Home Serba Serbi Misteri Kutukan Lembah Para Raja

Kutukan Lembah Para Raja

935
0

Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makam Pharaoh,  inilah prasati yang terbaca di pintu maka Raja Tutankhamun. Ketika makam ini pertama kali dibuka pada tahun1922, banyak orang termasuk para pekerja dan arkeolog yang tidak mempercayainya.

Cerita menjadi berbeda ketika semua arkeolog dan para pekerja yang menyentuh makam Tutankhamun dilaporkan meninggal secara misterius dan mengerikan dalam tempo yang tidak terlalu lama setelah peristiwa pembongkaran makam itu.

Tutankhamun adalah raja Mesir Kuno yang bertahta dari tahun 1347 SM sampai 1339 SM. Raja Muda yang malang ini adalah putra dari Akhenaten, yang bersama ratu Nefertiti membuat revolusi di Mesir. Akhenaten merupakan raja yang mengganti pemujaan terhadap dewa-dewa Mesir kuno dengan pemujaan dewa tunggal, dan memindahkan ibukota kerajaan ke Armarna.

Karena Dinasti ke-19 tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18, maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja dan diumumkan di depan publik.  Makam raja-raja Amarna termasuk raja Tutankhamun di hancurkan dan terkubur.

Pada bulan November 1922, seorang arkeolog bernama Howard Carter, hampir frustasi karena telah menghabiskan tujuh tahun pencariannya pada makam Raja Tutankhamun di lembah raja-raja, Luxor. Sebuah kebetulan terjadi ketika para pekerja menggali empat meter di bawah makam Ramses VI. Mereka menemukan jalan menuju makam Tutankhamun.

Mendapat Berita yang menggembirakan ini , Howard Carter segera mengundang orang yang mendanai proyeknya, Lord Carnarvon.  Carter dan Carnarvon yang kemudian membuka setiap pintu-pintu harta karun makan tersebut.

Dalam waktu 14 hari setelah membuka makam tersebut 2 orang meninggal secara mendadak. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 6 April 1923, Lord Carvarnon meninggal disusul kemudian oleh Lady Carnarvon, yang meninggal dengan sebab kematian yang tak jelas. Para jurnalis yang menemukan prasasti yang bertuliskan peringatan kematian di pintu makam mengatakan bahwa Kutukan Fir’aun Tutankhamun-lah yang membunuh Lord Carvarnon.

Di tahun yang sama, Pecky Callender, yang membantu Carter memasuki makam juga meninggal. Kematian misterius berikutnya dialami oleh pengusaha kaya yang berkunjung ke makam Tutankhamun, George Jay Gould. Bahkan Pada tahun 1929, 13 orang dilaporkan meninggal tanpa sebab setelah mengunjungi makam tersebut.

Tak hanya itu,  Arthur C Mace dari Metropolitan Museum of Art di New York, dan George Benedite dari Museum Louvre, Paris, juga meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun tersebut di Museum mereka.

Kutukan itu kembali beraksi saat  sekertaris pribadi Howard Carter yang bernama, Robert Bathnell meninggal dunia secara misterius. Tiga bulan kemudian, ayah Bathell, Lord Westbury melompat dari lantai 7 apartemennya. Bahkan kutukun masih bekerja saat  kereta jenazah Lord Westbury menabrak seorang anak 8 tahun. Anak itu tewas seketika.

Hingga saat ini, terhitung kurang lebih 25 orang yang telah meninggal dunia yang terkait dengan kutukan Tutankhamun. Yang terakhir menimpa seorang wisatawan bernama Sheryl Munson di tahun 1995 silam.

Apakah ke 25 orang tersebut meninggal karena kutukan?  Ada yang setuju tapi juga banyak yang tidak setuju.  Menurut beberapa peneliti pembunuh sebenarnya adalah bakteri mematikan yang bernama aspergillus niger. Mana yang lebih Anda percaya?

Sumber:

Previous articleInilah Urutan Mandi yang Benar
Next articleTips Agar Luka Tak Berbekas
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.