Cara Mengetahui Mobil Bekas yang Pernah Bertabrakan

Cara Mengetahui Mobil Bekas yang Pernah Bertabrakan

0 186

Anda berniat membeli mobil bekas? Salah satu yang harus diperhatikan, periksa kondisi bodi agar tidak mendapatkan mobil bekas tabrakan. Firman pengusaha mobil bekas di Fatmawati, Jakarta Selatan dan Sidarto SA pemilik bengkel reparasi bodi  di Duren Sawit, Jakarta Timur memberi beberapa tips mobil bekas tabrakan.

1. Buka kap mesin, perhatikan kondisi besi bagian depan, yaitu pegangan radiator (upron). Pastikan masih lurus dan tidak ada bekas las ataupun dempul di semua permukaan, khususnya ujung dekat sepakbor (fender). Jika ada cacat, dipastikan sudah pernah tabrakan dengan efek yang cukup kencang. Juga periksa bagian belakang. Buka bagasi atau pintu belakang untuk mengetahui kondisinya.

2. Perhatikan pula kaca depan, apakah sudah diganti atau belum. Kecenderungannya, bila terjadi kecelakaan cukup hebat, kaca depan kerap pecah. Untuk mengetahuinya, bisa dilihat pada bagian bawah di sisi kiri atau kanan. Kaca yang asli masih ada cap dari produsen pembuat mobil.

3. Lihat juga kondisi pilar B mulai dari atas hingga bawah. Buka pintu samping dan perhatikan apakah ada bekas las atau dempulan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui, apakah pernah mengalami tabrakan dari samping.

4. Cek juga, apakah lekukan garis (nat) pada bodi samping masih lurus atau tidak. Paling mudah memeriksa sambungan antara pintu samping dan sepakbor depan atau belakang. Jika tidak segaris, salah satu bagian tersebut pernah diganti atau dicat ulang dengan hasil dempulan yang kurang bagus.

5. Jarak atau celah antar bagian pada mobil baru biasanya sama, yaitu bemper dengan lampu atau bemper dengan gril. Jika ada celah yang tidak sama berarti ada panel yang diganti atau tidak sesuai dengan bawaan pabrik.

6. Pandangi cat dari jarak agak jauh dan ditempat terang. Usahakan di siang hari. Proses pengecatan yang kurang baik atau asal-asalan, menyebabkan cat terlihat belang.

Sidarto SA, pemilik bengkel reparasi bodi di Duren Sawit, Jakarta Timur, juga menjelaskan ciri-ciri khas mobil bekas tabrakan.

1. Saat dijalankan di lintasan rata dan bagus, setir menarik ke satu sisi, kanan atau kiri. Hal tersebut bisa dirasakan pada kecepatan antara 40 dan 60 kpj. Penyebabnya, jarak pijak roda depan atau belakang berubah atau tidak sesuai dengan aslinya akibat benturan kencang, baik dari depan, belakang, maupun samping. Untuk memperbaikinya, sasis harus diluruskan.

2. Radius putar berbeda antara ke kanan dan kiri akibat berbedanya jarak pijak depan dan belakang. Penjual biasanya berkilah, mobil belum di-spooring. Untuk membuktikan, ya harus dibawa ke bengkel spooring. Setelah itu, harus dites langsung menempuh jarak 5 km. Kalau perlu harus coba melalui polisi tidur atau berlubang. Kalau ternyata radius putar kanan dan kiri tetap tidak sama, berarti kerusakan sudah permanen. Sebaiknya, transaksi dibatalkan.

3. Tes kebocoran karet kaca, khusus bagian depan dan belakang. Cara paling gampang, semprotkan air dari selang bertekanan tinggi ke pinggir kaca yang dipasangkan ke bodi. Proses perbaikan bodi yang kurang bagus dan penggunaan komponen murah menyebabkan rembesan air ke sisi dalam kaca (ruang dalam mobil). Hal ini menandakan mobil pernah tabrakan cukup berat, dengan kerusakan bodi yang juga lumayan berat. (kompas)

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini