Ini Dia Arloji Rp 45 Miliar

Ini Dia Arloji Rp 45 Miliar

0 381

Begitu mahalnya arloji terbaru buatan Hublot ini, hingga bisa “ditukar” dengan 12 unit supercar Lamborghini Aventador. Ada 1.282 berlian menutupi permukaannya sehingga membuatnya sangat berkilau.

Memang kilauan arloji supermewah itu harus dibayar dengan harga yang amat mahal, yakni mencapai USD5 juta atau setara Rp45,6 miliar. Meski demikian, CEO Hublot Jean-Claude Biver mengatakan sudah ada beberapa orang superkaya dunia yang tertarik untuk membeli.

Menurut Biver, membuat jam tangan seharga Rp45 miliar bukanlah pekerjaan mudah. Adapun yang paling sulit adalah membenamkan ribuan berlian ke dalam permukaan arloji yang sangat terbatas.

Bahkan, begitu tinggi tingkat kesulitannya hingga dibutuhkan 17 profesional yang bekerja intens selama 14 bulan untuk menyempurnakannya. “Kesulitan yang kami hadapi terletak pada penempatan berlian bernilai 140 karat,” ujar Biver.

Hublot merupakan pembuat jam mewah asal Swiss yang didirikan pada 1980 oleh Carlo Crocco. Kini brandtersebut menjadi bagian dari konglomerasi mode Louis Vuitton Moet Hennessy (LVMH).

Hublot bukanlah pembuat jam tangan pertama yang menciptakan arloji dengan harga sangat mahal. Rekor jam tangan termahal di dunia justru masih dipegang oleh Chopard yang menghadirkan jam tangan bertabur batu mulia dengan harga fantastis, yakni mencapai USD25 juta (Rp228 miliar)! Jam tangan dengan bentuk mirip gelang itu terbuat dari kombinasi berlian merah mudah 15 karat, berlian biru 12 karat, dan berlian putih 11 karat, serta dikelilingi berlian kuning senilai 163 karat. Karena itu, nilai jam tangan tersebut adalah 201 karat.

Peringkat kedua jam termahal di dunia dipegang pembuat arloji eksklusif Patek Phillipe yang sukses melelang jam saku buatan tahun 1932 senilai USD11 juta (Rp100 miliar), sekaligus memecahkan rekor penjualan jam termahal pada 1999.

Adapun yang membuat sebuah arloji bisa berharga jutaan, bahkan puluhan juta dolar, tidak hanya terletak dari segi material nan fantastis, seperti emas dan berlian. Craftmanship dan ketelitian para artisan yang mengerjakan jam tersebut juga berpengaruh.

Pada 2008 Hublot melansir Hublot Black Caviar Bang yang dibanderol dengan harga USD1 juta (Rp9,1 miliar). Alasan harga yang mahal itu, menurut Biver, bukanlah terletak pada material emas putih 18 karat dan penempatan kristal hitam di seluruh permukaan jam, melainkan dari kerja keras selama 2.000 jam untuk menghasilkan sebuah jam tangan.

“Jika dipikir lebih dalam, harga tersebut akan sepadan dengan seluruh kerja keras dan waktu yang dibutuhkan untuk membuat sebuah masterpiece edalam bentuk jam tangan,” sebutnya.

Jam terbaru Hublot itu dipamerkan di ajang Baselworld Watch and Jewellery Show, di Basel, Swiss. Pameran yang berlangsung pada 8 hingga 15 Maret 2012 itu merupakan salah satu pameran jam paling bergengsi di dunia.

Adapun Baselworld Watch and Jewellery Show pada tahun ini adalah perhelatan ke-40 kali. Diikuti oleh 1.815 exhibitors seperti Rolex, Chopard, dan Omega dari 41 negara. Tahun ini perusahaan jam dan perhiasan mewah asal Swiss lebih optimistis. Menurut penyelenggara Baselworld, Jacques Duchene, pasar jam tangan mewah tidak terpengaruh krisis.

Bahkan, ekspor jam tangan Swiss pada tahun ini ditargetkan mengalahkan ekspor pada tahun lalu, yakni mencapai 20-25 miliar franc (Rp200 triliun-RP250 triliun). Pada 2011 ekspor jam tangan mewah di Swiss mencapai 19,3 miliar franc (Rp188 triliun).

Menurut Jacques, Asia dan negara berkembang merupakan salah satu marketutama dari jam tangan mewah. Ekspor jam tangan mewah ke Asia saja mencapai 10 miliar franc pada 2011 atau 50 persen dari jumlah total ekspornya di dunia. Menurut Digital Luxury Group, China adalah market terbesar dari jam tangan mewah, bersaing dengan Amerika.

Sumber:

  • http://gayahidup.plasa.msn.com/mode-kecantikan/okezone/article.aspx?cp-documentid=5982038
  • электрошокер

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini