Kanker Khusus untuk Wanita

Kanker Khusus untuk Wanita

0 123

Dr See Hui Ti, Konsultan Senior, Onkologi Medis, Parkway Cancer Centre, menuturkan kepada parkwaycancercentre.com tentang beberapa jenis kanker yang hanya menyerang perempuan.

Kanker Ginekologi namanya. Kanker ini bermula dari sistem reproduktif perempuan, yang dinamakan serviks atau leher rahim (kanker serviks), ovarium (kanker ovarium), lapisan rahim (kanker rahim atau endometrium), dan di beberapa kasus yang jarang ditemui, yakni pada vulva (kanker vulva), atau jaringan vagina (kanker vagina).

Ada tiga  jenis kanker yang umum terjadi pada perempuan. Tiga kanker ginekologi tersebut ada diantara 10 kanker teratas yang menyerang para perempuan, yaitu kanker rahim atau endometrium, kanker ovarium dan kanker serviks.

Kanker Rahim
Jika kanker ini terdeteksi pada stadium I, 70% kanker ini dapat disembuhkan. Pada 30 % kasus, kanker rahim akan menyerang bahkan lebih agresif dari sebelumnya. Perempuan yang mengalami menstruasi dini –sebelum 12 tahun- dan perempuan yang terlambat menopause memiliki resiko tinggi terserang kanker ini. Hal tersebut disebabkan oleh kontak yang terlalu lama antara estrogen dengan lapisan rahim.

Gejala terserangnya jenis kanker ini jika terjadi perdarahan pasca-menopause. Misalnya, perempuan yang berusia 50-tahun dan telah mengalami menopause selama beberapa tahun, tiba-tiba mengalami pendarahan. Atau seorang perempuan muda yang tiba-tiba mengalami siklus yang tidak teratur atau mengalami masa menstruasi yang panjang. Perempuan yang mengalami hal tersebut sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Kanker Ovarium
Kanker jenis ini juga sedang meningkat tajam. Seorang perempuan dengan keturunan pertama (misalnya ibu atau saudara perempuan) dengan kanker ovarium, memiliki risiko terserang kanker ini sebesar lima persen. Jika memiliki dua kerabat tingkat pertama, maka peluangnya menjadi 10 kali lebih besar dibandingkan perempuan lain.  Resiko dan dan faktor pencetusnya hampir sama dengan kanker rahim yaitu, menstruasi lebih awal, tidak bisa mengandung, memiliki anak pertama setelah berusia 30 tahun, dan menopause yang terlambat setelah usia 50 tahun.

Gejala serangan kanker ovarium sulit dideteksi karena ovarium tersembunyi di panggul. Hanya tanda-tandanya  yang tersamar  saja yang bisa dideteksi seperti, seperti perut tidak nyaman (nyeri atau bengkak) atau merasa ada tekanan di daerah panggul. Deteksi dini kanker ini juga tidak terlalu efektif. Oleh karena itu 70 persen kasus terdeteksi pada Tahap III.

Kanker Serviks
Kanker Serviks adalah salah satu kanker yang mematahkan trend. Jumlahnya terus menurun selama sepuluh tahun terakhir. 90 persen kasus-kasus kanker Serviks berkaitan dengan virus HPV (Human Papilomavirus). Melakukan skrining melalui Pap smears bisa membuat perbedaan yang besar dalam menangani kasus-kasus kanker ini sebelum kankernya berkembang biak.

Gejala-gejala munculnya kanker serviks diantaranya terjadi pendarahan pada vagina, badan terasa berat digerakkan, nyeri panggul atau nyeri saat buang air kecil. Gejala yang terakhir mungkin menandakan bahwa kanker telah menyebar ke kandung kemih.

Ketiga jenis kanker ini bisa disembuhkan dengan jalan operasi dan kemoradiasi. Yang membedakan hanya prosentase penyembuhannya. Namun diantara proses penyembuhan tersebut yang paling disarankan adalah memeriksakan kesehatan alat reproduksi secara teratur.

Sumber:

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini