Home Woman Mengapa Wanita Mudah Gemuk?

Mengapa Wanita Mudah Gemuk?

0 7

Jika diperhatikan, wanita cenderung lebih mudah gemuk dibanding pria. Ada yang menganggapnya lumrah, ada yang menganggapnya kutukan. Tapi kebanyakan wanita lebih mudah membengkak berat badannya setelah mencapai usia tertentu ketimbang pria. Yes, kenaikan berat badan wanita lebih cepat.

Namun, kenapa bisa begitu ya?

Kehamilan. Kenaikan berat badan yang dianjurkan selama kehamilan adalah berkisar 10-15 kg. Namun, banyak wanita yang tak bisa menurunkan berat badannya pasca persalinan. Apalagi melakukan diet setelah melahirkan tidak diperbolehkan karena akan mempengaruhi kualitas ASI.

Mudah emosi. Banyak wanita yang mengaku melampiaskan emosinya pada makanan. Saat sedang senang, marah, atau sedih, makanan manis akan menjadi penawarnya.

Malas gerak. Wanita juga paling malas untuk melakukan olahraga. Bagi wanita, olahraga malah merusak make up dan penampilan mereka. Jadi pantas saja jika badan wanita mudah melar kesamping.

Gen. Tubuh wanita secara alami akan menyimpan lebih banyak lemak dibanding pria. Menurut Michele Olson, PhD, Profesor di Auburn University Montgomery, pria memiliki massa metabolisme lebih aktif pada tubuhnya. Para pria cenderung lebih banyak memiliki otot yang banyak, ukuran jantung dan ginjal yang lebih besar, serta jumlah lemak yang proporsional untuk total berat badannya.

Setiap 1 pon otot mampu membakar 6 kalori. Jantung dan ginjal merupakan konsumen tubuh yang masing-masing membutuhkan setidaknya 100 kalori per hari. Dan, lemak hanya membakar 2 kalori setiap ponnya.

Enzim Aldh1a1 berperan penting dalam produksi lemak. Setelah memasuki menopause, kadar enzim ini pada wanita meningkat. Enzim ini tak hanya ditemukan pada manusia saja, melainkan tikus juga memilikinya.

Untuk lebih memahami mekanisme enzim ini, para peneliti melakukan percobaan pada tikus. Para peneliti mengamati bahwa tikus betina yang makan makanan kaya lemak lebih aktif enzim Aldh1a1-nya sehingga banyak membuat dan menimbun lemak di sekitar perut atau disebut lemak visceral.

Dibanding tikus jantan, aktivitas enzim ini tidak setinggi pada tikus betina. Laporan yang dimuat jurnal Diabetes juga menyebutkan bahwa pada tikus betina yang telah direkayasa genetika agar enzimnya berkurang, ternyata mereka tetap kurus walau makan makanan kaya lemak.

Hormon estrogen pada wanita dapat menekan aktivitas Aldh1a1. Pada usia muda, wanita masih banyak memiliki hormon ini sehingga dapat melindunginya dari efek buruk enzim yang membikin gendut. Namun setelah menopause, kadar estrogen menurun drastis sehingga jadi rentan mengalami kenaikan berat badan.

“Dengan menargetkan Aldh1a1, peneliti mungkin dapat mengembangkan pengobatan obesitas khusus untuk wanita,” kata Ouliana Ziouzenkova, asisten profesor nutrisi manusia di Ohio State University seperti dilansir Live Science, Jumat (4/1/2013).

Karena penelitian ini masih dilakukan pada tikus, para peneliti terlebih dahulu harus menunjukkan bahwa temuan ini juga berlaku pada manusia. Tak hanya itu, enzim Aldh1a1 sebenarnya berperan penting untuk tubuh sehingga peneliti tidak dapat senaknya menghilangkan enzim ini sepenuhnya.

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini