’ bisa terjadi berkat bantuan perangkat lunak efek visual dari Autodesk, Inc. yang menandai bahwa perangkat Autodesk Digital Entertainment Creation telah digunakan selama 16 tahun berturut-turut dalam film peraih Best Visual Effects pada penghargaan Oscar.

“Kami sangat senang dengan kemenangan ‘Inception’ dan pengguna Autodesk sejak lama, Double Negative,” ujar Marc Petit, senior vice president Autodesk Media & Entertainment, dalam keterangannya.

“Tim Double Negative melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam membawa penonton ke dalam mimpi sang karakter utama dengan efek visual inovatif yang menggabungkan secara mulus elemen-elemen digital dengan efek khusus dan rekaman live-action,” ujar Petit.

Berikut beberapa film pengguna Autodesk yang telah meraih sukses besar
1. Inception. Autodesk digunakan untuk menciptakan lanskap visual yang tak terlupakan dimana mimpi dan realita menjadi satu dalam kisah rumit tentang penyelamatan. Double Negative menggunakan perangkat VFX untuk melipat seluruh blok kota di Paris ke dalam kota itu sendiri, mendirikan hamparan luas bangunan-bangunan modern dan meruntuhkan gedung-gedung bobrok ke dalam laut.

2. Alice in Wonderland, karakter-karakter computer-generated (CG) berinteraksi dengan para penampil live-action, karakter-karakter tersebut direnggangkan dan didistorsi agar terlihat sangat berbeda dengan penampilan mereka di dunia nyata. Sony Pictures Imageworks (SPI), penyedia fasilitas utama pada proyek ini, menggunakan perangkat lunak Autodesk Maya, Autodesk Mudbox dan Autodesk Flame.

3. Iron Man 2. ILM, yang telah menciptakan 527 shot efek dalam film ini, menciptakan pakaian Iron Man yang luar biasa dan adegan aksi spektakuler menggunakan bantuan Maya dan Flame. Perangkat Autodesk Digital Entertainment Creation juga penting dalam pekerjaan pra visualisasi oleh The Third Floor (700 shot unik) ini.

4. Harry Potter and the Deathly Hallows: Part I. MPC (180 shot), Framestore (100 shot), Baseblack (250 shot), Cinesite (100 shot), Double Negative (190 shot) dan Rising Sun Pictures menciptakan secara digital karakter-karakter dari dunia lain dan efek-efek yang mendiami dunia Harry dan Hogwarts termasuk para Deatheater, Dementor, transformasi karakter, penggandaan digital, api dan pertempuran.

5. Hereafter. Dibuka dengan adegan luar biasa dari bencana tsunami yang menghancurkan sebagian besar garis pantai Thailand di tahun 2004. Untuk menciptakan adegan air photorealistic CG, Scanline VFX menggunakan perangkat lunak Autodesk 3ds Max untuk modeling, animasi, rigging, simulasi pakaian dan rambut. Seluruh simulasi air dan api diciptakan menggunakan sistem proprietary fluid simulation, Flowline, yang terintegrasi dengan 3ds Max dan V-Ray untuk rendering; untuk simulasi kumpulan orang dengan motion capture, Scanline menggunakan Motion Builder.

6. The Lost Thing. Co-sutradara Andrew Ruhemann dan Shaun Tan dari Passion Pictures Australia menggunakan berbagai perangkat lunak Digital Entertainment Creation untuk menceritakan kisah tentang seorang anak laki-laki dan makhluk yang ia temukan dipantai. Perangkat lunak Autodesk Softimage digunakan untuk modeling, rigging, animasi, pencahayaan, rendering, dinamika dan efek partikel; perangkat lunak Autodesk Smoke untuk online mastering dan conform; dan Autodesk Lustre untuk color grading.

7. The Gruffalo. Sutradara Jakob Schuh dan Max Lang dari Magic Light Pictures, menghidupkan buku cerita klasik ini menggunakan kombinasi Maya untuk Animasi, Autodesk Combustion untuk compositing dan Mudbox untuk texturing dan sculpting 450 shot.

8. Black Swan. Tim Stipan dari Technicolor New York menggunakan perangkat lunak Lustre untuk melakukan color grading dalam film ini, sementara LOOK Effects, Inc. menggunakan Maya untuk menciptakan 210 shot efek visual, termasuk transformasi menakjubkan aktris Natalie Portman menjadi Black Swan.

9. True Grit. EFILM menggunakan Eworks, alur kerja yang dibangun di Lustre, untuk melakukan pewarnaan dalam remake film barat klasik karya Coen Brothers, menggunakan warna bersahaja dan berdebu.

Previous articleHyperion, Pohon Tertinggi di Dunia
Next article4 Trik Menyehatkan Minyak saat Memasak
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.