Shisha Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Rokok

Shisha Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Rokok

0 103
Foto Shisha Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Rokok wareing tobacco control timur tengah Ternyata tembakau Shisha shisa semenyenangkan selang selama Sekaligus sangat sama sadar pesta pengguna parah monoksida menyenangkan menyebutkan menghisap Menghirup mengandung Melalui level lalu Kegiatan karbon kali jazirah hidung hasrat faktanya daripada buahan Bisa berbahayanya bauan banyak orang Bahkan aroma aman aman  shisha on skulls f

Pernahkah Anda menghisap Shisha? Kegiatan menghirup bau-bauan yang menyenangkan itu ternyata tidak semenyenangkan faktanya. Para peneliti menyebutkan bahwa Shisha ternyata sangat berbahaya, bahkan lebih berbahaya daripada rokok. 

Shisha adalah kegiatan menghirup aroma buah-buahan dan tembakau yang dibakar, lalu uapnya dialirkan melalui pipa atau bejana dan dihirup oleh hidung melalui selang.

Kegiatan yang berasal dari negeri-negeri di jazirah Arab itu sudah lama dikenal dan banyak dilakukan orang karena bisa menenangkan sekaligus menyenangkan.

Selama ini Shisha dianggap aman-aman saja dan tidak menimbulkan efek berbahaya.

Namun para peneliti dari Department of Health and the Centre for Tobacco Control menyebutkan bahwa Shisha sama berbahayanya dengan merokok karena dapat meningkatkan level karbon monoksida dalam tubuh.

Bahkan, dalam satu sesi kegiatan shisha ditemukan empat hingga lima kali level karbon monoksida yang lebih banyak dibanding pada rokok yang dapat menyebabkan kerusakan otak dan tidak sadar.

Ketika Dr Hilary Wareing menemukan fakta itu, ia terkejut dan mengatakan bahwa Shisha sama berbahayanya, bahkan lebih berbahaya dibanding rokok. “Pada tingkat yang sangat parah, Shisha bisa lebih berbahaya 400 hingga 450 kali daripada rokok, sangat berbahaya!” ujar Hilary.

Selama ini orang-orang yang tidak merokok menyalurkan hasrat merokok mereka lewat Shisa. Aktivitas yang diusung oleh kalangan Timur Tengah itu saat ini sudah menjadi tren di beberapa kafe atau pesta.

Banyak orang yang pergi ke tempat Shisha merasa aman dan menganggap Shisha sebagai alternatif merokok. Hal inilah yang justru menjadi salah konsepsi masyarakat.

“Kami menemukan satu sesi dari kegiatan shisha selama 30 menit mengandung 10 miligram karbon monoksida yang lebih tinggi dibanding rokok”, jelas Hillary.

Dengan adanya penemuan ini, para peneliti berharap agar para pengguna Shisha berpikir dua kali untuk terus melakukan kegiatan itu.

sumber: Media Online News

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini