Liburan? Ke Karimun Jawa aja!

Musim liburan sudah di depan mata. Sudahkah anda merencanakan liburan? Mau ke mana ya liburan kali ini? Destinasi liburan paling banyak diminati orang adalah Pulau Bali. Tetapi kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya di tempat yang ga kalah indah, yaitu Kepulauan Karimun Jawa.

 

 

Terletak di Jawa Tengah, Kepulauan Karimun Jawa bisa dicapai dari Jepara maupun Semarang dengan kapal. Saya memilih berangkat dari Jepara. Ada 2 pilihan, kapal cepat Express Bahari 9 dengan waktu tempuh 2 jam dan kapal ferry Muria dengan waktu tempuh 6 jam. Jadwalnya sebagai berikut :

Express Bahari 9 : (Harga tiket 80.000 ++)

Jepara-Karimun Jawa :

  • Senin     = 10.30
  • Selasa   = 10.30
  • Jumat    = 14.00
  • Sabtu    = 10.30

Karimun Jawa-Jepara :

  • Senin     = 13.00
  • Rabu      = 10.30
  • Sabtu    = 08.00
  • Minggu = 14.00

 

KMP Muria : (Harga tiket 30.000 ++)

Jepara-Karimun Jawa :

  • Senin     = 09.00
  • Rabu      = 09.00
  • Sabtu    = 09.00
  • Minggu = 09.00

Karimun Jawa-Jepara :

  • Selasa   = 08.00
  • Kamis    = 08.00
  • Sabtu    = 23.00
  • Minggu = 23.00

 

 

Sudah banyak paket-paket yang ditawarkan oleh pemandu wisata Karimun Jawa. Hal ini membuat perjalanan anda lebih mudah dan lebih indah. Dari paket 2 hari 1 malam, 3 hari 2 malam, 4 hari 3 malam dst. Harga pun bisa menyesuaikan, tergantung anda mau tinggal di homestay, penginapan, atau pun hotel. Saya memilih backpacker-an. 🙂

 

 

Ahaha.. ngeksis banget. Tp gpp ya.. kan saya yg nulis artikelnya 😉

Thanks to pemandu wisata saya di sana, mas Alfian (Aan) sekaligus pemilik homestay Arriani Karimun Jawa, saya ga perlu pusing-pusing lagi nyusun acara. Makan dan minumnya pun sudah termasuk di dalam paket. Jadi cuma perlu bawa badan aja, ama baju ganti. Hehe..

Hari pertama adalah perjalanan menuju Jepara dan lanjut ke pulau Karimun Jawa. Ga boleh telat naik kapalnya, periksalah jadwal keberangkatan dan siap di pelabuhan 1 jam sebelum waktu keberangkatan.

Sampai di Karimun Jawa, langsung persiapan menonton sunset. Ini dia hasil jepretan amatir saya :

 

 

Keesokan harinya, trip berlangsung seharian, jadi harus bersemangat!!! 😀

Jadwal dimulai pada pagi hari, dengan naik perahu kami berangkat snorkling di perairan sekitar pulau Maer. Terumbu karang dan ikan hiasnya cantik-cantik, menakjubkan, amazing, subhanallah..

 

 

Waktunya makan siang, rombongan tour (saya ikut rombongan, biar biayanya lebih murah, hehe..) menuju ke pulau Geleang, dan bakar ikan di tepi pantainya. Pasir putih dan deburan ombak yang menemani,  Alhamdulillah, sedap nian..

 

 

Tentang pulau ini, ternyata ada ceritanya. Pulau ini dijaga oleh dua orang, yakni seorang Ibu dan anaknya yang biasa dipanggil mas Mudi. Mas Mudi ini adalah seseorang yang, maaf, memiliki keterbelakangan mental. Kalau ada pendatang yang menyetel lagu (khususnya dangdut), dia akan serta merta asyik berjoged sendirian selayaknya sedang menonton panggung hiburan. Padahal sebenarnya, dialah yang menghibur para pendatang. 🙂 Sayang saking asyiknya nonton, saya jadi lupa memotret dia.

Ketika perahu-perahu kami mulai meninggalkan pulau, mas Mudi akan berceloteh sendiri : yah sepi.. sepi lagi..

Terharu saya melihatnya. Ga kebayang gimana rasanya berada di pulau itu ketika malam tiba, hanya berdua saja, tanpa listrik..

Selesai makan siang, kami pindah spot lagi untuk bersnorkling-ria.

 

 

Setelah itu, kami menuju pantai Tanjung Gelam untuk melihat sunset. Tapi sayang, mataharinya hilang ditelan awan. Jadi tiada sunset untuk hari ini.

Trip dilanjutkan keesokan harinya. Pagi-pagi kami sudah bersiap di pelabuhan rakyat naik perahu yang telah menunggu kami. Spot snorkling hari ini agak ditengah-tengah laut, dan arus ombaknya cukup kencang, jadi agak2 ngeri juga, tetapi ketika mulai snorkling dan melihat keindahan alam bawah lautnya, saya tidak mempu berkata-kata lagi, selain memuji Sang Pencipta.

 

 

Perhentian terakhir sebelum pulang adalah penangkaran hiu di pulau Menjangan Besar. Bagi yang berani, boleh kok mencoba berenang bersama hiu..

 

 

Setelah itu kami kembali ke penginapan untuk berkemas dan bersiap-siap pulang. Slogan yang terkenal di sini adalah “Jangan ambil apapun selain gambar. Jangan tinggalkan apapun selain jejak kaki.” Nice trip. Beautiful beach n coral. See u next time.

 

Salam hangat, diniwidi.

 

 

6 Comments on this article. Feel free to join this conversation.

  1. Ebo Ndut Jun 12, 2012 pukul 2:30 AM - Reply

    wih pengeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeen

    • Dini Widiasmarini Jun 12, 2012 pukul 8:16 AM - Reply

      ayo ke sana kk.. ajak cc melisa 🙂

  2. handoko Jun 13, 2012 pukul 6:36 PM - Reply

    bagus banget artikelnya. berapa harga peketnya dini?

    • dini.widi Jun 14, 2012 pukul 7:47 AM - Reply

      makasi ed, hehe. siapa dl dong, dini.. :p

      harga paketnya tergantung permintaan, kl di homestay non AC bisa 550-650 rb, kalo mau di hotel AC bisa sekitar 1 jutaan, buat lebih jelasnya ini no kontak guide-ku di sana : 085740244611/085325978911 (alfian)

  3. anin Jun 16, 2012 pukul 12:16 AM - Reply

    Waah,kereeeen bgt. Kebetulan juli pengen kesana ma tmn2..
    Mbak,itu alat snorkling ma foto2 dokumentasi tmsk paket? Brapa hari disana? ‎​♣:)ƭћǟπƙ-Ǚ♣ƭћǟπƙ-Ǚ:)♣ before..

    • dini.widi Jun 16, 2012 pukul 8:38 AM - Reply

      iya, alat snorkling ama foto2 upwater n underwater udh termasuk paket. dsana 3 hari. tp utk lbh jelasnya, langsung aja ditanyain ke tour leadernya masing2.

Leave A Response