Timbangan di Seluruh Dunia Ternyata Salah!

Timbangan di Seluruh Dunia Ternyata Salah!

1 213

Bagi yang merasa punya masalah berat badan, angka-angka di timbangan selalu menebar teror yang menegangkan. Namun menurut para ahli, angka-angka tersebut tidak benar-benar akurat. Apakah berarti tidak segemuk yang tampak di timbangan?

Benar, logam platinum bernama International Prototype Kilogram yang menjadi acuan standar pengukuran berat di seluruh dunia telah mengalami perubahan. Debu dan polusi yang menempel membuat benda yang disimpan di International Bureau of Weights and Measures di Paris itu jadi lebih berat.

Platinum yang dibuat tahun 1875 itu memiliki 40 replika yang tersebar di seluruh dunia. Di Inggris, salah satu replikanya disimpan di National Physical Laboratory.

Nah, kalau standar internasionalnya saja lebih berat, maka yang ditimbang juga akan tampak lebih berat dari yang sesungguhnya. Karena itu bila seseorang dinilai gemuk berdasarkan hasil penimbangan, maka berat yang sesungguhnya belum tentu demikian.

Sayangnya jangan berharap bahwa selisih berat di timbangan dengan berat yang sesungguhnya akan berbeda jauh. Para ilmuwan mengatakan, selisihnya tidak lebih dari 100 microgram sehingga tidak akan mempengaruhi penilaian soal kegemukan. Dalam arti, yang gemuk tetap saja gemuk.

“Ini ada efek yang sangat kecil, tapi tegasnya kita semua lebih ringan dibandingkan hasil pengukuran sekitar tahun 1800-an,” kata Prof Peter Cumpson dari MicroElectroMechanical systems di Newcastle University seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (7/1/2013).

Adanya debu dan polusi yang mencemari platinum standar berat internasional itu terungkap saat Prof Cumpson melakukan pemindaian dengan teknologi Magnetic Resonance Imaging (MRI). Hasilnya, banyak debu dan kotoran dari atmosfir menempel di permukaannya.

Saat ini, Prof Cumpson telah menemukan cara untuk membersihkan kotoran tersebut. Timnya mengembangkan teknik sinar UV (ultra violet) dan ozon untuk mengembalikan berat platinum sesuai standar saat pertama kali diciptakan di abad ke-19 yang lalu. (viva)

1 COMMENT

Tinggalkan Komentar Anda di Sini