Ukuran Sendok yang Lebih Kecil Memicu Orang Makan Banyak

Risiko kegemukan tak hanya dipengaruhi jenis makanan yang dikonsumsi, sebab ternyata alat makan yang dipakai juga berpengaruh. Makin kecil ukuran sendoknya, porsi makan cenderung lebih banyak sehingga lebih rentan mengalami kegemukan.

Temuan ini mematahkan anggapan bahwa ukuran sendok yang lebih besar akan membuat orang makan lebih banyak. Kenyataannya, pada peneliti mengungkap bahwa makan dengan sendok yang lebih kecil justru mendorong seseorang untuk makan dengan porsi lebih banyak.

Para ahli dari University of Utah mengungkap hal itu dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Consumer Research. Penelitian ini membandingkan 2 ukuran sendok, masing-masing berukuran 20 persen lebih kecil dan 20 persen lebih besar dari ukuran standar.

Setelah mengamati beberapa sesi makan siang dan makan malam, para peneliti menyimpulkan bahwa pengunjung yang memakai sendok besar lebih banyak menyisakan makanan di piringnya. Sebaliknya, sisa makanan di piring pengunjung yang memakai sendok kecil cenderung lebih sedikit.

Kecenderungan ini tetap teramati meski sudah disesuaikan dengan faktor lain termasuk harga makanannya. Biasanya semakin mahal harga makanannya, makin sedikit yang tersisa karena bagaimanapun pengunjung pasti tidak mau rugi dengan membiarkan sisa makanannya dibuang sia-sia.

“Temuan pada pengunjung yang memakai sendok besar ini memang agak berseberangan dengan dugaan selama ini,” ungkap Prof Arul Mishra yang memimpin penelitian tersebut seperti dikutip dari MSNBC, Senin (11/7/2011).

Menurut Prof Mishra, ukuran sendok yang lebih besar membuat orang lebih sadar seberapa banyak porsi makan yang sudah dihabiskannya. Secara visual, otak terdorong untuk mengirimkan sinyal rasa kenyang lebih cepat dibandingkan ketika memakai sendok kecil.

Prof Mishra mengakui, hasil penelitian ini belum tentu berlaku saat makan masakan sendiri di rumah karena memang belum ada penelitiannya. Namun setidaknya, ia memastikan ada hubungan yang kuat antara rangsang visual saat makan dengan respons otak untuk mengirim sinyal rasa kenyang.

Sumber: