Home Serba Serbi Penelitian Cokelat, Racun Mematikan untuk Hewan

Cokelat, Racun Mematikan untuk Hewan

0 18

Tak banyak orang yang tahu bahwa beberapa makanan yang dikonsumsi manusia bisa berbahaya jika diberikan pada hewan. Salah satunya adalah cokelat.

Peneliti di Kansas State University menemukan bahwa cokelat bisa berbahaya jika dikonsumsi oleh anjing, kucing, burung, dan tikus. Susan Nelson, seorang asisten profesor menjelaskan bahwa komposisi pemanis dalam cokelat bisa sangat berbahaya untuk hewan peliharaan.

“Cokelat mengandung banyak methylxanthines yang terdiri atas kafein dan theobromine. Zat ini bisa menyebabkan banyak gangguan kesehatan bagi hewan peliharaan,” ungkapnya, seperti dilansir oleh Times of India (15/01).

Ketika hewan peliharaan memakan cokelat, biasanya mereka tak langsung menunjukkan tanda-tanda aneh. Namun bisa saja mereka menunjukkan tanda-tanda seperti muntah, diare, sering buang air kecil, atau berkeringat secara berlebihan.

Ketika konsumsi cokelat semakin bertambah, hewan bisa menunjukkan gejala yang lebih berat, seperti detak jantung yang tak teratur, bergetar, atau bahkan kematian.

“Gejala biasanya terlihat setelah 12 jam mengonsumsi cokelat. Tak seperti manusia, anjing membutuhkan waktu lebih banyak untuk menghilangkan efek theobromine dari tubuh mereka,” jelas Nelson.

Terdapat banyak jenis cokelat, begitu juga dengan kadar theobromine di dalamnya yang berbeda-beda. Cokelat masak adalah yang paling banyak mengandung theobromine, sementara cokelat putih adalah yang paling sedikit mengandung theobromine.

Jika anjing atau hewan peliharaan mulai menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan, segera hubungi dokter hewan. Majikan juga harus mewaspadai tanda-tanda tersembunyi, dan menjauhkan segala jenis cokelat dari jangkauan hewan peliharaan. (merdeka)

Leave a Reply