Home Kesehatan Apa Itu Tomcat

Apa Itu Tomcat

886
1

Tomcat jadi buah bibir di jejaring sosial. Penyebabnya, serangga cantik berwarna oranye ini menyerbu sejumlah kawasan di Surabaya. Hewan bernama ilmiah Paederus riparius ini membuat warga di sejumlah permukiman padat penduduk terserang gatal-gatal.

“Racun yang dikeluarkan serangga itu jenis zat asam sehingga membuat gatal, iritasi, membuat kulit melembung

Yang perlu diwaspadai bukan hanya racun yang keluar saat menggigit, tapi juga gesekan sayap yang memperparah rasa gatal.

Dikutip dari Wellness, tubuh kumbang berukuran 7-8 mm, yang juga dikenal sebagai semut kanai atau semut kayap ini, mengandung toksin paederin. Di masa lalu, racun yang menyebabkan luka bakar pada kulit manusia ini digunakan untuk membakar kutil.

Konsentrasi racun Tomcat 12 kali lebih tinggi daripada racun kobra. Racun ini bahkan bisa bertahan delapan tahun setelah serangga mati.

Kumbang ini sangat suka dengan cahaya di malam hari, sehingga banyak yang menjadi korban adalah pengendara motor, atau mereka yang berada dalam rumah dengan cahaya terang atau sedang berkemah di dekat hutan.

Umumnya, serangan Tomcat terjadi sepanjang tahun namun mencapai puncak pada Juli-September yang memiliki kelembapan iklim.

“Dia masuk jenis kumbang yang memakan hama padi,” ujar peneliti serangga dari Institut Pertanian Bogor, Aunu Rauf, Selasa, 20 Maret 2012.

Kumbang Rove itu biasa hidup di sawah. Memamah wereng, kepik, dan hewan pengganggu padi lainnya. Aunu menjelaskan tomcat berkembang biak di tempat lembap. “Larva dan telurnya di dalam tanah,” ujar dia.

Lalu ketika besar dan menjadi kumbang dia berada di luar terrestrial-nya. “Dia terbang dan mencari sinar,” kata Aunu. Selama siang hari tomcat aktif mencari makan. Menjelang senja, dia mulai mencari cahaya sembari mencari makanan.

Kenapa serangga berwarna oranye ini akhirnya masuk perumahan? Analisis Aunu, tomcat bergeser ke permukiman penduduk karena masa panen sudah selesai, sehingga ia perlu mencari sumber makanan baru. Apalagi di permukiman penduduk banyak cahaya yang menarik perhatian serangga ini. “Pada umumnya semua serangga suka cahaya,” katanya.

Kepala Bidang Pertanian dan Kehutanan Dinas Pertanian Surabaya Alexandro S. Yahaya memaparkan selama lima hari tomcat menyerbu kawasan penduduk. Tercatat hampir 60 warga terserang gatal-gatal. Alex menuturkan Tomcat sudah menyerang warga Surabaya dari tahun lalu. Tapi tahun ini serangannya meluas.

10 Jurus Hadapi Serangga Tomcat

1. Jika ada menemukan serangga ini, jangan dipencet, agar racun tidak mengenai kulit. Masukkan ke dalam plastik dengan hati-hati, terus buang ke tempat yang aman.

2. Hindari terkena kumbang ini pada kulit terbuka.

3. Usahakan pintu tertutup dan bila ada jendela diberi kasa nyamuk untuk mencegah kumbang ini masuk.

4. Tidur menggunakan kelambu jika memang di daerah anda sedang banyak masalah ini.

5. Bila serangga banyak sekali, maka dapat juga lampu diberi jaring pelindung untuk mencegah kumbang jatuh ke manusia.

6. Jangan menggosok kulit dan atau mata bila kumbang ini terkena kulit kita.

7. Bila kumbang ini berada di kulit kita, singkirkan dengan hati-hati, dengan meniup atau mengunakan kertas untuk mengambil kumbang dengan hati-hati.

8. Lakukan inspeksi ke dinding dan langit-langit dekat lampu sebelum tidur. Bila menemui, segera dimatikan dengan menyemprotkan racun serangga. Singkirkan dengan tanpa menyentuhnya.

9.  Segera beri air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga ini.

10. Bersihkan lingkungan rumah, terutama tanaman yang tidak terawat yang ada di sekitar rumah yang bisa menjadi tempat kumbang Paederus.

Pencegahan dan Pengobatan

Kumbang ini sangat tertarik dengan cahaya, sehingga sebaiknya hindari berada terlalu dekat dengan cahaya lampu atau minimalkan penggunaan cahaya dekat pintu dan jendela.

Gunakan jaring nyamuk atau semprot aerosol  atau pestisida organik dari campuran laos, daun mimba, dan sereh untuk mematikan kumbang yang masuk.

Bila ada kumbang kanai yang hinggap di kulit, jangan mematikannya di tubuh, namun tiup hingga pergi.

Jika kulit mengalami kontak dengan serangga ini, timbul sensasi terbakar yang kemudian menjadi kemerahan disertai munculnya nanah di bagian tengah dalam beberapa hari.

Segera cuci bagian yang terkena dengan air dan sabun. Jika terjadi reaksi kulit, cuci dengan antiseptik ringan pemanganate kalium dilusian (Kmn04) seperti hydrocortisone 1% dan krim steroid lemah misalnya betametasone dan antibiotik neomycin sulfat 5%.

Jangan menggaruk luka, karena racunnya bahkan dapat berpindah ke bagian lain kulit lewat cairan di luka. Namun, bila luka terjadi pada area mata dan selaput lendir, sebaiknya segera ke dokter.

Dengan pengobatan, umumnya luka akan membaik dalam 10 hari hingga tiga minggu tanpa menimbulkan bekas. Namun, luka dapat membekas jika melibatkan dermis.

Dokter juga menyarankan untuk menghindari sinar matahari agar tak terjadi inflamasi luka yang menyebabkan bekas kehitaman.

Proses penyembuhan akibat racun paederus, sangat tergantung pada ringan-beratnya dermatitis. Pada kasus yang berat, bisa mencapai dua minggu dari proses pengeringan hingga keropeng di kulit lepas. “Beberapa orang tanpa bekas, namun sebagian lain meninggalkan bekas kecokelatan.”

Selain kumbang Tomcat yang memang banyak terdapat di Indonesia dan Malaysia,  sejenis kumbang Blister beetle dan tanaman Poison Ivy juga menimbulkan reaksi serupa pada kulit

Sumber:

Video:

 

Previous article1,5 Juta Kali Serangan Hacker
Next articleInilah 11 Pemain Sepakbola yang Meninggal di Lapangan
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.