Sejarah Revolusi Plastik

Sejarah Revolusi Plastik

0 74

Leo Hendrik Baekeland seorang ahli kimia asal Belgia, ingin membuat alternatif produk yang dapat membantu instalasi alat elektronik dan mengantarkannya menemukan material bernama plastik.

Pada waktu tahun 1907, sebagian besar instalasi alat elektronik masih menggunakan shellac yang saat itu merupakan barang impor berharga mahal di dunia barat. Shellac berasal dari sejenis kumbang dari Asia Tenggara.

Shellac merupakan bioadesif polimer alami dan merupakan bentuk alami dari plastik. Shellac dapat berubah bentuk ketika dicampur dengan tepung kayu dan ditempa dalam metoda panas dan tekanan. Shellac juga dapat diklasifikasikan sebagai termoplastik.

Pada tahun 1909, Baekeland membuat sintesis yang dinamakan Bakelite, ini merupakan polimer sintesis buatan yang pertama, merupakan campuran dari phenol dan formaldehyde.

Reaksi kondensasi antara kedua monomer itu memungkinkan formaldehyde untuk mengikat phenol menjadi polimer tiga dimensi. Kemudian, Bakelite dapat dibentuk ketika panas dan kemudian solid dan menjadi plastik yang keras yang dapat digunakan untuk gagang telepon, bagian mobil, mebel dan bahkan perhiasan.

Eksperimen Baekeland ini menghasilkan material yang mudah dibentuk, tetapi dapat bertahan pada suhu temperatur tinggi.

Sebelum membuat Bakelite,  Leo Hendrik Baekeland membuat phenol-formaldehyde shellac yang diberi nama Novolak, tetapi hal itu tidak sukses di pasaran. Kemudian dia beralih untuk mengembangkan pembatas untuk asbestos, yang pada waktu itu masih dibentuk dengan menggunakan karet.

Dengan melakukan pengotrolan suhu dan tekanan pada phenol dan formaldehyde, dia menemukan plastik sintetis pada tahun 1905, kemudian diumumkan penemuannya pada pertemuan American Chemical Society, tahun 1909.

Baekeland berpikir penemuan “Bakelite”nya mungkin dapat digunakan untuk alat perekam phonograph, tetapi ternyata banyak sekali kegunaannya.

Benda tersebut dikenal sekarang ini bernama plastik yang digunakan oleh hampir semua alat elektronik.

Plastik terdapat dimana-mana. Mungkin ada banyak sekali benda-benda yang ada disekitar kita yang dapat kita sentuh misalnya komputer, pulpen, telepon.

Plastik adalah material yang dapat dibentuk atau ditempa dalam berbagai bentuk – beberapa terbentuk dengan sendiri dari prosesnya, tetapi sebagian besar adalah dibentuk oleh manusia.

Plastik dibuat dari minyak, bahan baku yang kaya akan karbon, dan plastik adalah material yang mengandung komposisi karbon.

Komposisi itu disebut polimer, yang dibentuk dari pengulangan dari unit-unit bernama monomer. Monomer juga mengandung karbon.

Ahli kimia mengkombinasikan berbagai tipe monomer ke dalam urutan-urutan pengaturan yang berbeda untuk membuat banyak sekali bentuk plastik dengan komposisi kimia yang berbeda-beda.

Kebanyakan plastik lembam secara kimia dan akan tidak bereaksi secara kimia dengan zat-zat lain. Anda dapat menyimpan alkohol, sabun, air, zat asam atau gas di dalam tempat penyimpanan berbentuk plastik tanpa merusak tempat itu sendiri.

Plastik dapat dibentuk ke dalam banyak sekali bentuk, jadi plastik dapat ditemukan di mainan, botol, alat-alat perkakas, kabel, mobil, bahkan di permen karet. Plastik telah merevolusi dunia.

Karena plastik tidak bereaksi secara kimia dengan substansi lain, plastik tidak membusuk, rusak, luruh, atau rusak. Maka dari itu, pembuangan plastik sangat sulit dan menimbulkan masalah lingkungan yang besar.

Plastik dapat bertahan di lingkungan untuk berabad-abad, jadi daur ulang adalah metode yang terbaik dari pembuangan plastik.

Saat ini teknologi baru sedang dikembangkan untuk membuat plastik dari substansi biologi seperti minyak jagung. Tipe-tipe plastik ini dapat dibusukkan secara biologi dan jauh lebih baik bagi lingkungan.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/296402/plastik-sebuah-eksperimen-untuk-membuat-alternatif-instalasi-alat-elektronik

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini