Home Kesehatan Susu Kedelai dan Susu Kental Manis, Bukanlah Susu

Susu Kedelai dan Susu Kental Manis, Bukanlah Susu

824
0

Saat ini banyak produk yang dijual di masyarakat dengan menggunakan label susu, seperti susu kedelai dan susu kental manis. Padahal tidak semua produk tersebut termasuk kategori susu.

“Masih banyak produk yang menggunakan label susu yang sebetulnya tidak bisa masuk ke dalam kategori produk diary,” ujar ahli nutrisi Emilia E Achmadi, MS, RD.

Emilia menjelaskan susu adalah cairan yang diproduksi oleh kelenjar susu pada mamalia termasuk manusia.

Sedangkan seperti susu kedelai tidak termasuk susu karena ia berasal dari nabati, tapi ia bisa menjadi replacement (pengganti) pada orang yang tidak bisa mengonsumsi susu.

“Susu kental manis tidak masuk ke dalam kategori susu karena kandungan kalsium dan protein rendah, tapi gula dan lemaknya tinggi. Mending nggak usah minum susu daripada harus minum susu kental manis dan lebih baik ganti dengan sumber protein lain seperti dari tahu dan juga tempe,” ungkapnya.

Selain itu sampai sekarang masih ada kesalahpahaman di masyarakat yang takut untuk mengonsumsi susu karena khawatir berat badannya akan semakin meningkat, padahal menjadi gemuk bisa disebabkan jika salah memilih jenis susu atau pola makan yang salah.

“Menghindari susu karena nggak mau gemuk, tapi saat bersamaan giliran ada tahu goreng isi bisa makan 4-5 dan nggak mikirin lemaknya. Pilihan makanan lain ini juga bisa bikin gemuk,” ungkapnya.

Ketakutan akan kenaikan berat badan menjadi pemicu utama orang dewasa menghindari susu, untuk itu susu rendah lemak menjadi produk pilihan yang paling tepat bagi orang dewasa yang takut gemuk.

Di dalam susu terdapat protein kualitas tinggi yang mudah dicerna dan diserap dalam jumlah tinggi serta bisa turut membantu menjaga bentuk tubuh atau menurunkan berat badan. Ini karena konsumsi susu bisa mencetuskan lebih banyak energi dan meningkatkan metabolisme.

Ini Urutan Susu yang Terbaik untuk Dikonsumsi

Saat ini ada berbagai macam susu yang ditawarkan di masyarakat, mulai dari susu murni hingga yang berbentuk bubuk. Apa urutan susu yang terbaik dan bagaimana cara memilih susu yang benar agar manfaatnya besar?

“ASI berada diurutan pertama, selanjutnya pilihan susu tergantung pada kesiapan pencernaan anak,” ujar Emilia.

Emilia menuturkan klasifikasi susu yang baik adalah:
1. ASI alias air susu ibu yang merupakan minuman terbaik untuk bayi.

2. Susu murni pasteurisasi, karena proses pasteurisasi yang sangat cepat membuat zat gizi yang rusak lebih sedikit atau minimum, serta komposisinya sangat dekat dengan susu yang diproduksi oleh sapi.

3. Jika memang susu pasteurisasi tidak ada maka pilihlah susu UHT (Ultra High Temperature), susu UHT ini tidak memiliki pengawet tapi ia mampu bertahan di suhu ruang. Namun kedua susu ini disarankan untuk anak usia di atas 5 tahun.

Emilia menjelaskan untuk anak di bawah usia 1 tahun tidak disarankan minum susu murni, karena ada perbedaan bentuk protein di ASI dengan protein dalam susu murni. Hal ini karena kesiapan pencernaan anak tidaklah sama.

“Cobalah sedikit-sedikit, kalau reaksinya nggak baik seperti perut kembung, pup-nya cair, ini tanda pencernaan anak nggak siap untuk konsumsi susu pasteurisasi. Tapi kalau anak kelihatan baik-baik saja maka pencernaanya baik dan bisa dilanjutkan. Jadi harus secara individu perhatikan reaksi anak,” ungkapnya.

4. Urutan selanjutnya ditempati oleh susu bubuk
Hal ini karena adanya fortifikasi yang perlu dilakukan untuk melengkapi kandungan nutrisi yang hilang akibat proses pengeringan. Susu bubuk ini sebaiknya hanya dikonsumsi apabila susu segar tidak dapat ditemukan.

5. Susu kental manis
Walaupun sebenarnya ini tidaklah masuk ke dalam kategori susu karena ia memiliki kandungan lemak dan juga gula yang tinggi, namun rendah protein dan kalsium.

“Mending nggak usah minum susu daripada harus minum susu kental manis dan lebih baik ganti dengan sumber protein lain seperti dari tahu dan juga tempe. Untuk susu bubuk yang diencerkan itu nggak oke, tapi lebih baik daripada tidak minum susu sama sekali,” ujar Emilia yang mendapat gelar bachelor of science clinical dietetics dari Oklahoma State University, AS.

Sementara itu untuk orang dewasa yang takut mengonsumsi susu karena khawatir berat badannya terus bertambah, maka susu rendah lemak menjadi produk pilihan yang paling tepat, sehingga tidak perlu menghindari susu.

Previous articleApa yang Terjadi Jika Jendela Pesawat Dibuka?
Next article9 Kondisi yang Menyebabkan Rasa Lapar
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.