5 Mitos Menyesatkan tentang Christopher Columbus

5 Mitos Menyesatkan tentang Christopher Columbus

0 119

Pada 12 Oktober 1492, pedagang asal Geona, Italia, Christopher Columbus memimpin armada menyeberangi Samudera Atlantik. Ia tiba di Benua Amerika pada tanggal 12 Oktober 1492.

Hari kedatangannya di “benua baru” masih dirayakan hingga saat ini di Amerika Serikat. Columbus Day. Namun, tidak semua hal berlebihan tentang Columbus adalah benar. Ini kabar salah yang beredar selama ini:

1. Columbus ingin membuktikan bumi itu bulat

Jika benar, ia terlambat 2.000 tahun. Matematikawan Yunani Kuno telah membuktikan bahwa bumi itu bulat, bukan datar. Adalah Pythagoras pada abad keenam Sebelum Masehi, pencetus awal ide tersebut.

Kemudian Arostoteles pada abad keempat SM memberikan bukti fisik, seperti bayangan Bumi dan Bulan, dan kurva Bumi yang dijumpai para pelaut ketika mendekati daratan. Pada abad ke-3 SM, giliran Eratosthenes menentukan bentuk bumi dan keliling menggunakan geometri dasar. Dan pada abad ke-2 Masehi,  Claudius Ptolem menulis “Almagest,”  risalah matematika dan astronomi tentang bentuk planet dan gerakannya, serta menggambarkan bumi yang bulat. Teks ini terkenal di kalangan berpendidikan di seluruh Eropa pada masa Columbus

Columbus, yang seorang otodidak justru menganggap remah hal ikhwal Bumi. Dalam pikirannya, Eropa lebih luas dari yang sesungguhnya, dan Jepang lebih jauh dari perairan China dari yang sebenarnya. Dia pikir bisa mencapai Asia dengan terus berlayar ke barat. Sebuah perhitungan yang terbukti salah saat ia menabrak daratan, yang tentu saja bukan Asia.

2. Columbus menemukan Amerika

Meski dengan mengabaikan jutaan manusia yang menghuni daratan yang kelak diberi nama Amerika. Tapi, Columbus sendiri tak tahu ia telah menemukan Amerika. Hingga kematiannya, ia mengklaim telah mendarat di Asia.

Apa yang “ditemukan” oleh Columbus adalah kepulauan Bahama dan sebuah pulau yang kemudian dinamakan Hispaniola — yang kini terbelah menjadi Haiti dan Republik Dominika.

Columbus memang menjelajah lebih jauh ke selatan, ke Amerika Tengah dan Selatan. Tapi, dia tidak pernah mendekati wilayah, yang kini menjadi sebuah negara bernama Amerika Serikat.

Lalu mengapa AS merayakan perjalanan seseorang yang mengira ia menemukan rute baru ke Asia dan tanah yang digambarkan Marco Polo? Jawabannya, karena di awal pendiriannya, AS beperang dengan Inggris, bukan Spanyol.

Padahal, berdasarkan dokumen dengan paten kerajaan dari masa Henry VII mengungkap  bahwa pedagang asal Italia, John Cabot, sebagai orang yang pertama menemukan Amerika. Di dokumen itu diketahui bahwa Cabot berlayar dari Bristol Inggris ke Amerika Utara pada 1497, tepatnya di Newfoundland.

Cabot adalah peletak dasar kolonialisasi Inggris di Amerika utara. Jadi bangsa jajahan lebih suka menjadikan Columbus sebagai pahlawan, alih-alih Cabot. Itulah mengapa ibukota AS adalah Washington DC — District of Columbia, bukan District of Cabot.

3. Columbus menyebarkan sifilis ke Eropa

Hal ini telah lama jadi perdebatan sengit. Sifilis sudah ada di Amerika sejak era pra-Columbus. Keberadaannya juga ada selama ribuan tahun di Eropa. Mungkin secara kebetulan, wabah sifilis terjadi di Naples pada tahun 1494 selama invasi Prancis, hanya dua tahun setelah kembalinya Columbus.

Carbon dating dan analisis DNA dari tulang di biara Agustinus di abad ke-13, yang merawat banyak pelaut sakit, sifilis  telah menyebar ke dunia bahkan sebelum Columbus melepas sauh.

4. Columbus meninggal dalam kondisi miskin dan terlupakan

Columbus memang bukan orang kaya saat ia meninggal dunia di Spanyol pada tahun 1506, di usia 54 tahun. Namun ia tidak miskin-miskin amat. Ia hidup nyaman di sebuah apartemen di Valladolid, Crown of Castile, meskipun menderita arthritis parah.

Columbus sempat dipenjara atas tuduhan tindakan tiran dan brutal pada penduduk asli Amerika, namun baru mendekam 6 minggu di penjara, ia dibebaskan oleh Raja Spanyol, Ferdinand. Ia lantas menolak imbalan besar yang dijanjikan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella.

Setelah kematian Columbus, keluarganya mengajukan tuntutan pada kerajaan, sebuah gugatan yang terkenal sebagai Pleitos colombinos atau Columbian lawsuits, yang berlangsung hampir 20 tahun. Keturunan Columbus akhirnya berhasil mendapatkan sejumlah properti dan harta lain dari raja.

5. Columbus tak melakukan hal penting apapun

Columbus memang punya salah banyak, mengira ia mendarat di Asia, dan mendorong genosida pada penduduk lokal.

Namun bukan berarti ia tak melakukan apapun. Columbus berperan dalam membangun pengetahuan tentang angin perdagangan. Juga meski dia bukan orang Eropa pertama yang mencapai belahan bumi Barat, ia adalah orang Eropa pertama yang tinggal di sana.

Perjalanannya secara langsung memulai pendudukan permanen di Eropa Utara dan Amerika Selatan. Kabar kesuksesan pelayarannya berhembus kencang di Eropa. Kemudian mengubah dunia secara radikal. (LiveScience | umi)

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini