Home Serba Serbi Penelitian Di Masa Depan, Bohlam Lampu Akan Menjadi Pengganti WiFi

Di Masa Depan, Bohlam Lampu Akan Menjadi Pengganti WiFi

917
0

Saat ini, transmisi data dilakukan oleh gelombang pada frekuensi yang tidak tampak oleh mata manusia. Telepon seluler contohnya, benda ini memancarkan sinyal dari ponsel ke antena yang ada di Base Transciever Station dengan frekuensi tertentu yang tidak kasat mata karena terlalu kecil. Begitu juga dengan komunikasi dengan satelit, perangkat bluetooth, dll. Semua menggunakan gelombang yang tidak tampak oleh mata.

Bumi kita memiliki sekitar 1,4 Juta Tower BTS. Jika semua tower ini dikumpulkan menjadi satu, tentunya sudah seperti sebuah hutan dengan pohon-pohon besi. Fungsi BTS ini jelas untuk memungkinkan dilakukannya komunikasi antar telepon seluler. Semakin banyak jumlah BTS, maka semakin banyak pula daerah yang dapat dijangkau dan meminimalisir daerah Blind spot yang tidak tersentuh sinyal. Sekitar 600 TeraByte Total data yang dilewatkan melalui BTS seluruh dunia setiap bulannya.

Permasalahan mengenai efisiensi muncul karena BTS ini menggunakan gelombang elektro magnetik dan menggunakan energi yang cukup besar. Energi tersebut bukan hanya untuk keperluan pemancaran sinyal saja, namun juga untuk mendinginkan perangkat-perangkat yang ada di BTS. Efisiensi pemakaian energi pada perangkat ini hanya 5% yang benar-benar untuk keperluan pemancaran.

Dilain pihak, diseluruh dunia terdapat setidaknya 14 Miliar Bola lampu yang memancarkan cahaya. Disadari atau tidak, cahaya juga merupakan gelombang elektro magnetik. Ya, sama seperti yang ada pada ponsel dan perangkat pemancar dan penerima data lain. Hanya saja, gelombang pada bola lampu menggunakan spektrum cahaya tampak.

Gelombang elektro magnetik pada spektrum tak tampak banyak sekali menimbulkan permasalahan dengan kehidupan manusia. XRay di rumah sakit, tidak dapat digunakan sembarang karena bisa merusak organ atau sel kita. Ada juga penghuni spektrum cahaya tidak tampak lain seperti sinar ultra violet. Bagi sebagian orang, sinar ini berguna untuk keperluan berjemur di pantai dan menambah kehitaman kulit. Namun, lagi-lagi spektrum gelombang cahaya ini berbahaya bagi manusia. Dapat menimbulakn kangker kulit.

Bagaimana dengan gelombang tampak? Sudah sejak lama manusia terintegrasi dengan gelombang ini dan terbukti memberikan resiko paling kecil. Bahkan bolah dibilang, cahaya tampak inilah yang memberikan kehidupan kepada kita. Masih ingat kan bagaimana terjadinya fotosintesis? Masih ingat juga kan bahwa proses tersebut membutuhkan sinar matahari. Dan bukankah adalah sebuah ide yang sangat bagus untuk menajadikan spektrum cahaya tampak yang aman ini sebagai media komunikasi??

Jika dibandingkan antara semua ukuran spektrum yang dipakai oleh gelombang radio dengan ukuran spektrum yang dimiliki oleh cahaya tampak, maka spektrum cahaya tampak memiliki ukuran 10.000 kali lebih lebar jika dibandingkan dengan spektrum gelombang radio yang saat ini digunakan. Didukung dengan kenyataan bahwa telah ada setidaknya 14 miliar bola lampu diluruh dunia, maka efisiensi yang akan didapatkan akan sangat luar biasa.

 

Perbandingan Spektrum Cahaya

Lalu pertanyaannya adalah, bisakah bola lampu yang kita pakai sekrang ini digunakan untuk perangkat transmisi data secara nirkabel? Jawabannya adalah YA. Apa yang harus dilakukan untuk memungkinkan bola lampu ini dilalui data? Yang harus dilakukan adalah mengganti bola lampu tidak efisien yang biasa kita pakai dengan lampu LED.

Lalu bagaimana LED ini bisa digunakan untuk transmisi data?? Oke, mari sejenak kita mengambil benda kesayangan sejuta umat indonesia. Apalagi kalau bukan remote televisi. Disadari atau tidak, remote televisi yang anda pakai memiliki sebuah LED yang memancarkan cahaya infra merah. Inframerah sendiri secara teknis merupakan tetanga dekat cahaya tampak untuk urusan spektrum. Apa yang bisa anda lakukan dengan remote televisi anda?? Mematikan televisi, memindah channel, mengatur suara, mengatur intensitas gambar?? Hey, bukankah pasti ada data yang dikirim dalam semua proses itu?? Mungkin jumlah dan kecepatannya masih kecil, Tapi bukankah tetap saja itu adalah sebuah data??

Aliran Data Pada Remote Control

Mengetahui fakta menarik ini, Harald Haas ketua penelitian D-light di Edinburgh University menciptakan suatu cara agar ransmisi data pada LED bisa ditingkatkan. Jika pada remote kontrol data dikirim satu demi satu, maka pada lampu D-light data bisa dikirim sekaligus ribuan. Pengiriman data ini bisa dilakukan dengan menggunakan teknologi SIM OFDM. Subcarrier-index modulation – orthogonal frequency division multiplexing, dengan modulasi Spatial.

Aliran Data Pada D-light

Masih aneh dan gak percaya? Simak video yang ada di akhir artikel untuk mengetahui demo dari pak profesor Harald Haas.

Jadi, dimasa depan penggunaan cahaya tampak untuk menggantikan gelombang radio yang memiliki efek negatif akan dapat dilakukan dengan menggunakan bola lampu LED. Salah satu aplikasinya antara lain di pabrik kimia yang tidak memungkinkan digunakannya frekuensi radio karena takut menghasilkan percikan dengan reaksi kimia. Di tempat seperti itu, penggunaan cahaya tampak tidak akan mengganggu. Implementasi lainnya bisa digunakan untuk lampu mobil. Mobil dapat berkomunikasi dengan mobil lainnya dan menghindari terjadinya kecelakaan akibat tambrakan. Bisa pula digunakan untuk lampu lalu lintas dan sekaligus memancarkan data ke mobil untuk memberikan data kapan ia akan berubah menjadi merah dan mobil bisa mengetahui apa yang harus dilakukan. Tampak seperti dongeng?? Bukankah jaman nenek kita kecil juga tidak percaya bahwa suara bisa dilewatkan di udara? hehehe

Harald Haas
Harald Haas

Jadi, Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya dari teknologi D-light ini dan efeknya terhadap pemberdayaan 14 miliar lampu di seluruh dunia.

Sumber:

Previous articleLeher Berlubang Usai Kena Kanker Akibat Merokok
Next articleMemahami Fenomena Kepribadian Ganda
Anak bungsu yang manja dari 3 bersaudara. Bekerja lepas di berbagai warnet sebagai teknisi komputer & jaringan. Sedang berusaha meraih gelar Sarjana Komputer di salah satu perguruan tinggi swasta di Banjarmasin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.