Unik, Ada Mobil Berbahan Bakar Angin

Unik, Ada Mobil Berbahan Bakar Angin

0 207

Semakin banyak orang kini berusaha mencari terobosan guna membuat energi alternatif. Hal itu setidaknya dipengaruhi melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM) yang kian hari dirasa semakin mencekik.

Salah satu terobosan dilakukan oleh seorang dokter di Surabaya, adalah Helmy Djafar. Pria lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini mencoba sebuah riset mengenai mobil berbahan bakar angin.

Awalnya Helmy hanya sekedar hobi utak atik pada 15 tahun lalu. Ketika itu ia memiliki prototipe mobil terbang yang digerakkan dengan gelombang suara.

“Saya suka utak-atik, jadi masih bentuk mainan digerakkan dengan suara,” kata Helmy, Jumat(8/11/2013) malam.

Usai sering melakukan banyak uji coba, pria 44 tahun itu lalu mengajak beberapa temannya seperti Adang Mansur, M Iksan dan Sumadji. Mereka bertiga kemudian membuat konsep mengenai mobil berbahan bakar angin.

Mobil tersebut didesain dengan menggunakan alat bantu berupa tabung oksigen berisi 56 liter. Lalu, mereka mencari sebuah mobil bekas bermerk Daihatsu Hi Jet senilai Rp 7,5 juta dan dibongkar seluruh mesinnya serta hanya disisakan sasis, kemudi serta persnelingnya.

Satu tabung berisi angin tersebut kata Helmy bisa menempuh jarak tiga sampai empat kilometer.

“Coba kalau bagian lekukan tempat duduk kita kasih tabung, lalu diatas kita kasih tabung jadi total 24, maka tinggal dikali tiga saja jarak tempuhnya,” kata Helmy.

Memang, lanjut Helmy mobil karyanya tersebut jauh dari kata sempurna. Akan tetapi terdapat banyak keuntungan apabila nantinya benar-benar dipasarkan ke seluruh rakyat Indonesia dengan harga yang murah, meski biaya produksinya sangat mahal, mencapai Rp 300 Juta.

“Total biaya riset sampai 300 juta, ratusan kali gagal,” kata Helmy.

Mobil berbahan bakar udara ini lanjut Helmy juga sangat irit dibandingkan dengan mobil listrik. Tiap 10 kilometer biaya yang dihabiskan tidak lebih dari Rp 100.

Tidak hanya itu, emisi gas buang dari kendaraan ini juga bisa dimanfaatkan menjadi pendingin ruangan atau AC yang dipakai di dalam mobil.

“Ini udara biasa posisinya dimampatkan, outputnya jadi AC dingin. Jadi, mesinnya kalau habis dipakai, pertama itu ada bunga esnya,” katanya.

Sempat Dilarang Intel Ciptakan Mobil Berbahan Bakar Angin

Foto Unik, Ada Mobil Berbahan Bakar Angin Bahan Bakar Angin  mobil tenaga angin 21

Perjuangan Helmy Djafar, seorang dokter lulusan Universitas Airlangga untuk menciptakan sesuatu terobosan alternatif berupa mobil berbahan bakar angin tidak mudah dan selalu menemui jalan terjal.

Sekitar 15 tahun lalu saat Helmy baru saja menciptakan prototipe mobil bertenaga gelombang suara, pria berusia 44 tahun lalu tersebut didatangi empat orang intel. Mereka diperintahkan agar tidak terlebih dahulu menciptakan mobil tersebut.

“Awalnya kita menawarkan kepada investor, tetapi kemudian yang datang malah 4 orang intel, meminta agar sebaiknya mobil tersebut tidak diselesaikan dulu karena tidak tepat momennya,” ujar Helmy.

Rintangan tidak berhenti sampai disitu, Helmy yang membawa serta teman-temannya yakni Adang Mansur, M Iksan dan Sumadji memiliki masalah finansial untuk mengembangkan temuannya tersebut.

“Untuk biaya riset saja mencapai Rp 300 juta,” kata Helmy.

Ketika berbincang dengan awak redaksi Tribunnews, Helmy Cs memang sengaja datang dari Surabaya guna menemui Menteri BUMN, Dahlan Iskan dan Menristek. Mereka bermaksud menyempurnakan temuannya berupa mobil berbahan bakar angin.

“Kami ingin sempurnakan temuan seperti milik pak Dahlan Iskan,” katanya.

Akan tetapi apa lacur, bermaksud menemui Dahlan Iskan, Helmy Cs justru hanya memperoleh tangan hampa. Rela menunggu sejak dari pukul 03.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB untuk bertemu Dahlan Iskan di Monas, namun mereka tidak berhasil menemuinya.

Kebuntuan juga ditemui Helmy Cs saat berkunjung ke kantor Menristek. Alur birokrasi yang ‘njelimet’ mereka temui saat melakukan kunjungan. Begitu pula saat mendatangi para capres seperti Wiranto, Jusuf Kalla dan Hary Tanosoedibjo, semuanya nihil hasil.

“Harapan kami itu cuma satu, karya kami bisa jadi mobil nasional. Bisa jadi punya Indonesia,” katanya. (tribunnews)

 

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini