Home Serba Serbi Fenomena Malam ini Akan Ada Gerhana Bulan Sebagian

Malam ini Akan Ada Gerhana Bulan Sebagian

1393
0

Bulan terbit dengan sebagian permukaannya tertutup bayangan bumi, Senin malam 4 Juni 2012. Peristiwa ini dikenal sebagai gerhana bulan sebagian dan berlangsung selama dua jam. Hampir dua perlima permukaan bulan akan masuk ke dalam bayangan bumi.

Meski bulan akan tetap terang selama gerhana sebagian itu, latar belakangnya amat menarik dengan langit bertabur bintang, yaitu konstelasi bintang Ophiuchus dan Antares di dekatnya.

Sayangnya, hanya penduduk Indonesia bagian timur yang dapat menyaksikan peristiwa ini secara utuh. Wilayah Indonesia bagian timur, seperti Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Maluku, dan Papua, menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana bulan sebagian. Piringan bulan perlahan ditutup oleh bayangan mulai pukul 18.59 WIT.

Penduduk di wilayah barat Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, hanya dapat menyaksikan gerhana ketika proses itu sudah berlangsung selama satu jam hingga pukul 19.06 WIB karena proses awal sudah terjadi ketika bulan belum terbit.

Fenomena gerhana bulan berikutnya baru bisa disaksikan oleh masyarakat Indonesia pada 15 April 2014,” kata Ketua Program Studi Astronomi Institut Teknologi Bandung Taufiq Hidayat pekan lalu, “ketika itu seluruh permukaan bulan masuk ke dalam bayangan bumi atau gerhana bulan total.”

Mengapa Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan Tak Terlihat di Indonesia Barat?

Bulan akan terbit dengan sebagian permukaannya tertutup bayangan bumi pada malam ini, Senin 4 Juni 2012. Peristiwa yang dikenal sebagai gerhana bulan sebagian ini akan berlangsung selama dua jam. Namun hanya penduduk Indonesia bagian timur yang dapat menyaksikan seluruh proses itu, sedangkan orang di wilayah Indonesia barat, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, hanya dapat menyaksikan separuh dari proses tersebut.

Hal itu terjadi karena gerhana matahari dan bulan selalu datang berpasangan. Gerhana matahari selalu ditemani oleh gerhana bulan yang berlangsung dua pekan sebelum atau sesudahnya. Selisih waktu itu terjadi karena selama dua pekan tersebut bulan menempuh separuh perjalanannya mengelilingi bumi sehingga berpeluang kembali membentuk garis yang hampir lurus dengan bumi dan matahari.

Jika gerhana matahari adalah “pusatnya”, entah total atau annular, gerhana bulan yang kemungkinan besar terjadi adalah ketika bulan hanya berinteraksi sebagian dengan bayangan bumi sehingga, setelah bayangannya menutupi matahari di atas Asia Timur dan barat Amerika Utara pada gerhana matahari cincin pada 20-21 Mei lalu, bulan purnama pada hari ini akan masuk ke dalam bayangan bumi di sebelah utara.

Wilayah yang sebelumnya menikmati pemandangan gerhana matahari pada dua pekan lalu kini akan kembali disuguhi fenomena gerhana bulan. Bila sebelumnya Anda tak dapat menyaksikan gerhana matahari, kali ini pun anda tak bisa melihat gerhana bulan.

Badan Antariksa Amerika Serikat mengatakan bahwa gerhana bulan parsial ini dapat terlihat di Amerika Selatan dan Utara, Australia, Asia Timur, dan seluruh kawasan Samudra Pasifik. “Penduduk di Amerika di sisi Atlantik memperoleh kesempatan istimewa karena gerhana terjadi pada saat bulan baru saja terbit di barat, waktu yang tepat bagi ilusi bulan,” kata NASA dalam situsnya, “bulan yang baru terbit akan tampak luar biasa besar, padahal ukurannya sebenarnya sama saja.”

Previous articleFilm Tentang Si Fenomenal Justin Bieber
Next articleAplikasi Pendeteksi dan Penguat Sinyal untuk Ponsel Android
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.