Home Serba Serbi Aneh Menyuapi Anaknya dengan Tangan, Pasangan India Kehilangan Hak Asuh Anak

Menyuapi Anaknya dengan Tangan, Pasangan India Kehilangan Hak Asuh Anak

590
0

Norwegian Child Protection Services, lembaga perlindungan anak di Norwegia, menahan dua anak Anurup dan Sagarika karena diduga menjadi korban perilaku tidak menyenangkan dari kedua orangtuanya. Yakni menyuapi anaknya dengan tangan dan membiarkan anak tidur seranjang dengan orangtuanya.

PASANGAN Anurup dan Sagarika Bhattacharya telah lama menetap di Norwegia, namun mereka masih melakukan beberapa tradisi dari negara asal mereka, India.

Salah satunya makan hanya menggunakan jari tangan, bukan sendok dan garpu. Di Asia –termasuk juga di Indonesia- kebiasaan ini mungkin sudah lazim, tapi tidak bagi pemerintah Norwegia.

Norwegian Child Protection Services, lembaga perlindungan anak di Norwegia, menahan dua anak Anurup dan Sagarika karena diduga menjadi korban perilaku tidak menyenangkan dari kedua orangtuanya.

Perilaku tidak menyenangkan yang dituduhkan lembaga itu adalah menyuapi anaknya dengan tangan dan membiarkan anak tidur seranjang dengan orangtuanya.

“Mereka bertanya, kenapa saya tidur bersama anak saya? Saya bilang, ini hanya masalah kultur. Saya dan istri saya tidak mau anak kami tidur sendirian di kamar lain,” tutur Anurup kepada NDTV.

“Sedangkan memberi makan dengan tangan merupakan hal yang normal di India. Tapi mereka bersikukuh kami memaksa mencekoki anak kami,” lanjutnya.

Anurup dan Sagarika kehilangan hak asuh kedua anaknya sejak Mei 2011 dan hingga kini masih berusaha agar mendapatkan kembali kedua anaknya, yang berusia 3 dan 1 tahun.

Pasangan suami-istri itu hanya diijinkan bertemu anak-anaknya dua kali setahun sampai sang anak berusia 18 tahun.

Seperti diberitakan Daily Mail, waktu kunjungan yang diberikan pun amat singkat, hanya satu jam. Ditambah lagi, visa Anurup dan Sagarika akan berakhir Maret mendatang.

Kedutaan India telah berusaha menyelesaikan kasus ini, namun perwakilan pemerintah maupun Norwegian Child Protection Service menolak memberi keterangan lebih lanjut.

Lembaga sosial itu sebelumnya menerima banyak protes karena dinilai terlalu berlebihan dalam menangani kasus anak-anak. Tak kurang dari 12.500 anak diambil dari orangtuanya karena tuduhan yang sepele.

Sumber: http://berita.plasa.msn.com/wow/tabloidbintang/article.aspx?cp-documentid=5786188

Previous articleTradisi Mendonorkan Mata di Sri Lanka
Next articleMenguji Kemurnian Kandungan Madu
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.