Home Serba Serbi Fenomena Perbedaan Orang Jenius dengan Orang Gila

Perbedaan Orang Jenius dengan Orang Gila

925
4

Gambar di atas adalah sebuah buku yang ditulis oleh seorang penulis jenius bernama Jack Kerouac. Ia dianggap sebagai seorang jenius berdasarkan hasil karyanya yang sangat luar biasa.

Sedangkan gambar di atas adalah sebuah lukisan yang dibuat oleh Van Gogh. Seperti yang kita ketahui, Van Gogh adalah salah satu pelukis terkenal kelas dunia. Detail lukisan di atas adalah gambaran diri seorang Van Gogh dengan telinganya yang diperban.

Kedua orang tersebut diakui sebagai orang yang jenius, namun juga memiliki gangguan mental. Berdasarkan lukisan Van Gogh di atas, para ilmuwan berkesimpulan bahwa Van Gogh memiliki gangguan mental dengan melukiskan gambaran diri yang rusak. Para ilmuwan mengatakan bahwa ada benang tipis yang membedakan antara jenius kreatif dengan gangguan jiwa. Orang yang memiliki tingkat IQ yang tinggi, biasanya lebih sering mengalami gangguan mental seperti bipolar dan skizofrenia.

Bipolar adalah gangguan mental, dimana orang tersebut memiliki suasana hati yang ekstrim. Pada suatu periode, penderita dapat memiliki suasana hati yang baik, dimana mereka merasa sangat enerjik dan hiperaktif. Namun dalam waktu hitungan detik, suasana hati mereka dapat berubah menjadi depresi. Ketika mengalami depresi, mereka akan merasa sangat putus asa dan tidak bersemangat.

Sedangkan skizofrenia adalah sebuah keterbelakangan, dimana penderita biasanya cenderung menutup diri dari dunia luar. Mereka akan sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain dan lingkungan luar, sehingga akhirnya menutup diri dan menyendiri.

Kay Redfield Jamison, seorang ilmuwan dari Sekolah Kedokteran John Hopkins melakukan penelitian mengenai hal ini. Kay ingin menyelidiki hubungan antara kejeniusan seseorang dengan gangguan mental bipolar dan skizofrenia. Sebuah studi di Swedia menyatakan bahwa remaja berusia 16 tahun yang memiliki IQ tinggi, biasanya menderita gangguan bipolar dan skizofrenia. Selain itu, orang – orang yang jenius lebih berpotensi untuk menderita gangguan bipolar dan skizofrenia. Dan biasanya akan berkembang 4 kali lebih pesat di usia remaja. Seperti Van Gogh dan Jack Kerouac yang diakui jenius namun memiliki gambaran diri yang rusak.

Pertanyaan yang menarik dari para ilmuwan mengenai masalah ini adalah : “Apakah ada hubungan antara jenius dengan gangguan mental?” Karena banyak dari orang yang jenius menderita penyakit gangguan mental. Selain kedua tokoh jenius di atas, masih banyak tokoh – tokoh jenius lainnya yang memiliki gangguan mental. Seperti salah seorang pemenang hadiah Nobel Matematika yang bernama John Nash. Bahkan, kisah hidup John Nash pernah diangkat menjadi sebuah film. Film tersebut berjudul A Beautiful Mind, dimana tokoh John Nash diperankan oleh Russel Crowe. Film tersebut menceritakan kisah perjuangan John Nash melawan penyakit skizofrenia nya seumur hidup.

Sebuah penelitian yang telah dilakukan akhirnya dapat menjawab pertanyaan para ilmuwan tadi. Ternyata, ada sebuah gen tertentu yang menghubungkan tingkat kejeniusan seseorang dengan gangguan mental yang dialaminya. Gen tersebut dikenal dengan sebutan DARPP-32. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, sebanyak 75 persen orang yang mewarisi gen DARPP-32 ini memang memiliki kemampuan otak di atas rata – rata, namun juga gen ini menyebabkan orang tersebut menderita bipolar atau skizofrenia. Semakin tinggi tingkat kejeniusan seseorang, semakin parah pula gangguan mental yang dideritanya.

Jadi, menjadi seorang jenius itu bisa menjadi berkah atau malah sebaliknya.(Dailymail/rei)

Previous articlePassword Orang Indonesia Paling Gampang Ditebak
Next articleMafia dan Money Laundering
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

4 COMMENTS

  1. semenjak merasakan pendidikan mulai dari tingkat Sekolah Dasar , SMP , SMA s/d Perguruan –

    Tinggi . Pernah menjumpai teman sekolah yang memang benar2 pinternya bukan main , setelah

    saya telusuri secara diam2 , memang kedua orang tuanya berpendidikan tinggi alias pinternya

    karena faktor belajar alias kutu buku ( banyak membaca ) dan herediter atau keturunan . Nah ,

    pertanya’an yang muncul sekarang adalah ” orang jenius semacam Albert Einstein dan yang la –

    inya itu apa juga kutu buku artinya tanpa belajarpun sudah jenius bukan main ” . pertanya’an –

    yang kedua ” seandainya orang2 jenius itu menyalah gunakan otaknya bisa jadi dunia ini kia –

    mat mungkin yaa ” ………. ah !! dasar ngelantur maklum otak pas2an ( mohon jangan ketawa ).

    SALAM HYPPOCRATES CERDAS !!! ( doktertoeloes malang ).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.