Ghost Recon, Game Perang dengan Rasa Baru

    1011
    1

    Bila Anda membicarakan sebuah video game bergenre action-war, maka tidak salah bila pikiran Anda langsung tertuju pada permainan-permainan populer seperti Call of Duty atau Battlefield. Tetapi kini, sebuah permainan terbaru akan segera membuat Anda benar-benar terpaku untuk benar-benar menyelesaikan setiap misi yang disajikan.

    Ghost Recon: Future Soldier (GRFS) mempunyai sesuatu yang lebih bila dibandingkan dengan genre sejenisnya. Anda tidak bisa membandingkan gameplay GRFS dengan Call of Duty (CoD). Bila Call of Duty lebih membawa kita kepada aroma action, maka GRFS bisa disebut sebagai perpaduan antara action dengan banyak sentuhan strategi di dalamnya. Namun sekali lagi, GFRS bukanlah CoD.

    Bila Anda memainkan GFRS dengan gaya CoD atau Battlefield, maka hampir dipastikan bahwa Anda tidak akan pernah mampu menyelesaikan misi-misi yang tersedia di dalam setiap levelnya. GFRS adalah sebuah video game yang membutuhkan rasa “hormat” dari diri Anda sendiri. Anda tidak bisa berdiri di ruangan terbuka untuk memborbardir lawan, karena karakter yang Anda mainkan dipastikan akan tewas hanya dalam hitungan detik.

    Anda sangat membutuhkan sedikit ketelitian dalam menghadapi setiap misi. Anda juga tidak disediakan satu kompi bala bantuan untuk membantu Anda menyerbu markas lawan. Di dalam GRFS, Anda hanya akan dibantu oleh tiga personel yang masing-masing memilki karakteristik yang unik. Ketiga personel tersebutlah yang akan menjadi rekan Anda dalam menghadapi serbuan tentara-tentara dalam beberapa misi yang disediakan.

    Dengan hanya beranggotakan empat orang, maka pilihan terbaik bagi Anda adalah dengan menghabisi lawan-lawan Anda satu demi satu. Anda juga harus berhati-hati dalam memilih target berikutnya, karena bisa saja salah seorang anggota musuh bisa mendeteksi keberadaan Anda saat menggunakan jubah tembus pandang ala Harry Potter.

    Tidak. Jubah tembus pandang ini tidak berhubungan sama sekali dengan dunia sihir. Namun, kemajuan teknologi mengijinkan para tentara hantu ini untuk menyelesaikan misi tanpa bisa terlihat oleh para musuh. Kita bisa saja terus-menerus “menghilang” dari pandangan lawan. Ini adalah metode yang paling masuk akal untuk mengalahkan lawan dengan melakukan penetrasi dan penyergapan saat lawan tidak menyadari kehadiran kita.

    Di sisi lain, ada beberapa pilihan yang membuat tidak selamanya Anda harus menghilang dari hadapan musuh. Ada kalanya di saat posisi Anda telah diketahui oleh pihak lawan, maka penyerangan frontal pun harus segera dilakukan. Namun dalam penyerangan frontal tersebut, Anda juga bisa menentukan musuh mana yang harus Anda serang terlebih dahulu. Biasanya, musuh dengan senapan turret dan roket peluncur (RPG) berada dalam daftar prioritas teratas.

    Tetapi, bagaimana Anda bisa membuat daftar prioritas dari musuh-musuh yang menghujani Anda dengan peluru? Anda bisa menggunakan drone untuk menandai target prioritas, sehingga rekan Anda bisa langsung membunuh musuh tersebut. Selain sebuah drone, Anda juga dilengkapi oleh peralatan sensor untuk mendeteksi keberadaan lawan di sekitar Anda.

    Permainan ini juga menyajikan sebuah jalan cerita yang menarik. Sejak menjalankan misi pertama, Anda sudah diberikan berbagai latar belakang kisah yang membuat Anda tidak lagi perlu bertanya-tanya mengenai tujuan para pasukan hantu tersebut.

    Secara keseluruhan, video game ini menawarkan sesuatu yang baru dalam genre peperangan. Ada sebuah perubahan yang menyegarkan dari trend video game perang. Kekurangan satu-satunya adalah ketiadaan karakter yang kuat. Dialog-dialog di dalam cerita ini juga seharusnya bisa menjadi lebih bermakna. Selain itu, tidak ada lagi kekurangan yang bisa mempengaruhi keasyikan Anda bermain Ghost Recon: Future Soldier.

    Previous articleMafia dan Money Laundering
    Next articleSetiap Janin Berpotensi Mengidap 3 Ribu Penyakit?
    Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

    1 COMMENT

    1. hmhhm…….bagus kang,,,
      tapi menurut saya,,,lbih bgus COD ,,,KRN LEBIH alamI dAN sesuai dengan perang yang nyata nya,,,lbih mksud akal gitu..hehehe..
      sorry kang berlawanan pndapat..

    LEAVE A REPLY

    Please enter your comment!
    Please enter your name here

    This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.