Home Serba Serbi Fakta Gemar Menimbun Barang Pertanda Gangguan Psikologis

Gemar Menimbun Barang Pertanda Gangguan Psikologis

0 9

Foto Gemar Menimbun Barang Pertanda Gangguan Psikologis Menimbun Barang Gangguan Psikologis  penimbundlm1Jika Anda termasuk orang yang gemar mengumpulkan barang-barang yang tidak berguna dan tidak tega untuk membuangnya, Anda mungkin memiliki masalah psikologis tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa ada masalah pada otak orang yang menderita kondisi tersebut.

Sebuah studi baru menemukan aktivitas abnormal di daerah otak pada orang yang menderita gangguan penimbunan barang. Daerah otak tersebut diketahui terlibat dengan pengambilan keputusan dan pilihan emosional.

“Gangguan penimbunan barang tampaknya ditandai dengan masalah dalam proses pengambilan keputusan yang dapat dilihat dari pola aktivitas otak,” kata David Tolin, direktur pusat gangguan kecemasan di The Institute of Living, Connecticut.

Orang dengan gangguan penimbunan mendapatkan banyak kepuasan secara psikologis dengan tidak membuang barang-barang yang dimilikinya meski sudah tidak berguna. Dorongan untuk menimbun barang telah dikaitkan dengan sejumlah gangguan psikologis lain, seperti kesulitan memusatkan perhatian pada masalah dan membuat keputusan.

Cukup aneh memang jika mengingat bahwa orang yang gemar menimbun barang-barang dikaitkan dengan perfeksionisme terkait dengan rasa takut untuk mengambil keputusan yang salah.

Untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam otak penimbun, Tolin dan rekan-rekannya menggunakan resonansi fungsional pencitraan magnetik (fMRI) untuk memeriksa aktivitas otak.

Sistem fMRI dapat mengetahui perubahan dalam aliran darah ke daerah otak, sehingga memungkinkan para ilmuwan untuk menentukan daerah otak mana yang lebih aktif menanggapi setiap tugas yang diberikan.

Penelitian tersebut melibatkan 43 orang dengan gangguan penimbunan dan sebagai perbandingan, para peneliti juga mengamati otak dari 33 orang dewasa yang sehat dan 31 orang dewasa dengan gangguan obsesif kompulsif.

Semua peserta diminta untuk membawa tumpukan surat dan koran bekas dari rumahnya masing-masing tanpa memilah-milahnya terlebih dahulu. Para peneliti kemudian memindai otak peserta penelitian dengan fMRI untuk mengetahui bagaimana reaksi otaknya terhadap rasa kehilangan barang-barangnya.

Kelompok orang dengan gangguan penimbunan membawa barang lebih sedikit dari kelompok yang lain. Selain itu juga dilaporkan bahwa kelompok tersebut lebih banyak menderita kecemasan, keraguan dan kesedihan ketika diminta membawa surat dan koran bekas miliknya.

Bagian depan otak yang disebut dengan korteks cingulate anterior pada penderita gangguan penimbunan merasakan kegelisahan yang mendalam jika dihadapkan pada situasi untuk membuang barang-barang miliknya. Tetapi jika dirinya dihadapkan pada keputusan tentang hal-hal yang menyangkut barang milik orang lain, daerah otak tersebut merasa lebih tenang.

“Otak orang dengan gangguan penimbunan barang tampaknya kurang dirangsang agar lebih siap menghadapi sejumlah keputusan yang membuatnya merasa kehilangan. Sehingga penderita menyimpan semua barang karena akan terlalu menyakitkan jika harus kehilangan barang tersebut,” kata Tolin.

Tolin dan rekan-rekannya menerbitkan hasil penemuan tersebut dalam jurnal Archives of General Psychiatry pada tanggal 6 Agustus, seperti dilansir mnn, Rabu (8/8/12).

Reff: http://www.bchaussures.com/

Leave a Reply