Dari Youtube menuju Madison Square Garden, dari Ontario, Kanada menuju New York, Amerika Serikat. “From nothing to something big”, remaja yang baru saja genap berusia 17 tahun di 2011 ini mungkin tidak pernah menyangka bahwa dalam rentang waktu kurang lebih 3 tahun saja, dirinya akan bertranformasi menjadi sebuah fenomena luar biasa.
Tidak hanya di dunia tarik suara, namun juga sebagai seorang entertainer di dunia hiburan secara menyeluruh. “wabah” Bieber Fever sudah menjangkiti dunia, menularkan euforia khususnya kepada kaum hawa. Dari para remaja hingga manula tergila-gila padanya. Ya, dia adalah Justin Bieber, The new pop phenomenon.
Dalam Never Say Never, sutradara Step-up 3D, Jon Chu akan membawa penontonnya, terlepas Anda adalah fans berat atau bukan, untuk sedikit banyak mengenal lebih dekat sosok “Wonder Kid” ini. Merasakan sebuah sensasi “The Bieber experience” dalam balutan dokumenter tentang 10 hari persiapan hingga menjelang konser akrbarnya yang sukses besar di Madison Square Garden pada 31 Agustus 2010 lalu.
Tentu sebagai sebuah film konser, Anda tentu akan banyak menemui adegan-adegan backstage dan bagaimana suka duka di balik persiapannya, hingga aksi panggung Justin Bieber dalam membawakan tembang-tembang hitsnya sukses memukau ribuah penggemarnya yang sudah menyesaki Madison Square Garden pada hari itu.
Lengkap dengan rekaman wawancara dari para kru, keluarga hingga tanggapan dari para fans-nya, ditambah dengan kehadiran banyak bintang tamu ternama yang mendukung dan bernyanyi bersamanya. Sebuah saja Usher, Jaden Smith, Miley Cyrus, Sean Kingston, Ludacris, Boyz II Men, bahkan Snoop Dogg yang sepertinya tidak mau ketinggalan terlibat dalam pergelaran akbar tersebut.
Menariknya Jon Chu mampu mempresentasikan segala formula dokumenter usang tersebut dengan penyajian yang apik, rapi, menghibur, dan berkelas. Bahkan terasa emosional di beberapa bagiannya, terlebih lagi Chu juga tidak ketinggalan menyelipkan banyak potongan-potongan rekaman kehidupan pribadi Justin, dari mulai ia kecil sampai menjadi superstar seperti saat ini.
Adegan per adegan diambil Chu dengan sangat baik. Chu sepertinya tahu benar bagaimana membuat sebuah sajian dokumenter yang sangat menghibur dan jauh dari kata membosankan. Bahkan harus diakui, apa yang sudah dihadirkan Chu dalam Never Say Never, sedikit lebih baik dari dokumenter konser milik Michael Jackson, This Is It.
Menarik memang melihat bagaimana Chu menghadirkan kisah hidup seorang Justin Bieber sedikit ke belakang, sebuah “cerita dongeng” modern yang terangkum dalam rangkaian foto-foto, rekaman video hingga wawancara dari keluarga, teman, hingga orang-orang terdekatnya.
Secara tidak langsung yang menontonnya, meskipun bukan fans-nya, begitu terkesan melihat bagaimana seorang Justin kecil yang lucu dan polos, tumbuh berkembang di bawah asuhan ibu serta kakek-neneknya yang begitu mencintainya.
Suka atau tidak, kenyataannya Jon Chu sudah melakukan sebuah pekerjaan yang baik dalam menghadirkan Never Say Never, sebuah tontonan dokumenter konser yang sebenarnya tidak menghadirkan hal baru, namun bagaimana Chu menyajikannya dengan sesuatu yang unik.
Never Say Never jelas sangat menghibur dan emosional, tidak hanya untuk para fans-nya semata, namun juga kepada mereka, para penonton yang kurang mengenal siapa itu sosok Justin Bieber, untuk ikut bernyanyi bersama, menikmati kemegahan dan histeria suasana konser My World Tour yang spektakuler itu.
Dan di sisi lain, Chu juga tidak ketinggalan untuk mengajak penontonnya untuk mengenal lebih dekat sosok pribadi Sang Mega Bintang yang sudah berhasil menyihir dunia ini.
Gaptek Update Berita Terkini dan Terbaru 
