Dulu, Beda Kabupaten, Beda Lebaran

Dulu, Beda Kabupaten, Beda Lebaran

0 109

Pada abad ke-13, Islam tercatat dalam sejarah Belanda masuk ke Indonesia. Menariknya, pada saat itu, perayaan Hari Raya Idul Fitri bisa berbeda-beda di tiap kabupaten.

Menurut pemaparan Pengamat Sejarah Islam Apipudin, pada zaman dulu kala, penentuan Hari Raya Idul Fitri atau biasa disebut Lebaran bersifat sangat lokal. “Bahkan, di tiap kabupaten bisa berbeda Lebarannya,” ujar Apipudin saat diwawancara melalui telepon baru-baru ini.

Pada saat itu, proses penentuan Idul Fitri menggunakan metode Rugyah Hilal. Penentuan ini dilakukan selain menunggu kemunculan hilal, mereka juga harus melihatnya. “Selain Wujudul Hilal, harus ada Rugyahtul Hilal juga,” imbuhnya.

Menurutnya, masyarakat zaman dulu masih sangat mengandalkan mata telanjang guna menentukan hilal. “Tak heran jika di tempat yang berbeda, belum tentu Lebaran dirayakan pada hari dan tanggal yang sama”.

Pada saat Islam masuk ke Indonesia di abad ke-13, kota pertama yang didatangi adalah Aceh karena kota itu berada di jalur perdagangan. Setelahnya, Islam pun mulai menyebar ke penjuru Indonesia.

Termasuk, Gresik, Cirebon, Maluku, Makasar dan kota-kota lainnya dan diteruskan ke daerah pedalaman. Pada awalnya, Islam menyebar di daerah pantai, daerah pusat perdagangan kemudian mulai masuk ke pedalaman, seperti di wilayah Jawa Barat dan daerah pedalaman lainnya, jelas Apipudin.

Apipudin menilai, saat masuk Indonesia, penentuan Lebaran tak mengalami akulturasi dari budaya lokal. Perbedaannya hanya terletak pada saat jika dulu orang shalat Ied hanya di masjid atau surau, sekarang shalat Ied bisa dilakukan di lapangan, seperti di Arab.

Dalam beberapa kali Hari Raya Idul Fitri, terjadi ketidaksamaan penentuan 1 Syawal. Pemerintah memang memberi kebebasan masyarakat menentukan hari untuk melaksanakan salat Idul Fitri dan semua umat muslim memiliki cara tersendiri menghitung hari Lebaran.

Tahun ini, Pemerintah melalui Kemenag menetapkan 1 Syawal 1432 H jatuh pada Rabu 31 Agustus 2011. Keputusan diambil setelah Menteri Agama Suryadharma Ali yang memimpin sidang mendengarkan 12 pandangan ormas Islam yang hadir dalam sidang yang digelar di Kementerian Agama, Jl Lapangan Banteng, Senin (29/8/2011).

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini