6 Tanda Kesuksesan Dalam Berkarir Bisa Sebabkan Pernikahan Retak

6 Tanda Kesuksesan Dalam Berkarir Bisa Sebabkan Pernikahan Retak

0 309
6 Tanda Kesuksesan Dalam Berkarir Bisa Sebabkan Pernikahan Retak

Sekarang ini banyak wanita yang memiliki pendapatan lebih besar dibandingkan pasangannya. Menurut seorang terapis pernikahan, kondisi tersebut bisa mempengaruhi hubungan suami-istri.

“Hal ini jelas mempengaruhi dan mengganggu “peran” suami dan istri sebagai pencari nafkah utama keluarga,” ujar Scott Haltzman, MD, penulis The Secrets of Happily Married Women.

Tentunya tidak semua wanita yang sukses membuat hubungan pernikahannya menjadi terganggu. Ada kondisi-kondisi tertentu ketika wanita yang sukses berkarir berdampak buruk pada kehidupan rumah tangganya. Berikut ini enam gejala kesuksesan karir yang mengganggu kehidupan cinta seorang wanita dan bagaimana tips untuk mengatasinya:

1. Pasangan Malas untuk Berdekatan dengan Anda
Tidak lagi menjadi pencari nafkah utama ataupun menjadi orang yang diandalkan membuat ego pria terluka. Yakinkan pasangan bahwa ia tetap berkontribusi pada keuangan rumah tangga Anda. “Pria cenderung action-oriented, jadi tunjukan dan katakan kepadanya betapa berartinya bantuan yang ia berikan bagi Anda,” ujar Dr. Haltzman.

Katakan bahwa menemani berbelanja bulanan, mengajarkan anak pelajaran sekolah, hingga betapa hebatnya ia dalam bercinta, membuat Anda senang dan juga bahagia. Jika moodnya sedang down, buat ia kembali senang dengan memerhatikannya setiap saat, semisal dengan hal-hal kecil seperti membuatkan makanan favoritnya atau mengatakan betapa Anda merindukannya.

2. Terlalu Lelah untuk Bercinta
Mempersiapkan keperluan sang buah hati sebelum ia berangkat ke sekolah, bekerja sepuluh jam sehari, hingga menyiapkan makanan, tentu menguras tenaga dan juga pikiran Anda. Tak heran ketika memiliki waktu luang yang terlintas di pikiran untuk dilakukan hanyalah bersantai ataupun merilekskan diri. Bercinta bisa jadi ada dalam daftar terakhir hal yang Anda inginkan.

Bagaimana jika hal ini terjadi? Buat jadwal kencan ataupun bercinta dengan pasangan. Bicarakan dan diskusikan waktu di mana baik Anda dan pasangan sama-sama memiliki waktu luang.

3. Berhenti Membelikan Anda Hadiah
Wanita yang sukses dalam berkarir biasanya suka bersenang-senang dengan menghadiahi diri mereka sendiri barang-barang favorit. Hal ini bisa berdampak pada pria. Tidak ada lagi makanan favorit, bunga ataupun perhiasan yang pasangan belikan untuk Anda menandakan kesedihan dan juga kerendah dirian yang ia alami.

Buka tabungan dengan nama Anda berdua, di mana baik Anda ataupun pasangan dapat saling bertukar hadiah dengan menggunakan uang tersebut. Hal ini membuat pria merasa ia tetap menggunakan uangnya untuk membelikan pasangannya hadiah.

4. Terlalu sibuk dan Tidak Lagi Menikmati Waktu Bersama Pasangan
Banyak wanita yang memang benar-benar sibuk dan mengerjakan hal-hal yang seharusnya dilakukan olah beberapa orang. Hasilnya, mereka tidak pernah benar-benar memiliki waktu untuk pasangan, keluarga atau bahkan dirinya sendiri.

Cobalah mengatur dan membicarakan kepada rekan kerja Anda jam di mana Anda ingin beristirahat dan juga mengurusi keluarga. Aturlah waktu untuk mengecek email ataupun pekerjaan tersebut setelah beristirahat dan juga mengurusi buah hati serta pasangan Anda.

5. Menjauhi Pasangan
“Terkadang wanita menjauhi pasangannya karena merasa pasangannya tidak dapat memberikan apa yang diinginkannya, sedangkan pria lain bersedia untuk memberikannya padanya,” ujar sex therapist, Debra Laino, DHS, MED, MS. Hal ini tentunya akan membuat libido pasangan hilang, yang lebih buruk lagi dapat membuat pernikahan Anda terguncang.

Hargai dan terima pasangan serta jangan lupa untuk menjelaskan bahwa hanya ia satu-satunya pria yang dapat mengerti dan memahami Anda. Setiap orang pasti akan mengalami masa sulit dalam hidupnya, baik pria maupun wanita. Oleh karena itu ingatlah akan janji pernikahan yang pernah terucap di antara Anda dan pasangan, “baik suka maupun duka, hingga maut memisahkan kita”

6. Bossy
Memiliki posisi dan kekuasaan di kantor tidak berarti menjadikan Anda bertingkah bossy dan angkuh pada pasangan. Sebuah hubungan yang baik hanya akan tercipta jika terdapat kesetaraan antara pasangan yang dapat saling memahami dan menghargai satu sama lain. Ketika sampai di rumah, tanyakan pasangan apa saja yang telah terjadi sepanjang hari tersebut. Anda juga dapat menanyakan solusinya atas permasalahan yang terjadi, dengan begitu ia akan merasa tetap dihargai dan juga berperan penting dalam kehidupan Anda.

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini