Ryan Cleary, Teroris Cyber yang Gemparkan Dunia Maya

Ryan Cleary, Teroris Cyber yang Gemparkan Dunia Maya

0 177

Ryan Cleary, remaja berumur 19 tahun, dijuluki teroris cyber. Betapa tidak. Diumurnya yang masih muda, ia mampu memasuki situs CIA yang dijaga super ketat oleh ahli-ahli teknologi informasi. 

Foto Ryan Cleary, Teroris Cyber yang Gemparkan Dunia Maya teroris termasuk teknologi informasi Teknologi tak Tahun sekolah saya Satu ryan cleary rusak rumahnya remaja ranjang perhatian pendingin ruangan mengidap mampu laki komputer ketat kembali ke keluar kata kami kamarnya kamar mandi kamar kakak internet gangguan emosi dunia maya Dunia Dua dengan dalam dailymail cyber CIA Bisa Bahkan Badan ayah amerika serikat  1x1.trans
Ryan Cleary – dailymail.co.uk

Siapakah Ryan Cleary yang meretas stus-situs pemerintah dari kamar tidurnya yang remang-remang itu?

Remaja yang tergabung dalam kelompok LulzSec ini menyerang komputer CIA, Senat Amerika Serikat (AS), dan Sony dari dalam kamarnya. Remaja pemilik nama online ViraL ini ditangkap di rumahnya di Essex oleh pasukan gabungan Scotland Yard dan FBI. Ryan digambarkan sebagai pribadi pendiam yang ‘hidup dalam dunia maya’.

Selain itu menurut ibu Ryan, Rita (44), remaja ini mengidap agrofobia dan defisit gangguan perhatian. “Ryan tak pernah meninggalkan kamarnya selama empat tahun,” katanya.

Remaja 19 tahun ini bahkan enggan meninggalkan kamar remangnya yang berisi komputer dengan dua monitor, pendingin ruangan, TV rusak dan ranjang.

Remaja ini mengidap gangguan bipolar, “Ryan termasuk tipe penyendiri, ia hanya keluar kamar jika ingin ke kamar mandi. Bahkan, untuk makan malam, saya meninggalkannya di depan kamar,” papar Rita. “Saya tak mengerti mengapa Ryan bisa terlibat kasus ini, ia bahkan tak keluar kamar sama sekali,” lanjutnya.

Remaja 19 tahun ini mengidap ADHD dan gangguan emosi perilaku. Saat berusia lima tahun, Ryan pernah dikeluarkan dari sekolah karena perilakunya itu. Saat berusia 10 tahun, Ryan dikirim kembali ke sekolah khusus di Colchester.

Rita menggambarkan putranya sebagai pribadi introvert, “Saya sangat khawatir. Ia bisa melukai atau membunuh dirinya sendiri. Ia sangat pintar, namun memiliki kebutuhan yang rumit.”

Saat ayah, Neil, dan kakak, Mitchell (22), menanyai apa yang ia perbuat dengan internet, Ryan menjawab sedang bermasin game. Ryan sering mengeluarkan jargon dan obrolan cyber yang tak dimengerti keluarganya.

Mengabaikan perlengkapan massal komputernya, kamar Ryan layaknya kamar remaja laki-laki lain pada umumnya. Ada poster wanita menempel di dinding.

“Ryan bukan tipe orang yang senang dengan kekerasan. Ia lebih memilih tinggal dalam kamar,” kata kakak remaja ini. Remaja ini terancam ekstradisi dan penjara 60 tahun.

Anehnya seperti ditulis Dailymail, LulzSec tak mengetahui Ryan sebagai anggotanya, “Ryan Cleary bukan anggota kami. Kami hanya ‘menanam’ satu server di rumahnya.” [mor]

Pejabat-pejabat kepolisian mengatakan Ryan Cleary dijadwalkan hadir di pengadilan hari Kamis, untuk menghadapi lima tuduhan – termasuk meretas situs resmi Badan Kejahatan Terorganisir Inggris. Cleary ditangkap hari Senin di rumahnya di Wickford – sebuah kota di London timur.

Polisi menuduh Cleary menyerang situs badan itu dengan membanjirinya dengan lalulintas internet – yang dikenal sebagai serangan DDoS.

Cleary dicurigai berkerjasama dengan kelompok peretas Lulz Security yang menargetkan situs-situs pemerintah dan bisnis di seluruh dunia.

Polisi mengatakan laki-laki itu dituduh melanggar undang-undang Inggris tentang penyalahgunaan komputer.
Lulz Security adalah satu dari dua kelompok peretas digital paling aktif. Lainnya dikenal sebagai “anonymous”.

Lulz dituduh telah menyerang situs dan mencuri data swasta seperti “kata sandi dan nama log-in”, tetapi mengatakan mereka melakukan hal ini sebagai “hiburan” dan yang bersangkutan mengungkap lubang-lubang keamanan dunia maya organisasi itu.

Kelompok itu belum lama ini mengklaim lewat twitter bahwa mereka berada di balik serangan atas situs badan penanganan kejahatan polisi Inggris dan CIA, Sonny Corporation serta Senat Amerika.

Polisi Inggris bekerjasama dengan FBI untuk menangkap Cleary.  Lulz mengatakan di twitter, bahwa Cleary hanya “terlibat sedikit” dengan kegiatan kelompok itu.

sumber: teknologi.inilah
sumber: VoA News Indonesia

NO COMMENTS

Tinggalkan Komentar Anda di Sini