Benarkah Pria Berkumis Lebih Sehat?

Benarkah Pria Berkumis Lebih Sehat?

0 234

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono baru saja menunjuk seorang pria berkumis sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga yang baru, mengantikan pejabat lama yang juga seorang pria berkumis. Apakah karena pria berkumis lebih sehat? Belum tentu.

Tidak cuma memberi kesan jantan dan berwibawa, kumis kumis yang tumbuh di wajah pria dewasa ternyata juga memiliki manfaat lebih bagi kesehatan. Setdaknya, inilah yang dibuktikan dalam sebuah penelitian di University of Southern Queensland.

Menurut penelitian tersebut, adanya kumis tebal di wajah pria dewasa mengurangi paparan sinar UV (ultraviolet) saat berada di bawah terik matahari. Makin jarang terpapar sinar tesebut, risiko terkena kanker kulit otomatis menjadi lebih kecil.

Teori ini berlaku juga untuk jenis facial hair atau rambut-rambut halus lain di wajah, termasuk jambang dan berewok. Makin banyak ditumbuhi rambut-rambut halus di wajahnya, seorang pria akan lebih terlindungi dari risiko kanker kulit di bagian wajah.

Manfaat lain dari kumis dan rambut-rambut halus di wajah adalah mengurangi risiko infeksi. Mengapa demikian? Makin banyak rambut halus diwajah, berarti seorang pria jarang bercukur dan itu berarti risiko mengalami luka di wajah juga lebih kecil.

Luka sekecil apapun adalah pintu masuk bagi kuman-kuman mematikan. Pada masa ketika antibiotik andal belum banyak ditemukan, banyak orang meninggal gara-gara infeksi setelah bercukur seperti yang dialami saudara John, laki-laki filsuf kenamaan Henry David Thoreau pada tahun 1842.

Namun di samping menguntungkan, kumis juga bisa merugikan. Salah satu penelitian yang mendapat Ig Nobel Prize alias versi parodi dari Nobel Prize yang sebenarnya pernah mengungkap, kumis dan jenggot adalah sarang bakteri yang susah dibersihkan.

Bahkan menurut penelitian itu, bakteri yang ada di kumis dan jenggot bisa bersembunyi di folikel atau akar rambut sehingga susah dicuci dengan shampo. Seperti dikutip dari Telegraph, Jumat (11/1/2013), sedikitnya ada 3 jenis bakteri berbahaya yang ada di kumis dan jenggot.

“Kumis tebal yang tidak bersih bisa menyebabkan folliculitis, radang akar rambut. Bisa bengkak-bengkak, bisul-bisul kalau tidak dibersihkan,” kata Dr Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa SpKK, dokter kulit dari RS Sanglah Denpasar. (detik)

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini