Home Serba Serbi Fenomena Waspadai, Gangguan Bipolar Pemicu Selingkuh dan Kematian

Waspadai, Gangguan Bipolar Pemicu Selingkuh dan Kematian

965
0

Perselingkuhan dapat terjadi karena beberapa faktor, seperti bosan, egois, bahkan balas dendam atas perlakuan pasangan. Namun, bila pasangan Anda memiliki riwayat gangguan bipolar, risiko perselingkuhan lebih tinggi juga ada dalam hubungan Anda berdua.

Apa itu Gangguan Bipolar?

Bipolar disorder (manic-depressive) adalah penyakit otak yang menyebabkan perubahan-perubahan yang tidak biasa pada suasana hati, energi, tingkat-tingkat aktivitas, dan kemampuan untuk melakukan tugas-tugas harian.

Seseorang yang mengidap Bipolar Disorder biasanya sering merasa euphoria berlebihan (mania) dan mengalami depresi yang sangat berat. Periode mania dan depresi ini bisa berganti dalam hitungan jam, minggu maupun bulan. Ini semua tergantung masing-masing pengidap. Banyak orang, yang mengalami periode singkat emosi yang intens, mungkin tidak menyadari mereka mengidap Bipolar Disorder.

Bipolar memiliki dua kutub, yaitu manik dan depresi. Gangguan ini bersifat episode yang cenderung berulang, menunjukkan suasana perasaan atau mood dan tingkat aktivitas yang terganggu.

Kadang penderita memiliki perasaan atau yang bisa disebut sebagai mood meninggi, energi dan aktivitas fisik dan mental meningkat atau episode manik atau hipomanik. Pada waktu lain berupa penurunan mood, energi dan aktivitas dan mental berkurang (episode depresi).

Episode manik biasanya mulai dengan tiba-tiba dan berlangsung antara dua minggu sampai lima bulan. Sedangkan depresi cenderung berlangsung lebih lama. Episode hipomanik mempunyai derajat yang lebih ringan daripada manik.

Bipolar dan Selingkuh

Bagi penderita bipolar, selingkuh terjadi bukan karena karakter atau kebiasaannya selingkuh. Perselingkuhan kerap terjadi pada episode manik.

Hal pertama yang harus diketahui, gangguan bipolar belum diketahui dengan jelas penyebabnya. Biasanya para psikiater mendiagnosis seseorang terkena gangguan bipolar dengan melihat riwayat keturunan dan memperhatikan gejala yang terjadi (mood state) dan bersifat multifaktor.

Pada kondisi manik, seseorang cenderung beraktivitas lebih. Bila pasangan berada dalam fase ini, dengan sendirinya dia akan tertarik terhadap seksual.

“Pada saat episode manik selingkuh sering terjadi, karena seolah-olah penderitanya punya energi berlebih, dan dorongan seksual meningkat. Jadi. perhatian terhadap hal-hal yang terkait seksual meningkat pula,” jelas Kepala Departemen Psikiatri RSCM, dr. Agung.

Perselingkuhan pada kasus ini, bukan dikarenakan si dia jatuh cinta pada lawan jenisnya, namun karena perhatiannya teralih.

Jadi, bagaimana cara mencegahnya? Menurut dr Agung, ini dapat segera diatasi dengan langkah awal yaitu memberikan terapi obat (mood stabilizer), kemudian dilanjutkan dengan terapi psikososial antara lain konsultasi dengan psikiater. “Di dalamnya bisa diberikan cara meredam emosi dan mengalihkannya kepada hal-hal lain, seperti berolahraga.”

Bipolar dan Kematian

Perasaan senang dan sedih muncul secara tidak menentu dan berlangsung tiba-tiba termasuk dalam kategori gangguan penyakit jiwa bipolar. Bipolar itu sendiri adalah gangguan afektif bipolar. Mood atau keadaan emosi internal merupakan penyebab utama dari gangguan ini. Biasanya gangguan ini berujung pada kematian.

Mereka yang mengalami gangguan bipolar ini beralih dari perasaan sangat senang dan gembira ke perasaan sangat sedih atau sebaliknya. Dua kutub mood tinggi dan rendah, saling bergantian. Di antara episode peralihan mood ini bisa saja orang megalami mood yang normal. Bisa dikatakan bahwa insiden gangguan bipolar tidak tinggi antara 0,3-1,5 persen. Tapi angka tersebut belum termasuk yang misdiagnosis. Gangguan jiwa bipolar saat ini sudah menjangkiti sekitar 10 hingga 12 persen remaja di luar negeri. Di beberapa kota di Indonesia juga mulai dilaporkan penderita berusia remaja. Risiko kematian terus membayangi penderita bipolar dan itu lebih karena mereka mengambil jalan pintas.

Episode pertama bisa timbul mulai dari masa kanak-kanak sampai tua. Kebanyakan kasus terjadi pada dewasa muda berusia 20-30 tahun. Semakin dini seseorang menderita bipolar, risiko penyakit akan lebih berat, berkepanjangan, bahkan sering kambuh. Sementara anak-anak berpotensi mengalami perkembangan gangguan ini ke dalam bentuk yang lebih parah dan sering bersamaan dengan gangguan hiperaktif defisit atensi.

Orang yang berisiko mengalami gangguan bipolar adalah mereka yang mempunyai anggota keluarga mengidap penyakit bipolar.

Previous articleDemi Putrinya, Ayah Buat Alat Deteksi Hantu
Next articleTernyata Ingus dan Dahak ada Manfaatnya Loh!
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.