Home Berita Terkini Oarfish, Ikan dengan Sistem Pendeteksi Gempa

Oarfish, Ikan dengan Sistem Pendeteksi Gempa

7 35

Bencana tsunami besar melanda pantai timur Jepang pada 11 Maret 2011 silam. Bencana itu terjadi setelah sebuah gempa dahsyat dengan kekuatan 8,9 Skala Richter.

Sistem keamanan darurat Jepang, saat terjadi tsunami, tampak bekerja dengan bagus memberi peringatan kepada rakyatnya. Namun,  tampaknya sistem peringatan dini itu masih kalah cepat dengan peringatan yang disampaikan oleh kelompok ikan oar (oarfish).

Foto Oarfish, Ikan dengan Sistem Pendeteksi Gempa Tsunami timur tapi tanda Skala sistem silam setelah sensitif Sebuah richter pertanda pantai timur Oarfish oar nelayan namun meter maret lebih laut Kuno keamanan Jepang jaring ilmiah ikan Hidup gerakan gempa bumi Gempa ditemukan dengan demikian cili Bumi Bisa binatang biasanya Bencana artikel tentang apa antara  full 2952 6952 oarfish 

Tanda-tanda bencana itu, sepertinya telah dirasakan seminggu sebelum kejadian oleh sekelompok oarfish. Kawanan ikan itu ditemukan terdampar di pantai Jepang, seminggu sebelum tsunami menyapu kawasan pantai timur Jepang.

Kejadian itu, dituliskan oleh laman dailyonigiri.com. Laman itu menuliskan, seminggu sebelum terjadinya gempa besar dan tsunami itu, ditemukan banyak oarfish yang tersapu di daratan pantai Jepang dan sebagian tersangkut di jaring nelayan.

Sebelumnya, laman The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Cili dan Haiti pada 2010 silam.

Foto Oarfish, Ikan dengan Sistem Pendeteksi Gempa Tsunami timur tapi tanda Skala sistem silam setelah sensitif Sebuah richter pertanda pantai timur Oarfish oar nelayan namun meter maret lebih laut Kuno keamanan Jepang jaring ilmiah ikan Hidup gerakan gempa bumi Gempa ditemukan dengan demikian cili Bumi Bisa binatang biasanya Bencana artikel tentang apa antara  oarfish sand

Yang menarik, Oarfish ini diduga bisa mendeteksi terjadinya gempa besar. Mengapa demikian?

Oarfish biasanya tinggal di laut dengan kedalaman 1 km (lebih dari 3.000 kaki). Jenis ikan ini sangat jarang ditemukan hidup di laut dengan kedalaman kurang dari 200 meter dari permukaan laut. Ikan ini bisa tumbuh dengan panjang lebih kurang 17 meter (56 kaki).

Menurut kebiasaan kuno Jepang, ikan ini berenang ke permukaan dan pantai sebagai pertanda datangnya gempa bumi. Selain itu, juga terdapat teori ilmiah yang mengatakan binatang lebih sensitif bergerak ke permukaan dari pada manusia.

Foto Oarfish, Ikan dengan Sistem Pendeteksi Gempa Tsunami timur tapi tanda Skala sistem silam setelah sensitif Sebuah richter pertanda pantai timur Oarfish oar nelayan namun meter maret lebih laut Kuno keamanan Jepang jaring ilmiah ikan Hidup gerakan gempa bumi Gempa ditemukan dengan demikian cili Bumi Bisa binatang biasanya Bencana artikel tentang apa antara  devilfish

Beberapa ilmuan percaya ikan yang hidup di laut dalam sangat sensitif  terhadap gerakan bumi dan biasanya selalu mendahului terjadinya gempa bumi. Meski demikian, kebanyakan ahli gempa tidak melihat hubungan ilmiah antara fenomena oarfish dengan gempa bumi.

Tapi, apakah mungkin ikan-ikan itu mengetahui apa yang terjadi di bawah permukaan? Pada zaman kuno, ketika belum memiliki peralatan yang canggih, orang-orang Jepang mempercayai beberapa ikan, terutama lele, sebagai pertanda akan terjadinya bencana gempa.

sumber: Qamarul Blog

Leave a Reply