Psikologi – Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda

Psikologi – Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda

3 461

Mungkin Anda pernah mendengar tagline seperti ini ” kamu gak cocok kerja di darat kamu cocoknya kerja di air !! kirim ke 9887 untuk mengetahui pekerjaan yang cocok buat Anda !!

kalau Anda ingat dengan iklan tersebut, kita tahu bahwa iklan tersebut mengetahui dari apa yang disebut “Alam Gaib” yaitu dengan jalan ramalan, wejangan atau ya yg lain semacamnya. Hmm.. Menarik untuk di simak..

Lalu bagaimanakah cara mengetahui pekerjaan yang cocok untuk kita melalui ilmu pengetahuan ?

Simak berikut ini !!

Membaca kepribadian adalah ilmu yang sangat menarik. Sebab kita secara alami tertarik pada diri sendiri. Selain itu, kita juga tertarik dengan hubungan sosial dengan orang lain, minimal dengan pasangan kita. Mungkin kita pernah mendengar tipe-tipe kepribadian seperti kholeris, sanguinis, melankolis & phlegmatis. Tipologi kepribadian tersebut dikembangkan oleh filsuf Yunani kuno bernama Hipokrates yang kemudian dilanjutkan oleh Claudius Galen. Ilmu membaca kepribadian seseorang memang bukan hal baru dan sudah dikembangkan beratus-ratus tahun lamanya. Namun, sampai hari ini belum ada teori maupun alat (tes) yang bisa menjelaskan 100% akurat mengenai kepribadian dan perilaku seseorang. Sebab manusia itu unik. Hampir tidak ada manusia yang sama satu sama lain, walaupun mereka kembar identik.

Meskipun demikian setidaknya kita bisa menggunakan konsep hukum 20/80 dari Vilvredo Pareto. Kita bisa menggunakan alat ukur yang hanya mengukur 20% saja namun mampu mewakili sebagian besar (80%) aspek yang diukur. Dewasa ini, alat tes kepribadian mudah sekali kita jumpai dan sangat bervariasi. Mulai dari tes projektif seperti tes grafis (menggambar house, tree, person, & wartegg) serta tes Rorschach yang mengungkap alam bawah sadar manusia sampai dengan tes inventori/objektif yang mengandalkan kejujuran pengisinya.

Nah, di antara tes kepribadian inventori yang boleh dikatakan paling akurat, mudah digunakan dan banyak dipakai adalah MBTI (Myer Briggs Type Indicator). MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs dan putrinya yang bernama Isabel Briggs Myers berdasarkan teori kepribadian dari Carl Gustav Jung.

Empat Skala Kecenderungan

MBTI bersandar pada empat dimensi utama yang saling berlawanan (dikotomis). Walaupun berlawanan sebetulnya kita memiliki semuanya, hanya saja kita lebih cenderung / nyaman pada salah satu arah tertentu. Seperti es krim dan coklat panas, mungkin kita mau dua-duanya tetapi cenderung lebih menyukai salah satunya. Masing-masing ada sisi positifnya tapi ada pula sisi negatifnya. Nah, seperti itu pula dalam skala kecenderungan MBTI. Berikut empat skala kecenderungan MBTI;

1. Extrovert (E) vs. Introvert (I). Dimensi EI melihat orientasi energi kita ke dalam atau ke luar. Ekstrovert artinya tipe pribadi yang suka dunia luar. Mereka suka bergaul, menyenangi interaksi sosial, beraktifitas dengan orang lain, serta berfokus pada dunia luar dan action oriented. Mereka bagus dalam hal berurusan dengan orang dan hal operasional. Sebaliknya, tipe introvert adalah mereka yang suka dunia dalam (diri sendiri). Mereka senang menyendiri, merenung, membaca, menulis dan tidak begitu suka bergaul dengan banyak orang.  Mereka mampu bekerja sendiri, penuh konsentrasi dan focus. Mereka bagus dalam pengolahan data secara internal dan pekerjaan back office.

2. Sensing (S) vs. Intuition (N). Dimensi SN melihat bagaimana individu memproses data. Sensing memproses data dengan cara bersandar pada fakta yang konkrit, praktis, realistis dan melihat data apa adanya. Mereka menggunakan pedoman pengalaman dan data konkrit serta memilih cara-cara yang sudah terbukti. Mereka fokus pada masa kini (apa yang bisa diperbaiki sekarang). Mereka bagus dalam perencanaan teknis dan detail aplikatif. Sementara tipe intuition memproses data dengan melihat pola dan hubungan, pemikir abstrak, konseptual serta melihat berbagai kemungkinan yang bisa terjadi. Mereka berpedoman imajinasi, memilih cara unik, dan berfokus pada masa depan (apa yang mungkin dicapai di masa mendatang). Mereka inovatif, penuh inspirasi dan ide unik. Mereka bagus dalam penyusunan konsep, ide, dan visi jangka panjang.

3. Thinking (T) vs. Feeling (F). Dimensi ketiga melihat bagaimana orang mengambil keputusan. Thinking adalah mereka yang selalu menggunakan logika dan kekuatan analisa untuk mengambil keputusan. Mereka cenderung berorientasi pada tugas dan objektif. Terkesan kaku dan keras kepala. Mereka menerapkan prinsip dengan konsisten. Bagus dalam melakukan analisa dan menjaga prosedur/standar. Sementara feeling adalah mereka yang melibatkan perasaan, empati serta nilai-nilai yang diyakini ketika hendak mengambil keputusan. Mereka berorientasi pada hubungan dan subjektif. Mereka akomodatif tapi sering terkesan memihak. Mereka empatik dan menginginkan harmoni. Bagus dalam menjaga keharmonisan dan memelihara hubungan.

4. Judging (J) vs. Perceiving (P).Dimensi terakhir melihat derajat fleksibilitas seseorang. Judging di sini bukan berarti judgemental (menghakimi). Judging diartikan sebagai tipe orang yang selalu bertumpu pada rencana yang sistematis, serta senantiasa berpikir dan bertindak teratur (tidak melompat-lompat). Mereka tidak suka hal-hal mendadak dan di luar perencanaan. Mereka ingin merencanakan pekerjaan dan mengikuti rencana itu.  Mereka bagus dalam penjadwalan, penetapan struktur, dan perencanaan step by step. Sementara tipe perceiving adalah mereka yang bersikap fleksibel, spontan, adaptif, dan bertindak secara acak untuk melihat beragam peluang yang muncul. Perubahan mendadak tidak masalah dan ketidakpastian membuat mereka bergairah. Bagus dalam menghadapi perubahan dan situasi mendadak.

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  mbti types3

 

Dan bila hal tersebut digabungkan maka terbentuk 16 tipe kepribadian :
Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  16tipe40

  • ESTJ = EXTROVERT, SENSING, THINKING, JUDGING
  • ENTJ = EXTROVERT, INTUITION, THINKING, JUDGING
  • ESFJ = EXTROVERT, SENSING, FEELING, JUDGING
  • ENFJ = EXTROVERT, INTUITION, FEELING, JUDGING
  • ESTP = EXTROVERT, SENSING, THINKING, PERCEIVING
  • ENTP = EXTROVERT, INTUITION, THINKING, PERCEIVING
  • ESFP = EXTROVERT, SENSING, FEELING, PERCEIVING
  • ENFP = EXTROVERT, INTUITION, FEELING, PERCEIVING
  • INFP = INTOVERT, INTUITION, FEELING, PERCEIVING
  • ISFP = INTOVERT, SENSING, FEELING, PERCEIVING
  • INTP = INTOVERT, INTUITION, THINKING, PERCEIVING
  • ISTP = INTOVERT, SENSING, THINKING, PERCEIVING
  • INFJ = INTOVERT, INTUITION, FEELING, JUDGING
  • ISFJ = INTOVERT, SENSING, FEELING, JUDGING
  • INTJ = INTOVERT, INTUITION, THINKING, JUDGING
  • ISTJ = INTOVERT, SENSING, THINKING, JUDGING

Lalu bagaimanakah pengaruh “Tipe Kepribadian” kita terhadap pekerjaan kita ?? Ikuti Pertanyaan dan Jawaban yang ada di Bawah Ini:

Extrovert:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarextrovet38

Introvert:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarintrovert37

Sensing:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarsensing34

Intuition:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarintuition33

Thinking:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarthinking32

Feeling:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarfeeling31

Judging:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarjudging30

Perceiving:

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarperceiving30

Lalu manakah pekerjaan yang cocok untuk kita?

Cukup jumlahkan daftar pertanyaan yang ada di atas dari kedelapan kepribadian, dua darinya adalah pasangan yaitu :

EXTROVERT dan INTOVERT
SENSING dan INTUITION
FEELING dan THINKING
JUDGING dan PERCEIVING

Dari pasangan tersebut ambillah salah satu yang bernilai besar sehingga membuat salah satu dari 16 kepribadian.

contoh : ESTJ –> Extrovert, Sensing, Thinking dan Judging

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarkarakter36

Foto Psikologi   Yuk Mengenal Pekerjaan yang Cocok Buat Anda Psikotes psikologi profesi pekerjaan kepribadian Jenis  lembarkarakter225

Mau tau apa itu extrovert, intovert, sensing, intuition, thinking, feeling, judging, perceiving ?

Ekstrovert dan Introvert

Konsep tipe kepribadian ekstrovert dan introvert pertama sekali dikemukakan oleh Carl Gustaf Jung. Jung (dalam Suryabrata, 1998) mengungkapkan konsep jiwa sebagai dasar pembagian tipe kepribadian.

Dalam segi bahasa introvert mempunyai arti tertutup, sedangkan menurut istilah adalah pribadi yang mengarah pada pengalaman subyektif,

memusatkan diri dalam dunia dalam dan privat, dimana realita hadir dalam bentuk hasil amatan, cenderung menyendiri, pendiam, dan tidak ramah dan anti sosial. Sebaliknya Ekstrovert merupakan pribadi yang luwes, terbuka dan mudah bergaul.

Perbedaan Ekstrovert dan Introvert lainnya :

Berdasarkan Perkembangan Moral dan Rohani

Ekstrovert

  1. Temperamen yang introvert (melankoli dan plegmatik lebih mudah diajar daripada yang ekstrovert (sanguin dan kolerik).
  2. Bukan berarti mereka adalah kaum pemberontak, karena untuk diajar, perlu waktu dan kesabaran sebab mereka mudah kehilangan perhatian.
  3. Jika anak-anak ini dibiarkan bertumbuh begitu saja, maka perhatiannya terhadap hukum dan peraturan (Allah dan manusia) akan berkurang. Umumnya kaum kriminal dan pelanggar hukum adalah golongan ekstrovert yang ekstrim.

Introvert

  • Lebih mudah diatur dan dididik.
  • Lebih penurut dan kata hatinya mudah terganggu.
  • Biasanya mereka hadir acara-acara bersifat rohani.
  • Masalah mereka yang besar adalah problema rasa bersalah. Kebutuhan mereka yang terbesar adalah keyakinan bahwa dosa-dosa mereka telah diampuni.

Hasil Akademis

Ekstrovert

  1. Kurang begitu menonjol disekolah. Nilai angka mereka biasanya sedang-sedang saja
  2. Kurang dapat mendisiplin diri sendiri
  3. Memperoleh stimulasi yang kuat melalui tegoran atau disiplin

Introvert

  1. Biasanya lebih mudah menangkap pelajaran dan grade mereka agak tinggi. Namun ada juga pengaruh faktor lainnya, seperti inteligensia dan motivasi
  2. Lebih mendisiplin diri untuk belajar dengan baik
  3. kaum introvert memperoleh motivasi yang kuat melalui pujian

Popularitas

Ekstrovert

  1. lebih populer di sekolah dan biasanya mereka dipilih sebagai para pemimpin
  2. lebih mudah mengadakan hubungan dengan lawan jenis sebab mereka pintar berbicara
  3. Lebih mudah menjalin hubungan dengan orang yang tidak dikenal karena sikapnya periang, suka senyum, dan berbicara

Introvert

  1. cenderung untuk menyendiri di kamar atau hanya mempunyai satu atau dua kawan saja

Kesanggupan untuk Berkonsentrasi

Ekstrovert

  1. kurang dapat berkonsentrasi karena mereka mudah terganggu
  2. cenderung untuk mengalami kecelakaan, seperti kecelakaan mobil
  3. kurang begitu kuatir karena masa berkonsentrasi agak singkat

Introvert

  1. Daya konsentrasi mereka lebih tinggi dan lebih lama
  2. kurang sanggup menjalani ujian tulisan yang panjang-panjang karena daya konsentrasi mereka sangat pendek
  3. Lekas bosan dengan bacaan yang panjang-panjang

Sensing dan Intution

Sensing

Secara mental hidup di masa sekarang, menghadirkan kesempatan-kesempatan masa kini, menggunakan common sense (apa kata orang), menciptakan solusi praktis, detail pada fakta, bisa mengimprovisasi dari pengalaman masa lalu, suka bila informasi kongkret. (tidak suka nebak-nebak)

  1. Pengalaman menjadi ukuran dalam memecahkan masalah
  2. Senang menerapkan apa yang dipelajari
  3. Menyelesaikan tugas tahap demi tahap
  4. fokus pada apa yang ada
  5. Menikmati masa sekarang dan enggan mengorbankannya untuk kebaikan masa depan
  6. Memperhatikan rincian dan bagian-bagian khusus
  7. Hidup pada masa kini dan menikmati semua yang ada
  8. Lebih suka mengerjakan hal-hal praktis dan pragmatik
  9. Menyukai hal-hal pasti yang dapat diukur
  10. Mematuhi petunjuk dan memperhatikan bagian-bagian kecil

Intuition

Secara mental hidup di masa depan, melihat segala kemungkinan, menggunakan imaginasi dan menciptakan kemungkinan baru, optimal dalam mengimprovisasi teori, suka menebak-nebak dan ingin mencari lebih dalam sendiri

  1. Memperhatikan pola-pola dan hubungan-hubungan
  2. Umum dan cendering abstrak
  3. Hidup terarah ke masa yang akan datang
  4. Lebih suka memikirkan kemungkinan-kemungkinan
  5. Inspriratif, imajinatif, dan inovatif
  6. Menyukai kesempatan-kesempatan
  7. Mulai sesuatu dari mana saja, cenderung lompat-lompat
  8. Mengabaikan petunjuk dan mengikuti firasat
  9. Menyukai perubahan-perubahan dan variatif
  10. Menimbulkan kesan plin-plan

Thinking dan Feeling

Thinking

Mencari fakta, senang melakukan pertimbangan-pertimbangan objektif, kritis.

  1. Memutuskan berdasarkan pemikiran
  2. Bekerja berdasarkan logika
  3. Objektif, menerapkan prinsip dan aturan
  4. Tegas, tidak sungkan melakukan kritikan atau ungkapan tidak setuju
  5. Memperhatikan kebenaran dan keadilan
  6. Memperhatikan hal dengan rasio, tanpa melihat perasaan orang lain
  7. Termotivasi akan kebutuhan prestasi dan pencapaian sejarah
  8. Memandang kejadian sebagai penonton, mengambil jarak, ada di luar situasi

Feeling

Mempertimbangkan akibat suatu hal pada orang lain, butuh konsensus dan pendapat yang populer, tidak suka konflik dan cenderung menghindarinya

  1. Memutuskan berdasarkan perasaan
  2. Bekerja berdasarkan keyakinan pribadi
  3. Lembut hati, bijaksana
  4. Mengharagai empati dan mengutamakan harmoni
  5. Memperhatikan keselarasan dan hubungan baik
  6. Memandang kejadian sebagai peserta, bagian dari situasi, masuk dalam situasi
  7. Mempunyai pandangan sesaat dan bersifat pribadi
  8. Menghargai secara spontan

Judging dan Perceiving

Judging

Seseorang yg menyukai hidup dengan teratur, memiliki jadwal yg terorganisir, lingkungan yg teratur, dan serba keteraturan

  1. Memutuskan dengan pasti
  2. Menyukai batas-batas dan kategori-kategori yang jelas
  3. Merasa nyaman dalam lingkungan yang jelas batasannya
  4. Menyukai aturan dan struktur yang jelas
  5. Menyukai hidup yang terencana
  6. Menghadapi batas waktu pengerjaan sesuai tugas dengan membuat rencana jauh sebelumnya
  7. Mengambil keputusan dengan cepat
  8. Menimbulkan kesan menuntut, kaku, tegang bagi perception

Perceiving

Menyukai hidup santai, selalu terbuka pada peluang, flexible, senang dengan kejutan, dan hidupnya mengalir seperti air.

  1. Senang mengikuti rasa ingin tahu dan menemukan kejutan-kejutan
  2. Menyukai kebebasan untuk melakukan percobaan-percobaan tanpa batas
  3. Merasa nyaman dalam lingkungan terbuka, batasannya tidak jelas
  4. Menyukai gaya hidup luwes
  5. Menyukai kegiatan yang mengikuti arus
  6. Menyukai gaya hidup sebagaimana adanya
  7. Menghadapi batas waktu pengerjaan suatu tugas dengan bekerja tergesa-tergesa pada saat-saat terakhir
  8. Menimbulkan kesan tidak teratur, kacau-balau, tidak bertanggung jawab bagi judgment (kk)

Kata Kunci:
* cara menentukan pekerjaan tes psikolog menentukan pekerjaan *

3 COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini